Follow Us :              

Jawa Tengah Mulai Memasuki Musim Hujan, Gubernur Minta Penguatan Mitigasi Bencana 

  03 November 2026  |   07:30:00  |   dibaca : 139 
Kategori :
Bagikan :

Jawa Tengah Mulai Memasuki Musim Hujan, Gubernur Minta Penguatan Mitigasi Bencana 

03 November 2026 | 07:30:00 | dibaca : 139
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Jawa Tengah Mulai Memasuki Musim Hujan, Gubernur Minta Penguatan Mitigasi Bencana 
Jawa Tengah Mulai Memasuki Musim Hujan, Gubernur Minta Penguatan Mitigasi Bencana 
Jawa Tengah Mulai Memasuki Musim Hujan, Gubernur Minta Penguatan Mitigasi Bencana 
Jawa Tengah Mulai Memasuki Musim Hujan, Gubernur Minta Penguatan Mitigasi Bencana 
Jawa Tengah Mulai Memasuki Musim Hujan, Gubernur Minta Penguatan Mitigasi Bencana 
Jawa Tengah Mulai Memasuki Musim Hujan, Gubernur Minta Penguatan Mitigasi Bencana 
Jawa Tengah Mulai Memasuki Musim Hujan, Gubernur Minta Penguatan Mitigasi Bencana 
Jawa Tengah Mulai Memasuki Musim Hujan, Gubernur Minta Penguatan Mitigasi Bencana 
Jawa Tengah Mulai Memasuki Musim Hujan, Gubernur Minta Penguatan Mitigasi Bencana 
Jawa Tengah Mulai Memasuki Musim Hujan, Gubernur Minta Penguatan Mitigasi Bencana 

Foto : Fajar (Humas Jateng)

KAB SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meminta penguatan mitigasi bencana mulai dilakukan seiring datangnya musim hujan. Penguatan infrastruktur dan koordinasi dengan pemerintah pusat menjadi langkah penting untuk mengantisipasi banjir, tanah longsor, serta dampak cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.

Ia menilai, langkah mitigasi perlu dilakukan sejak dini agar dampak curah hujan tinggi tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Tentu kita harus melakukan mitigasi,” ucapnya usai menghadiri Parade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) di Lapangan Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang pada Selasa, 3 November 2026.
  
Gubernur menyampaikan, penguatan infrastruktur menjadi salah satu langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jateng dalam menghadapi potensi dampak musim hujan. 

Upaya tersebut juga membutuhkan koordinasi lintas kewenangan, terutama dalam penanganan infrastruktur sumber daya air. Koordinasi yang dilakukan mencakup penanganan wilayah yang menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). 

Pemerintah berupaya melakukan mitigasi lebih awal agar kejadian kebencanaan yang sebelumnya terjadi tidak kembali terulang. Melalui penguatan infrastruktur dan koordinasi antarpemerintah, Gubernur berharap langkah pencegahan dapat dilakukan lebih awal untuk mengurangi potensi dampak cuaca ekstrem di Jateng.

Hal ini mengemuka setelah hujan lebat memicu sejumlah bencana di Jateng. Salah satunya di Kabupaten Banyumas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng mencatat 21 kejadian pada Sabtu, 31 Oktober 2026, terdiri dari 14 kejadian tanah longsor, 5 kejadian banjir, dan 2 kejadian cuaca ekstrem. Bencana ini menyebabkan kerusakan talud, luapan sungai, hingga tanggul jebol.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan di wilayah Jawa Tengah akan dimulai pada minggu pertama November 2026. Namun, hujan tidak langsung merata terjadi di seluruh wilayah.

Adapun, sekitar Pegunungan Slamet dan Dieng menjadi daerah yang lebih awal memasuki musim hujan, meliputi bagian utara Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, hingga Wonosobo. Sebaliknya, awal musim hujan di sejumlah wilayah pantura dan Jawa Tengah bagian Timur diperkirakan lebih lambat, yakni sekitar awal Desember.


Bagikan :

KAB SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meminta penguatan mitigasi bencana mulai dilakukan seiring datangnya musim hujan. Penguatan infrastruktur dan koordinasi dengan pemerintah pusat menjadi langkah penting untuk mengantisipasi banjir, tanah longsor, serta dampak cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.

Ia menilai, langkah mitigasi perlu dilakukan sejak dini agar dampak curah hujan tinggi tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Tentu kita harus melakukan mitigasi,” ucapnya usai menghadiri Parade Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) di Lapangan Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang pada Selasa, 3 November 2026.
  
Gubernur menyampaikan, penguatan infrastruktur menjadi salah satu langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jateng dalam menghadapi potensi dampak musim hujan. 

Upaya tersebut juga membutuhkan koordinasi lintas kewenangan, terutama dalam penanganan infrastruktur sumber daya air. Koordinasi yang dilakukan mencakup penanganan wilayah yang menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). 

Pemerintah berupaya melakukan mitigasi lebih awal agar kejadian kebencanaan yang sebelumnya terjadi tidak kembali terulang. Melalui penguatan infrastruktur dan koordinasi antarpemerintah, Gubernur berharap langkah pencegahan dapat dilakukan lebih awal untuk mengurangi potensi dampak cuaca ekstrem di Jateng.

Hal ini mengemuka setelah hujan lebat memicu sejumlah bencana di Jateng. Salah satunya di Kabupaten Banyumas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng mencatat 21 kejadian pada Sabtu, 31 Oktober 2026, terdiri dari 14 kejadian tanah longsor, 5 kejadian banjir, dan 2 kejadian cuaca ekstrem. Bencana ini menyebabkan kerusakan talud, luapan sungai, hingga tanggul jebol.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan di wilayah Jawa Tengah akan dimulai pada minggu pertama November 2026. Namun, hujan tidak langsung merata terjadi di seluruh wilayah.

Adapun, sekitar Pegunungan Slamet dan Dieng menjadi daerah yang lebih awal memasuki musim hujan, meliputi bagian utara Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, hingga Wonosobo. Sebaliknya, awal musim hujan di sejumlah wilayah pantura dan Jawa Tengah bagian Timur diperkirakan lebih lambat, yakni sekitar awal Desember.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu