Follow Us :              

Selain Jualan, Pabrik Masker Ini Juga Sumbangkan Masker Buatannya

  08 April 2020  |   11:00:00  |   dibaca : 2047 
Kategori :
Bagikan :


Selain Jualan, Pabrik Masker Ini Juga Sumbangkan Masker Buatannya

08 April 2020 | 11:00:00 | dibaca : 2047
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

AMBARAWA - Yunus, pengusaha konveksi Javalava, banting setir menjadi produsen masker dan coverall setelah usahanya membuat kaus, baju dan jaket kian sepi pesanan sebagai imbas wabah corona. 

Pabrik kecilnya bisa memproduksi hingga seribu masker perhari. Sebagian masker dan coverall produksinya dijual, sisanya disumbangkan ke masyarakat di berbagai daerah di Nusantara melalui puskesmas. 

Yunus menargetkan bisa menyumbang 20 ribu masker. Saat ini baru 6 ribu masker yang telah dia sumbangkan. 

Apa yang dilakukan Yunus ini mendapatkan apresiasi dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Di saat semua orang memerlukan masker, kreativitas pengusaha akhirnya bisa memberi jalan keluar.

"Sebut saja masker yang dia sumbangkan itu adalah bentuk CSR-nya. Ada kemanusiaannya yang diberikan. Kita minta industri tekstil tidak menaikkan harga kain agar bisa menolong," kata Ganjar saat berkunjung ke Javalava di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (8/4/2020).

Di pabrik tersebut, Ganjar pun berbincang dengan para penjahit, salah satunya Salbiah (35). Beberapa kali, Ganjar tertawa terbahak-bahak saat berbincang dengan Salbiah. Jawaban Salbiah yang polos membuat Ganjar tak mampu menahan tawa.

"Sekarang bikin apa, Bu?" tanya Ganjar pada Salbiah.

"Sekarang bikin masker, Pak. Buat penutup mulut. Biasanya juga menjahit kathok bolong (celana bolong -Red), pak," jawab Salbiah, yang membuat Ganjar tertawa. 

Ganjar pun mencoba mengulik obrolan lebih dalam dengan Salbiah tentang pekerjaan barunya itu. Maklum, baru sekitar satu minggu dia bekerja sebagai penjahit masker. 

"Setelah dibikin, maskernya buat apa?" tanya Ganjar. 

"Ya dijual lah, Pak, tapi menjual kan bukan urusan saya, Pak," jawab Salbiah yang kembali membuat Ganjar terbahak-bahak. 

Meski mendapat candaan, Ganjar justru mengakui performa kerja Salbiah. Bekerja sejak pukul delapan pagi hingga setengah lima sore dan mendapat satu jam istirahat, Salbiah mampu menghasilkan 100 masker perhari. 

Ganjar pun penasaran berapa gaji yang diterima Salbiah. 

"Tidak tahu gajinya berapa. Soalnya belum gajian. Kerja baru satu minggu," kata Salbiah. Sontak saja kalimat tersebut membuat keduanya tertawa. 

Selain Salbiah, Yunus juga mempekerjakan penjahitnya yang sebelumnya bertugas menjahit pesanan kaos. Ini dilakukannya demi memberikan pemasukan kepada karyawan.


Bagikan :

AMBARAWA - Yunus, pengusaha konveksi Javalava, banting setir menjadi produsen masker dan coverall setelah usahanya membuat kaus, baju dan jaket kian sepi pesanan sebagai imbas wabah corona. 

Pabrik kecilnya bisa memproduksi hingga seribu masker perhari. Sebagian masker dan coverall produksinya dijual, sisanya disumbangkan ke masyarakat di berbagai daerah di Nusantara melalui puskesmas. 

Yunus menargetkan bisa menyumbang 20 ribu masker. Saat ini baru 6 ribu masker yang telah dia sumbangkan. 

Apa yang dilakukan Yunus ini mendapatkan apresiasi dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Di saat semua orang memerlukan masker, kreativitas pengusaha akhirnya bisa memberi jalan keluar.

"Sebut saja masker yang dia sumbangkan itu adalah bentuk CSR-nya. Ada kemanusiaannya yang diberikan. Kita minta industri tekstil tidak menaikkan harga kain agar bisa menolong," kata Ganjar saat berkunjung ke Javalava di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (8/4/2020).

Di pabrik tersebut, Ganjar pun berbincang dengan para penjahit, salah satunya Salbiah (35). Beberapa kali, Ganjar tertawa terbahak-bahak saat berbincang dengan Salbiah. Jawaban Salbiah yang polos membuat Ganjar tak mampu menahan tawa.

"Sekarang bikin apa, Bu?" tanya Ganjar pada Salbiah.

"Sekarang bikin masker, Pak. Buat penutup mulut. Biasanya juga menjahit kathok bolong (celana bolong -Red), pak," jawab Salbiah, yang membuat Ganjar tertawa. 

Ganjar pun mencoba mengulik obrolan lebih dalam dengan Salbiah tentang pekerjaan barunya itu. Maklum, baru sekitar satu minggu dia bekerja sebagai penjahit masker. 

"Setelah dibikin, maskernya buat apa?" tanya Ganjar. 

"Ya dijual lah, Pak, tapi menjual kan bukan urusan saya, Pak," jawab Salbiah yang kembali membuat Ganjar terbahak-bahak. 

Meski mendapat candaan, Ganjar justru mengakui performa kerja Salbiah. Bekerja sejak pukul delapan pagi hingga setengah lima sore dan mendapat satu jam istirahat, Salbiah mampu menghasilkan 100 masker perhari. 

Ganjar pun penasaran berapa gaji yang diterima Salbiah. 

"Tidak tahu gajinya berapa. Soalnya belum gajian. Kerja baru satu minggu," kata Salbiah. Sontak saja kalimat tersebut membuat keduanya tertawa. 

Selain Salbiah, Yunus juga mempekerjakan penjahitnya yang sebelumnya bertugas menjahit pesanan kaos. Ini dilakukannya demi memberikan pemasukan kepada karyawan.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu