Follow Us :              

Wujudkan Modernisasi Pertanian, Pemprov Jateng Salurkan 1.507 Unit Alsintan 

  03 November 2026  |   07:30:00  |   dibaca : 48 
Kategori :
Bagikan :

Wujudkan Modernisasi Pertanian, Pemprov Jateng Salurkan 1.507 Unit Alsintan 

03 November 2026 | 07:30:00 | dibaca : 48
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Wujudkan Modernisasi Pertanian, Pemprov Jateng Salurkan 1.507 Unit Alsintan 
Wujudkan Modernisasi Pertanian, Pemprov Jateng Salurkan 1.507 Unit Alsintan 
Wujudkan Modernisasi Pertanian, Pemprov Jateng Salurkan 1.507 Unit Alsintan 
Wujudkan Modernisasi Pertanian, Pemprov Jateng Salurkan 1.507 Unit Alsintan 
Wujudkan Modernisasi Pertanian, Pemprov Jateng Salurkan 1.507 Unit Alsintan 

Foto : Fajar (Humas Jateng)

KAB SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan sebanyak 1.507 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) selama tahun 2026 untuk mendukung modernisasi pertanian di wilayahnya.

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menegaskan, mekanisasi atau pemanfaatan mesin ini menjadi kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus mempertahankan posisi Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

“Modernisasi alat pertanian ini tidak hanya menjadi pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan,” ucapnya di sela acara Parade Alat dan Mesin Pertanian di Lapangan Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang pada Selasa, 3 November 2026.

Ia menyebut, produksi gabah di Jateng tahun 2025 mencapai 11,5 juta ton atau berkontribusi sekitar 16,5% terhadap produksi nasional. Sementara itu, produksi gabah hingga memasuki November 2026 telah mencapai sekitar 8,5 juta ton. Ia optimis, mekanisasi pertanian ini dapat mendukung peningkatan produksi pangan.

Bantuan ribuan alsintan ini disalurkan ke 32 Kabupaten/Kota di Jateng. Jenis alsintannya disesuaikan dengan karakteristik lahan dan kebutuhan masing-masing daerah. Oleh karena itu, Gubernur meminta pemerintah daerah dan kelompok tani penerima untuk memastikan alsintan dimanfaatkan dan dirawat dengan baik.

Selain meningkatkan efisiensi, ia berharap modernisasi ini mampu menarik minat generasi muda untuk bekerja di sektor pertanian. Sebab, saat ini semakin banyak anak petani yang memilih bekerja di sektor lain.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menjelaskan, bantuan 1.507 unit alsintan yang diberikan, meliputi rice transplanter (alat penanam padi) ada 100 unit, combine harvester (alat panen kombinasi) 10 unit, traktor roda empat 30 unit, hand tractor (traktor tangan) singkal 80 unit, kultivator 74 unit, tractor crawler 80 unit, pompa air diesel 100 unit, alat pengolah pupuk organik (APPO) 28 unit, dan handsprayer elektrik 1.005 unit.

Menurutnya, penggunaan alsintan diperkirakan mampu meningkatkan efisiensi pekerjaan pertanian sekitar 40-50%. Mekanisasi pertanian ini juga dinilai dapat menekan kehilangan hasil panen dan pascapanen dari sekitar 10% menjadi maksimal 2%.

Salah seorang petani dari Kelompok Tani Sri Berkah, Kabupaten Pemalang, Sutirto, mengaku, merasakan manfaat bantuan mesin panen padi (combine harvester). Dengan alat itu, proses panen dapat dilakukan dengan lebih cepat sekaligus menghasilkan gabah yang lebih bersih dibandingkan dengan cara konvensional.

“Kalau menggunakan combine harvester, 1 hektare bisa selesai sekitar 1,5 sampai 2 jam,” ucapnya. 

Apabila dilakukan dengan cara manual, panen membutuhkan sekitar 30-40 pekerja untuk menyelesaikan 2/3 (dua per tiga) hektare lahan dalam sehari.

Sutirto menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jawa Tengah serta Dinas Pertanian dan Peternakan atas bantuan alsintan tersebut. Ia berharap, mesin panen itu dapat membantu meringankan pekerjaan petani serta meningkatkan efisiensi panen di wilayahnya.


Bagikan :

KAB SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan sebanyak 1.507 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) selama tahun 2026 untuk mendukung modernisasi pertanian di wilayahnya.

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menegaskan, mekanisasi atau pemanfaatan mesin ini menjadi kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus mempertahankan posisi Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

“Modernisasi alat pertanian ini tidak hanya menjadi pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan,” ucapnya di sela acara Parade Alat dan Mesin Pertanian di Lapangan Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang pada Selasa, 3 November 2026.

Ia menyebut, produksi gabah di Jateng tahun 2025 mencapai 11,5 juta ton atau berkontribusi sekitar 16,5% terhadap produksi nasional. Sementara itu, produksi gabah hingga memasuki November 2026 telah mencapai sekitar 8,5 juta ton. Ia optimis, mekanisasi pertanian ini dapat mendukung peningkatan produksi pangan.

Bantuan ribuan alsintan ini disalurkan ke 32 Kabupaten/Kota di Jateng. Jenis alsintannya disesuaikan dengan karakteristik lahan dan kebutuhan masing-masing daerah. Oleh karena itu, Gubernur meminta pemerintah daerah dan kelompok tani penerima untuk memastikan alsintan dimanfaatkan dan dirawat dengan baik.

Selain meningkatkan efisiensi, ia berharap modernisasi ini mampu menarik minat generasi muda untuk bekerja di sektor pertanian. Sebab, saat ini semakin banyak anak petani yang memilih bekerja di sektor lain.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menjelaskan, bantuan 1.507 unit alsintan yang diberikan, meliputi rice transplanter (alat penanam padi) ada 100 unit, combine harvester (alat panen kombinasi) 10 unit, traktor roda empat 30 unit, hand tractor (traktor tangan) singkal 80 unit, kultivator 74 unit, tractor crawler 80 unit, pompa air diesel 100 unit, alat pengolah pupuk organik (APPO) 28 unit, dan handsprayer elektrik 1.005 unit.

Menurutnya, penggunaan alsintan diperkirakan mampu meningkatkan efisiensi pekerjaan pertanian sekitar 40-50%. Mekanisasi pertanian ini juga dinilai dapat menekan kehilangan hasil panen dan pascapanen dari sekitar 10% menjadi maksimal 2%.

Salah seorang petani dari Kelompok Tani Sri Berkah, Kabupaten Pemalang, Sutirto, mengaku, merasakan manfaat bantuan mesin panen padi (combine harvester). Dengan alat itu, proses panen dapat dilakukan dengan lebih cepat sekaligus menghasilkan gabah yang lebih bersih dibandingkan dengan cara konvensional.

“Kalau menggunakan combine harvester, 1 hektare bisa selesai sekitar 1,5 sampai 2 jam,” ucapnya. 

Apabila dilakukan dengan cara manual, panen membutuhkan sekitar 30-40 pekerja untuk menyelesaikan 2/3 (dua per tiga) hektare lahan dalam sehari.

Sutirto menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jawa Tengah serta Dinas Pertanian dan Peternakan atas bantuan alsintan tersebut. Ia berharap, mesin panen itu dapat membantu meringankan pekerjaan petani serta meningkatkan efisiensi panen di wilayahnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu