Follow Us :              

Lulusan Sekolah Pamong Praja Harus Lebih Percaya Diri

  14 July 2018  |   12:00:00  |   dibaca : 2441 
Kategori :
Bagikan :


Lulusan Sekolah Pamong Praja Harus Lebih Percaya Diri

14 July 2018 | 12:00:00 | dibaca : 2441
Kategori :
Bagikan :

Foto : (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : (Humas Jateng)

SEMARANG – Lulusan Sekolah Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan harus bisa menghilangkan paradigma sudah cukup puas dengan hanya menjadi camat. Para alumni harus memiliki kepercayaan diri untuk bisa menjadi pemimpin di tingkatan yang lebih tinggi baik di tingkat kabupaten/kota sebagai bupati atau wali kota dan wakilnya maupun di tingkat provinsi sebagai gubernur ataupun wakil gubernur.

Hal tersebut diutarakan Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko Msi saat memberikan pengarahan dalam acara Silaturahmi, Reuni Akbar dan Pengukuhan Pengurus Paguyuban Purna Widya Praja (PPWP) Periode 2018-2023 di Wisma Perdamaian Semarang, Sabtu (14/7/2018). 

“Dulu APDN disebut sebagai sekolah camat karena ada jaminan jadi camat. Namun paradigma kudu nrimo mung jadi camat harus dibuang karena kita punya kesempatan yang sama,” katanya.

Heru mencontohkan dirinya sebagai alumni sekolah pamong praja bisa menjadi bupati dan kini menjadi wakil gubernur mendampingi Gubernur Ganjar Pranowo. Bahkan dari sejak kemerdekaan Indonesia hingga sekarang tercatat lulusan APDN bisa menjadi menteri di pemerintahan.

“Jadi lulusan APDN, STPDN, IPDN dan lain-lain boleh jadi bupati, sekarang di Jawa Tengah baru boleh jadi wakil gubernur,” ujarnya.

Heru menjelaskan lulusan sekolah pamong praja juga memiliki kompetensi yang tinggi untuk jadi pemimpin. Sebab mereka tidak hanya dididik menjadi pengikut pimpinan yang loyal, namun juga sebagai pemimpin yang bisa mengayomi.

“Kita dididik ini tidak hanya untuk jadi pengikut, tidak hanya jadi follower, tetapi kita dididik untuk jadi pamong. Pamong itu pemimpin dengan karakteristik ngemong dan itulah pamong praja,” terangnya.

Mantan Bupati Purbalingga ini mengatakan kepada para generasi muda lulusan sekolah pamong praja untuk memiliki kepercayaan diri dan tidak perlu ragu ketika mau mencalonkan diri sebagai pemimpin daerah. Karena para senior mereka terus mendukung dan mendorong agar dapat meraih kesuksesan.

“Kami ingin mengajak ayo kita para senior, kita dorong yang muda-muda ini. Kita memang selama ini bangga para alumni menjadi PNS yang loyal itu baik, tapi saya kira kita juga boleh menjadi pemimpin yang mampu dan berkemampuan,” pungkasnya.

(Kukuh/Puji/Humas Jateng)

 

Baca jugaWagub Dorong Alumnus IPDN Kembangkan Karir


Bagikan :

SEMARANG – Lulusan Sekolah Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan harus bisa menghilangkan paradigma sudah cukup puas dengan hanya menjadi camat. Para alumni harus memiliki kepercayaan diri untuk bisa menjadi pemimpin di tingkatan yang lebih tinggi baik di tingkat kabupaten/kota sebagai bupati atau wali kota dan wakilnya maupun di tingkat provinsi sebagai gubernur ataupun wakil gubernur.

Hal tersebut diutarakan Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko Msi saat memberikan pengarahan dalam acara Silaturahmi, Reuni Akbar dan Pengukuhan Pengurus Paguyuban Purna Widya Praja (PPWP) Periode 2018-2023 di Wisma Perdamaian Semarang, Sabtu (14/7/2018). 

“Dulu APDN disebut sebagai sekolah camat karena ada jaminan jadi camat. Namun paradigma kudu nrimo mung jadi camat harus dibuang karena kita punya kesempatan yang sama,” katanya.

Heru mencontohkan dirinya sebagai alumni sekolah pamong praja bisa menjadi bupati dan kini menjadi wakil gubernur mendampingi Gubernur Ganjar Pranowo. Bahkan dari sejak kemerdekaan Indonesia hingga sekarang tercatat lulusan APDN bisa menjadi menteri di pemerintahan.

“Jadi lulusan APDN, STPDN, IPDN dan lain-lain boleh jadi bupati, sekarang di Jawa Tengah baru boleh jadi wakil gubernur,” ujarnya.

Heru menjelaskan lulusan sekolah pamong praja juga memiliki kompetensi yang tinggi untuk jadi pemimpin. Sebab mereka tidak hanya dididik menjadi pengikut pimpinan yang loyal, namun juga sebagai pemimpin yang bisa mengayomi.

“Kita dididik ini tidak hanya untuk jadi pengikut, tidak hanya jadi follower, tetapi kita dididik untuk jadi pamong. Pamong itu pemimpin dengan karakteristik ngemong dan itulah pamong praja,” terangnya.

Mantan Bupati Purbalingga ini mengatakan kepada para generasi muda lulusan sekolah pamong praja untuk memiliki kepercayaan diri dan tidak perlu ragu ketika mau mencalonkan diri sebagai pemimpin daerah. Karena para senior mereka terus mendukung dan mendorong agar dapat meraih kesuksesan.

“Kami ingin mengajak ayo kita para senior, kita dorong yang muda-muda ini. Kita memang selama ini bangga para alumni menjadi PNS yang loyal itu baik, tapi saya kira kita juga boleh menjadi pemimpin yang mampu dan berkemampuan,” pungkasnya.

(Kukuh/Puji/Humas Jateng)

 

Baca jugaWagub Dorong Alumnus IPDN Kembangkan Karir


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu