Follow Us :              

Genjot Produktivitas Pertanian, Pemprov Jateng Alokasikan Rp65,5 Miliar untuk Perbaikan Jaringan Irigasi

  03 November 2026  |   07:30:00  |   dibaca : 58 
Kategori :
Bagikan :

Genjot Produktivitas Pertanian, Pemprov Jateng Alokasikan Rp65,5 Miliar untuk Perbaikan Jaringan Irigasi

03 November 2026 | 07:30:00 | dibaca : 58
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Genjot Produktivitas Pertanian, Pemprov Jateng Alokasikan Rp65,5 Miliar untuk Perbaikan Jaringan Irigasi
Genjot Produktivitas Pertanian, Pemprov Jateng Alokasikan Rp65,5 Miliar untuk Perbaikan Jaringan Irigasi
Genjot Produktivitas Pertanian, Pemprov Jateng Alokasikan Rp65,5 Miliar untuk Perbaikan Jaringan Irigasi
Genjot Produktivitas Pertanian, Pemprov Jateng Alokasikan Rp65,5 Miliar untuk Perbaikan Jaringan Irigasi
Genjot Produktivitas Pertanian, Pemprov Jateng Alokasikan Rp65,5 Miliar untuk Perbaikan Jaringan Irigasi
Genjot Produktivitas Pertanian, Pemprov Jateng Alokasikan Rp65,5 Miliar untuk Perbaikan Jaringan Irigasi
Genjot Produktivitas Pertanian, Pemprov Jateng Alokasikan Rp65,5 Miliar untuk Perbaikan Jaringan Irigasi
Genjot Produktivitas Pertanian, Pemprov Jateng Alokasikan Rp65,5 Miliar untuk Perbaikan Jaringan Irigasi
Genjot Produktivitas Pertanian, Pemprov Jateng Alokasikan Rp65,5 Miliar untuk Perbaikan Jaringan Irigasi
Genjot Produktivitas Pertanian, Pemprov Jateng Alokasikan Rp65,5 Miliar untuk Perbaikan Jaringan Irigasi

Foto : Fajar (Humas Jateng)

KAB SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan anggaran sebesar Rp65,5 miliar pada tahun 2026 untuk merehabilitasi jaringan irigasi tersier dan pembangunan irigasi perpipaan di 25 Kabupaten.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketersediaan air bagi lahan pertanian sekaligus mendukung produktivitasnya.

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menegaskan, pembangunan infrastruktur irigasi harus memberikan manfaat langsung kepada para petani, terutama di wilayah yang membutuhkan pasokan air untuk kegiatan pertanian.

“Skala prioritasnya adalah irigasi-irigasi yang langsung bersentuhan dengan pertanian di wilayah kita,” ucapnya saat menghadiri Parade Alat dan Mesin Pertanian di Lapangan Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang pada Selasa, 3 November 2026.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga meminta kelompok tani dan gabungan kelompok tani (gapoktan) berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan pemanfaatan jaringan irigasi berjalan optimal.

“Rekan-rekan gapoktan nanti tolong lakukan koordinasi dengan para bupati dan wali kotanya. Wilayah mana yang sudah (ada irigasi), kemudian sesuai perintah saya, harus dirawat,” tegasnya.

Selain pembangunan jaringan irigasi, Gubernur menyebut, pemerintah kabupaten/kota telah melakukan pemetaan kebutuhan air pertanian sebagai bagian dari antisipasi kekeringan.

“Dampak kekeringan pun sudah kita mitigasi. Bupati dan wali kota lewat dinas pertaniannya sudah melakukan mitigasi, mana yang (membutuhkan) sumurisasi, mana yang pipanisasi, mana (sawah) tadah hujan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Opik Mahendra, menjelaskan, program ini mencakup rehabilitasi 334 titik jaringan irigasi tersier serta pembangunan 75 titik irigasi perpipaan.

“Total anggaran yang dikeluarkan adalah Rp65,5 miliar. Apabila dikonversikan berdasarkan panjang pekerjaan, program tersebut setara dengan pembangunan dan rehabilitasi sekitar 50 kilometer jaringan irigasi,” ucapnya.  

Adapun panjang jaringan irigasi di setiap lokasi berbeda-beda, menyesuaikan kebutuhan dan kondisi lahan pertanian di wilayah tersebut.

Opik mengatakan, pekerjaan masih dalam proses pengadaan dan pelaksanaan konstruksi. Pemerintah Provinsi Jateng menargetkan sejumlah titik rehabilitasi dapat diresmikan pada akhir tahun 2026.


Bagikan :

KAB SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan anggaran sebesar Rp65,5 miliar pada tahun 2026 untuk merehabilitasi jaringan irigasi tersier dan pembangunan irigasi perpipaan di 25 Kabupaten.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketersediaan air bagi lahan pertanian sekaligus mendukung produktivitasnya.

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menegaskan, pembangunan infrastruktur irigasi harus memberikan manfaat langsung kepada para petani, terutama di wilayah yang membutuhkan pasokan air untuk kegiatan pertanian.

“Skala prioritasnya adalah irigasi-irigasi yang langsung bersentuhan dengan pertanian di wilayah kita,” ucapnya saat menghadiri Parade Alat dan Mesin Pertanian di Lapangan Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang pada Selasa, 3 November 2026.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga meminta kelompok tani dan gabungan kelompok tani (gapoktan) berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan pemanfaatan jaringan irigasi berjalan optimal.

“Rekan-rekan gapoktan nanti tolong lakukan koordinasi dengan para bupati dan wali kotanya. Wilayah mana yang sudah (ada irigasi), kemudian sesuai perintah saya, harus dirawat,” tegasnya.

Selain pembangunan jaringan irigasi, Gubernur menyebut, pemerintah kabupaten/kota telah melakukan pemetaan kebutuhan air pertanian sebagai bagian dari antisipasi kekeringan.

“Dampak kekeringan pun sudah kita mitigasi. Bupati dan wali kota lewat dinas pertaniannya sudah melakukan mitigasi, mana yang (membutuhkan) sumurisasi, mana yang pipanisasi, mana (sawah) tadah hujan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Opik Mahendra, menjelaskan, program ini mencakup rehabilitasi 334 titik jaringan irigasi tersier serta pembangunan 75 titik irigasi perpipaan.

“Total anggaran yang dikeluarkan adalah Rp65,5 miliar. Apabila dikonversikan berdasarkan panjang pekerjaan, program tersebut setara dengan pembangunan dan rehabilitasi sekitar 50 kilometer jaringan irigasi,” ucapnya.  

Adapun panjang jaringan irigasi di setiap lokasi berbeda-beda, menyesuaikan kebutuhan dan kondisi lahan pertanian di wilayah tersebut.

Opik mengatakan, pekerjaan masih dalam proses pengadaan dan pelaksanaan konstruksi. Pemerintah Provinsi Jateng menargetkan sejumlah titik rehabilitasi dapat diresmikan pada akhir tahun 2026.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu