Follow Us :              

Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan Pemprov Jateng Tuai Berbagai Dukungan

  06 November 2026  |   09:30:00  |   dibaca : 20 
Kategori :
Bagikan :

Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan Pemprov Jateng Tuai Berbagai Dukungan

06 November 2026 | 09:30:00 | dibaca : 20
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu
Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan Pemprov Jateng Tuai Berbagai Dukungan
Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan Pemprov Jateng Tuai Berbagai Dukungan
Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan Pemprov Jateng Tuai Berbagai Dukungan
Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan Pemprov Jateng Tuai Berbagai Dukungan
Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan Pemprov Jateng Tuai Berbagai Dukungan
Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan Pemprov Jateng Tuai Berbagai Dukungan
Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan Pemprov Jateng Tuai Berbagai Dukungan
Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan Pemprov Jateng Tuai Berbagai Dukungan
Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan Pemprov Jateng Tuai Berbagai Dukungan
Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan Pemprov Jateng Tuai Berbagai Dukungan

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG – Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan (Sopan) yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendapat sambutan positif dari Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jateng. Organisasi ini menilai program konservasi air tersebut sangat bagus untuk kelestarian lingkungan. 

Wakil Ketua Bidang Kerja Sama PWNA Jawa Tengah, Ranum Ester Putri Perdani, menyambut positif dan menyatakan kesiapan organisasinya untuk ikut menyosialisasikan serta mendukung gerakan konservasi air tersebut.

Ia mengatakan, PWNA memiliki jaringan organisasi hingga tingkat cabang dan ranting yang dapat menjadi kekuatan untuk memperluas pelaksanaan program tersebut.

"Program Sopan sangat bagus. Harapannya, PWNA Jawa Tengah bisa berkolaborasi membuat sumur-sumur resapan,” ucapnya saat melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, di Kota Semarang pada Jumat, 6 November 2026.

Pihaknya juga siap menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mendukung program pemberdayaan perempuan dan anak.

Ranum mengatakan, program Nasyiatul Aisyiyah tidak hanya menyasar kalangan internal organisasi, tetapi juga dirancang agar dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

"Program-program NA ini sangat mendukung perempuan dan anak. Kami ingin membantu perempuan, ibu, anak, maupun perempuan muda untuk menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Program kami juga diharapkan bisa mendukung masyarakat luas sekaligus bersinergi dengan program-program pemerintah," ujarnya.

Sebagai informasi, gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan (Sopan) diluncurkan Wagub pada 27 Oktober 2026 di Dusun Gertas, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.

Gerakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat cadangan air tanah, terutama saat musim kemarau.

Dusun Gertas menjadi salah satu contoh penerapan konservasi air berbasis masyarakat. Sumur resapan yang dibangun sejak tahun 2019 itu telah dirasakan manfaatnya oleh warga, terutama dalam membantu menjaga kestabilan debit air.

Wagub berharap, pengalaman masyarakat Dusun Gertas dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Jawa Tengah untuk mengembangkan gerakan konservasi air yang dimulai dari lingkungan rumah tangga.

Melalui kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan, termasuk Nasyiatul Aisyiyah, Pemprov Jateng berharap gerakan Sopan semakin luas menjangkau masyarakat. Dengan demikian, upaya menjaga ketersediaan air dan kelestarian lingkungan dapat menjadi gerakan bersama yang dapat dimulai dari rumah.


Bagikan :

SEMARANG – Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan (Sopan) yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendapat sambutan positif dari Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jateng. Organisasi ini menilai program konservasi air tersebut sangat bagus untuk kelestarian lingkungan. 

Wakil Ketua Bidang Kerja Sama PWNA Jawa Tengah, Ranum Ester Putri Perdani, menyambut positif dan menyatakan kesiapan organisasinya untuk ikut menyosialisasikan serta mendukung gerakan konservasi air tersebut.

Ia mengatakan, PWNA memiliki jaringan organisasi hingga tingkat cabang dan ranting yang dapat menjadi kekuatan untuk memperluas pelaksanaan program tersebut.

"Program Sopan sangat bagus. Harapannya, PWNA Jawa Tengah bisa berkolaborasi membuat sumur-sumur resapan,” ucapnya saat melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, di Kota Semarang pada Jumat, 6 November 2026.

Pihaknya juga siap menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mendukung program pemberdayaan perempuan dan anak.

Ranum mengatakan, program Nasyiatul Aisyiyah tidak hanya menyasar kalangan internal organisasi, tetapi juga dirancang agar dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

"Program-program NA ini sangat mendukung perempuan dan anak. Kami ingin membantu perempuan, ibu, anak, maupun perempuan muda untuk menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Program kami juga diharapkan bisa mendukung masyarakat luas sekaligus bersinergi dengan program-program pemerintah," ujarnya.

Sebagai informasi, gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan (Sopan) diluncurkan Wagub pada 27 Oktober 2026 di Dusun Gertas, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.

Gerakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat cadangan air tanah, terutama saat musim kemarau.

Dusun Gertas menjadi salah satu contoh penerapan konservasi air berbasis masyarakat. Sumur resapan yang dibangun sejak tahun 2019 itu telah dirasakan manfaatnya oleh warga, terutama dalam membantu menjaga kestabilan debit air.

Wagub berharap, pengalaman masyarakat Dusun Gertas dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Jawa Tengah untuk mengembangkan gerakan konservasi air yang dimulai dari lingkungan rumah tangga.

Melalui kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan, termasuk Nasyiatul Aisyiyah, Pemprov Jateng berharap gerakan Sopan semakin luas menjangkau masyarakat. Dengan demikian, upaya menjaga ketersediaan air dan kelestarian lingkungan dapat menjadi gerakan bersama yang dapat dimulai dari rumah.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu