Follow Us :              

Karhutla Gunung Lawu dan Sumbing, Gubernur Jateng Terus Upayakan Pemadaman

  20 October 2026  |   11:30:00  |   dibaca : 219 
Kategori :
Bagikan :

Karhutla Gunung Lawu dan Sumbing, Gubernur Jateng Terus Upayakan Pemadaman

20 October 2026 | 11:30:00 | dibaca : 219
Kategori :
Bagikan :

Foto : Istimewa (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Karhutla Gunung Lawu dan Sumbing, Gubernur Jateng Terus Upayakan Pemadaman
Karhutla Gunung Lawu dan Sumbing, Gubernur Jateng Terus Upayakan Pemadaman
Karhutla Gunung Lawu dan Sumbing, Gubernur Jateng Terus Upayakan Pemadaman
Karhutla Gunung Lawu dan Sumbing, Gubernur Jateng Terus Upayakan Pemadaman
Karhutla Gunung Lawu dan Sumbing, Gubernur Jateng Terus Upayakan Pemadaman

Foto : Istimewa (Humas Jateng)

KAB SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengupayakan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar dan Gunung Sumbing, Kabupaten Wonosobo.

Dua helikopter dari TNI disiapkan untuk mendukung operasi pemadaman melalui udara oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, penanganan kebakaran di Gunung Lawu terus dilakukan, menyusul penetapan status tanggap darurat oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

"Bupati sudah koordinasi dengan kita. Sudah ditingkatkan menjadi tanggap bencana. Juga ada dua helikopter dari TNI yang nanti dioperasionalkan oleh BNPB," ucapnya usai meninjau operasional Koperasi Desa Merah Putih di Bergas, Kabupaten Semarang pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Ia menyampaikan, operasi pemadaman kebakaran melalui udara atau _water bombing_ telah dilakukan sebanyak dua sorti (penerbangan). Namun, upaya tersebut menghadapi kendala berupa angin kencang dan kondisi cuaca yang menyulitkan manuver helikopter.

Berdasarkan laporan penanganan, kebakaran di Gunung Lawu berdampak pada sekitar 230 hektare kawasan hutan di wilayah Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu. Petugas gabungan juga melakukan pemadaman manual serta pembuatan sekat bakar untuk mencegah kebakaran semakin meluas.

Sementara itu, kebakaran di Gunung Sumbing terjadi di kawasan Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo. Saat ini, luas lahan yang terbakar masih dalam pendataan. Sebanyak 152 pendaki dilaporkan telah dievakuasi dari kawasan tersebut.

Adapun untuk penanganan kebakaran di Gunung Sumbing, pemadaman sementara dilakukan melalui jalur darat, sembari menunggu dukungan pemadaman udara dengan mempertimbangkan kebakaran yang terjadi dan kondisi operasi di lapangan.

Selain mengoptimalkan pemadaman, Gubernur meminta aparat kepolisian menyelidiki penyebab kebakaran. Ia telah berkoordinasi dengan Polda Jateng untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kesengajaan.

"Kapolda juga saya koordinasikan dengan jajaran untuk melakukan penyelidikan. Jangan sampai ada unsur kesengajaan di sana," tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di kawasan hutan dan pegunungan. Selain itu, tindakan seperti pembakaran terbuka maupun membuang puntung rokok sembarangan harus dihindari, karena berpotensi memicu kebakaran.

"Harapan saya, saya mengimbau kepada masyarakat agar upaya pencegahan kebakaran itu harus kita maksimalkan," pungkasnya.


Bagikan :

KAB SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengupayakan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar dan Gunung Sumbing, Kabupaten Wonosobo.

Dua helikopter dari TNI disiapkan untuk mendukung operasi pemadaman melalui udara oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., mengatakan, penanganan kebakaran di Gunung Lawu terus dilakukan, menyusul penetapan status tanggap darurat oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

"Bupati sudah koordinasi dengan kita. Sudah ditingkatkan menjadi tanggap bencana. Juga ada dua helikopter dari TNI yang nanti dioperasionalkan oleh BNPB," ucapnya usai meninjau operasional Koperasi Desa Merah Putih di Bergas, Kabupaten Semarang pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Ia menyampaikan, operasi pemadaman kebakaran melalui udara atau _water bombing_ telah dilakukan sebanyak dua sorti (penerbangan). Namun, upaya tersebut menghadapi kendala berupa angin kencang dan kondisi cuaca yang menyulitkan manuver helikopter.

Berdasarkan laporan penanganan, kebakaran di Gunung Lawu berdampak pada sekitar 230 hektare kawasan hutan di wilayah Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu. Petugas gabungan juga melakukan pemadaman manual serta pembuatan sekat bakar untuk mencegah kebakaran semakin meluas.

Sementara itu, kebakaran di Gunung Sumbing terjadi di kawasan Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo. Saat ini, luas lahan yang terbakar masih dalam pendataan. Sebanyak 152 pendaki dilaporkan telah dievakuasi dari kawasan tersebut.

Adapun untuk penanganan kebakaran di Gunung Sumbing, pemadaman sementara dilakukan melalui jalur darat, sembari menunggu dukungan pemadaman udara dengan mempertimbangkan kebakaran yang terjadi dan kondisi operasi di lapangan.

Selain mengoptimalkan pemadaman, Gubernur meminta aparat kepolisian menyelidiki penyebab kebakaran. Ia telah berkoordinasi dengan Polda Jateng untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kesengajaan.

"Kapolda juga saya koordinasikan dengan jajaran untuk melakukan penyelidikan. Jangan sampai ada unsur kesengajaan di sana," tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di kawasan hutan dan pegunungan. Selain itu, tindakan seperti pembakaran terbuka maupun membuang puntung rokok sembarangan harus dihindari, karena berpotensi memicu kebakaran.

"Harapan saya, saya mengimbau kepada masyarakat agar upaya pencegahan kebakaran itu harus kita maksimalkan," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu