Follow Us :              

Wagub Jateng Dorong SGN Perluas Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

  03 November 2026  |   13:00:00  |   dibaca : 22 
Kategori :
Bagikan :

Wagub Jateng Dorong SGN Perluas Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

03 November 2026 | 13:00:00 | dibaca : 22
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Wagub Jateng Dorong SGN Perluas Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Wagub Jateng Dorong SGN Perluas Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Wagub Jateng Dorong SGN Perluas Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Wagub Jateng Dorong SGN Perluas Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Wagub Jateng Dorong SGN Perluas Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Foto : Sigit (Humas Jateng)

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong organisasi Santri Gayeng Nusantara (SGN) untuk memperluas program pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayahnya. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat. 

Hal itu disampaikannya saat melantik Pengurus Pusat dan Pengurus Wilayah SGN masa khidmat 2026–2031 di Art Center Universitas Diponegoro (Undip), Kota Semarang pada Selasa, 3 November 2026.

Ia mengungkapkan, sejumlah kegiatan pemberdayaan ekonomi yang diinisiasi SGN telah berjalan di beberapa daerah. Salah satunya di Banyumas, terdapat pengembangan usaha bebek petelur dan bawang merah. 

Sementara di Banjarnegara, kegiatan pemberdayaan menyasar pengolahan pakan ternak dan pertanian. Adapun di Pati, potensi peternakan menjadi salah satu bidang yang dikembangkan.

Wagub menilai, berbagai inisiatif tersebut perlu diperluas agar tidak hanya tumbuh di daerah tertentu. Pelantikan pengurus baru diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan mendorong program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Embrio-embrionya ini perlu kita dorong kembali. Maka dengan pelantikan ini, kami berharap ini benar-benar merasuk ke dalam pergerakan kita," ucapnya yang juga sebagai Panglima SG. 

Selain pemberdayaan ekonomi, SGN juga mengembangkan pelatihan penyembelihan halal. Bahkan, sejumlah anggotanya menjadi mentor di Kudus, Brebes, Kebumen, dan Banyumas. 

Wagub berharap, inisiatif tersebut dapat diperkuat melalui pembentukan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H).

Ia menilai, kolaborasi dengan pemerintah juga menjadi salah satu kunci agar program SGN semakin luas. Sebab, pemerintah memiliki fasilitas dan program yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan di bidang ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan.

“Kalau SGN berjalan sendiri berat, tetapi pemerintah banyak fasilitas (yang) mengarah pada bidang-bidang tersebut,” katanya.

Ketua SGN Jawa Tengah, Helmi Tas'an Wartono, mengatakan, kepengurusan baru akan berfokus pada penguatan kapasitas anggota, pendampingan usaha, perluasan kemitraan, serta evaluasi program dan kaderisasi.

Helmi yang juga seorang pengusaha dan Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah itu menilai, penguatan ekonomi anggota menjadi salah satu pijakan penting organisasi. SGN akan memetakan berbagai potensi usaha dan anggota untuk dikembangkan melalui pelatihan, pendampingan, serta jejaring pemasaran.

“Organisasi yang kuat lahir dari anggota yang berdaya. Maka kita akan memetakan potensi usaha, produk, jasa, dan keterampilan anggota serta memperkuat kewirausahaan lewat pelatihan dan pendampingan,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang digelar, tetapi dari manfaat yang dirasakan anggota dan masyarakat.


Bagikan :

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong organisasi Santri Gayeng Nusantara (SGN) untuk memperluas program pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayahnya. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat. 

Hal itu disampaikannya saat melantik Pengurus Pusat dan Pengurus Wilayah SGN masa khidmat 2026–2031 di Art Center Universitas Diponegoro (Undip), Kota Semarang pada Selasa, 3 November 2026.

Ia mengungkapkan, sejumlah kegiatan pemberdayaan ekonomi yang diinisiasi SGN telah berjalan di beberapa daerah. Salah satunya di Banyumas, terdapat pengembangan usaha bebek petelur dan bawang merah. 

Sementara di Banjarnegara, kegiatan pemberdayaan menyasar pengolahan pakan ternak dan pertanian. Adapun di Pati, potensi peternakan menjadi salah satu bidang yang dikembangkan.

Wagub menilai, berbagai inisiatif tersebut perlu diperluas agar tidak hanya tumbuh di daerah tertentu. Pelantikan pengurus baru diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan mendorong program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Embrio-embrionya ini perlu kita dorong kembali. Maka dengan pelantikan ini, kami berharap ini benar-benar merasuk ke dalam pergerakan kita," ucapnya yang juga sebagai Panglima SG. 

Selain pemberdayaan ekonomi, SGN juga mengembangkan pelatihan penyembelihan halal. Bahkan, sejumlah anggotanya menjadi mentor di Kudus, Brebes, Kebumen, dan Banyumas. 

Wagub berharap, inisiatif tersebut dapat diperkuat melalui pembentukan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H).

Ia menilai, kolaborasi dengan pemerintah juga menjadi salah satu kunci agar program SGN semakin luas. Sebab, pemerintah memiliki fasilitas dan program yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan di bidang ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan.

“Kalau SGN berjalan sendiri berat, tetapi pemerintah banyak fasilitas (yang) mengarah pada bidang-bidang tersebut,” katanya.

Ketua SGN Jawa Tengah, Helmi Tas'an Wartono, mengatakan, kepengurusan baru akan berfokus pada penguatan kapasitas anggota, pendampingan usaha, perluasan kemitraan, serta evaluasi program dan kaderisasi.

Helmi yang juga seorang pengusaha dan Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah itu menilai, penguatan ekonomi anggota menjadi salah satu pijakan penting organisasi. SGN akan memetakan berbagai potensi usaha dan anggota untuk dikembangkan melalui pelatihan, pendampingan, serta jejaring pemasaran.

“Organisasi yang kuat lahir dari anggota yang berdaya. Maka kita akan memetakan potensi usaha, produk, jasa, dan keterampilan anggota serta memperkuat kewirausahaan lewat pelatihan dan pendampingan,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang digelar, tetapi dari manfaat yang dirasakan anggota dan masyarakat.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu