Follow Us :              

Hari Keempat Bagi Nasi Kotak, Pemprov Jateng Mulai Dapat Sumbangan

  03 April 2020  |   11:00:00  |   dibaca : 452 
Kategori :
Bagikan :


Hari Keempat Bagi Nasi Kotak, Pemprov Jateng Mulai Dapat Sumbangan

03 April 2020 | 11:00:00 | dibaca : 452
Kategori :
Bagikan :

Foto : Simon (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Simon (Humas Jateng)

SEMARANG - Makan siang gratis yang berlangsung Jumat (03/04/2020), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menambah kuota menjadi 2.000 nasi kotak. Dan yang menggembirakan, di hari keempat pelaksanaan kegiatan tersebut, Pemprov Jateng mulai mendapat sumbangan dari pihak lain, sehingga menambah kuota makan siang yang dibagikan kepada masyarakat.

Hari ini, Pemprov Jateng mendapat tambahan nasi sebanyak 60 bungkus dari Kejaksaan Tinggi Jateng. Sedikit dan hanya sederhana memang. Namun, artinya semakin banyak masyarakat yang mendapat bagian untuk mengurangi beban pengeluaran. Selain dari Kejaksaan Tinggi, Korpri Jateng juga memberi bantuan telur sebanyak 100 bungkus untuk masyarakat kurang mampu, seperti penyapu jalan, PKL, dan pekerja informal lainnya.

Seperti tersirat dari wajah bahagia yang tercermin dari wajah Sugiyanti. Meski ia biasa menyapu jalan di sekitar Jalan Pahlawan, baru hari ini mengantri makan siang gratis. Dia terkejut, karena juga mendapat telur satu kantong plastik yang isinya 10 butir.

"Alhamdulillah mendapat setengah kilo telur lebih. Saya kira cuma dapat makan siang. Ini bisa buat lauk dua hari," tutur ibu tiga anak itu.

Perasaan senang juga disampaikan Tomo, kakek berusia 63 tahun. Dia yang berjalan kaki dari rumahnya di daerah Mrican-Semarang, untuk berobat ke RS Kariadi, mengucap syukur mendapat makan siang gratis.

"Saya sempat stroke. Ini bawa rujukan mau ke Kariadi karena sakit mata. Di kantong saya hanya ada uang Rp 2.000. Makanya saya jalan kaki dari rumah. Alhamdulillah lewat sini mendapat makan siang gratis," tuturnya laki-laki yang sempat bekerja sebagai sopir angkot itu dengan terbata.

Prastoyo, penyapu jalan warga Wologito Semarang menuturkan, makan siang gratis ini membuatnya lebih hemat. Tidak perlu membeli makan siang yang paling tidak mengeluarkan biaya Rp 15.000. 

"Terima kasih pemprov, sudah menyediakan makan siang," ujarnya.

Dari hari pertama dilaksanakan pembagian makan siang gratis, hari ini merupakan kuota terbesar yang dibagikan. Bertambahnya kuota, membuat petugas juga semakin ketat untuk mengingatkan masyarakat dalam menjaga jarak aman.

"Silakan mengantri dengan memperhatikan jarak aman. Ini untuk kesehatan bapak ibu semua," seru Seno, salah satu petugas.


Bagikan :

SEMARANG - Makan siang gratis yang berlangsung Jumat (03/04/2020), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menambah kuota menjadi 2.000 nasi kotak. Dan yang menggembirakan, di hari keempat pelaksanaan kegiatan tersebut, Pemprov Jateng mulai mendapat sumbangan dari pihak lain, sehingga menambah kuota makan siang yang dibagikan kepada masyarakat.

Hari ini, Pemprov Jateng mendapat tambahan nasi sebanyak 60 bungkus dari Kejaksaan Tinggi Jateng. Sedikit dan hanya sederhana memang. Namun, artinya semakin banyak masyarakat yang mendapat bagian untuk mengurangi beban pengeluaran. Selain dari Kejaksaan Tinggi, Korpri Jateng juga memberi bantuan telur sebanyak 100 bungkus untuk masyarakat kurang mampu, seperti penyapu jalan, PKL, dan pekerja informal lainnya.

Seperti tersirat dari wajah bahagia yang tercermin dari wajah Sugiyanti. Meski ia biasa menyapu jalan di sekitar Jalan Pahlawan, baru hari ini mengantri makan siang gratis. Dia terkejut, karena juga mendapat telur satu kantong plastik yang isinya 10 butir.

"Alhamdulillah mendapat setengah kilo telur lebih. Saya kira cuma dapat makan siang. Ini bisa buat lauk dua hari," tutur ibu tiga anak itu.

Perasaan senang juga disampaikan Tomo, kakek berusia 63 tahun. Dia yang berjalan kaki dari rumahnya di daerah Mrican-Semarang, untuk berobat ke RS Kariadi, mengucap syukur mendapat makan siang gratis.

"Saya sempat stroke. Ini bawa rujukan mau ke Kariadi karena sakit mata. Di kantong saya hanya ada uang Rp 2.000. Makanya saya jalan kaki dari rumah. Alhamdulillah lewat sini mendapat makan siang gratis," tuturnya laki-laki yang sempat bekerja sebagai sopir angkot itu dengan terbata.

Prastoyo, penyapu jalan warga Wologito Semarang menuturkan, makan siang gratis ini membuatnya lebih hemat. Tidak perlu membeli makan siang yang paling tidak mengeluarkan biaya Rp 15.000. 

"Terima kasih pemprov, sudah menyediakan makan siang," ujarnya.

Dari hari pertama dilaksanakan pembagian makan siang gratis, hari ini merupakan kuota terbesar yang dibagikan. Bertambahnya kuota, membuat petugas juga semakin ketat untuk mengingatkan masyarakat dalam menjaga jarak aman.

"Silakan mengantri dengan memperhatikan jarak aman. Ini untuk kesehatan bapak ibu semua," seru Seno, salah satu petugas.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu