Foto : Adit (Humas Jateng)
Foto : Adit (Humas Jateng)
SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, telah memberikan sejumlah insentif atau keringanan untuk menjaga serta mendongkrak kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor (PKB) di wilayahnya.
Terbaru ada program Cashback harian sebesar Rp50.000 kepada 5 wajib pajak yang patuh membayar pajak. Pemberian reward berupa cashback berlaku di seluruh Samsat Induk kabupaten/kota di Jateng mulai 5 November-31 Desember 2026.
Penerima sesuai nomor urut antrean kedatangan wajib pajak di Samsat Induk, terdiri dari 3 wajib pajak untuk pembayaran pajak tahunan dan 2 wajib pajak untuk pembayaran pajak 5 tahunan.
"Setiap hari kita berikan 5 orang yang taat membayar pajak kendaraan bermotor, baik yang tepat waktu maupun juga sebelum waktunya. Jadi untuk masyarakat yang membayar pajak sebelum jatuh tempo," ucap Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah, Muhamad Masrofi, saat jumpa pers di Co-Working Space Rumah Rakyat, Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Kamis, 5 November 2026.
Program Cashback ini menambah deretan insentif pajak yang diberikan oleh Pemprov Jateng. Sebelumnya, sudah ada program untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak, di antaranya pada Februari 2026, Pemprov telah memberikan insentif berupa diskon 5% yang masih berlaku sampai akhir tahun ini.
Selanjutnya pada 21 September 2026, insentif diberikan melalui program bebas biaya denda pajak kendaraan bermotor (PKB) dan pajak progresif. Program ini masih berjalan hingga 28 Desember 2026. Lalu pada akhir tahun nanti, juga akan dilakukan pemberian apresiasi kepada wajib pajak yang patuh melalui Gebyar Samsat Jateng.
"Harapannya dengan adanya beberapa program tersebut, nilai kepatuhan membayar pajak dapat naik. Contoh pada April 2026 lalu, nilai kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor di Jawa Tengah sekitar 54%, per Oktober 2026 sudah naik menjadi 57%. Kami ingin menjaga nilai kepatuhan ini minimal, seperti tahun 2025, yaitu 67%," ucap Kepala Bapenda Jateng.
Beberapa program tersebut mendapat apresiasi dan dukungan dari Polda Jateng dan Jasa Raharja Jateng.
Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, Kombes Pol Muhammad Aldian, mengatakan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) sebagai salah satu tim pembina Samsat telah melakukan sosialisasi program Cashback kepada seluruh jajaran, termasuk arahan agar mengantisipasi antrean sebelum Samsat dibuka.
"Cashback Rp50.000 ini bisa menjadi stimulus, jadi wajib pajak tidak perlu menunggu jatuh tempo untuk membayar pajak agar bisa mendapatkan cashback itu. Begitu juga dengan program lain yang sudah dilakukan oleh Pemprov Jateng," ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Utama PT Jasa Raharja (Persero) Jawa Tengah, Hendriawanto. Sosialisasi program Cashback juga sudah dilakukan oleh Jasa Raharja sebagai bentuk dukungan dan kolaborasi dengan Pemprov Jateng dan Polda Jateng. Ia berharap, program ini dapat berkontribusi positif untuk masyarakat dan meningkatkan kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) di Jateng.
SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, telah memberikan sejumlah insentif atau keringanan untuk menjaga serta mendongkrak kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor (PKB) di wilayahnya.
Terbaru ada program Cashback harian sebesar Rp50.000 kepada 5 wajib pajak yang patuh membayar pajak. Pemberian reward berupa cashback berlaku di seluruh Samsat Induk kabupaten/kota di Jateng mulai 5 November-31 Desember 2026.
Penerima sesuai nomor urut antrean kedatangan wajib pajak di Samsat Induk, terdiri dari 3 wajib pajak untuk pembayaran pajak tahunan dan 2 wajib pajak untuk pembayaran pajak 5 tahunan.
"Setiap hari kita berikan 5 orang yang taat membayar pajak kendaraan bermotor, baik yang tepat waktu maupun juga sebelum waktunya. Jadi untuk masyarakat yang membayar pajak sebelum jatuh tempo," ucap Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah, Muhamad Masrofi, saat jumpa pers di Co-Working Space Rumah Rakyat, Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Kamis, 5 November 2026.
Program Cashback ini menambah deretan insentif pajak yang diberikan oleh Pemprov Jateng. Sebelumnya, sudah ada program untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak, di antaranya pada Februari 2026, Pemprov telah memberikan insentif berupa diskon 5% yang masih berlaku sampai akhir tahun ini.
Selanjutnya pada 21 September 2026, insentif diberikan melalui program bebas biaya denda pajak kendaraan bermotor (PKB) dan pajak progresif. Program ini masih berjalan hingga 28 Desember 2026. Lalu pada akhir tahun nanti, juga akan dilakukan pemberian apresiasi kepada wajib pajak yang patuh melalui Gebyar Samsat Jateng.
"Harapannya dengan adanya beberapa program tersebut, nilai kepatuhan membayar pajak dapat naik. Contoh pada April 2026 lalu, nilai kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor di Jawa Tengah sekitar 54%, per Oktober 2026 sudah naik menjadi 57%. Kami ingin menjaga nilai kepatuhan ini minimal, seperti tahun 2025, yaitu 67%," ucap Kepala Bapenda Jateng.
Beberapa program tersebut mendapat apresiasi dan dukungan dari Polda Jateng dan Jasa Raharja Jateng.
Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, Kombes Pol Muhammad Aldian, mengatakan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) sebagai salah satu tim pembina Samsat telah melakukan sosialisasi program Cashback kepada seluruh jajaran, termasuk arahan agar mengantisipasi antrean sebelum Samsat dibuka.
"Cashback Rp50.000 ini bisa menjadi stimulus, jadi wajib pajak tidak perlu menunggu jatuh tempo untuk membayar pajak agar bisa mendapatkan cashback itu. Begitu juga dengan program lain yang sudah dilakukan oleh Pemprov Jateng," ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Utama PT Jasa Raharja (Persero) Jawa Tengah, Hendriawanto. Sosialisasi program Cashback juga sudah dilakukan oleh Jasa Raharja sebagai bentuk dukungan dan kolaborasi dengan Pemprov Jateng dan Polda Jateng. Ia berharap, program ini dapat berkontribusi positif untuk masyarakat dan meningkatkan kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) di Jateng.
Berita Terbaru