Follow Us :              

Ganjar Ngabuburit Bersama Mahasiswa Asal Sumbar, Jatim dan Jabar

  24 April 2020  |   16:30:00  |   dibaca : 609 
Kategori :
Bagikan :


Ganjar Ngabuburit Bersama Mahasiswa Asal Sumbar, Jatim dan Jabar

24 April 2020 | 16:30:00 | dibaca : 609
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Sembari menanti waktu berbuka puasa (ngabuburit), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkeliling ke sejumlah komunitas mahasiswa asal luar Jateng yang ada di Kota Semarang, Jumat (24/4/2020) sore. 

Mengendarai motornya, Ganjar berkunjung ke komunitas mahasiswa asal Sumatera Barat dan Jawa Timur di Kelurahan Sekaran Kecamatan Gunungpati, dan komunitas mahasiswa DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat di Ngaliyan Kota Semarang. 

Di ketiga tempat itu, Ganjar disambut para mahasiswa dengan penuh sukacita. Candaan serta obrolan santai menghiasi pertemuan singkat tersebut. Beberapa mahasiswa memanfaatkan momen bertemu Ganjar untuk curhat bagaimana kondisi mereka yang kesulitan karena mewabahnya corona. 

"Kangen sama orang tua pak, tapi ndak bisa pulang. Itu sampai temen saya ada yang nangis saat video call dengan ibunya. Kiriman dari rumah juga sering macet sekarang," curhat Arifin (22), mahasiswa asal Jawa Timur.

Arifin bercerita, dia berkuliah di Semarang mengandalkan dana beasiswa. Bapak ibunya yang sehari-harinya hidup dari bertani membuat Arifin harus mandiri. Tidak ada uang bulanan yang dikirimkan. Kadang dia membawa beras atau bahan makanan lain hasil panenan orang tuanya jika kebetulan pulang kampung saat tengah panen. 

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Arifin bekerja sambilan sebagai guru pramuka. Dari pekerjaannya itu, dia mendapat honor Rp 60 ribu setiap selesai mengajar. Uang itu dia pakai untuk makan dan membeli kebutuhan pribadinya. Beruntung, ada dosen yang mau menampungnya sehingga dia tidak terbeban biaya kos. 

"Alhamdulillah masih mencukupi. Yang penting kalau usaha, pasti ada jalan pak," ujar Arifin. 

Curhatan Arifin itu menyentuh hati Ganjar. Ia teringat kenangan masa kuliah, ketika mengalami hal yang sama seperti Arifin. 

"Jangan minder, kamu anak hebat. Kamu tahu, ada anak namanya Ganjar Pranowo dulu semasa kuliahnya juga sulit. Untuk makan dan lainnya, dia mengajar tentang pecinta alam di sekolah-sekolah. Bayarannya Rp 35 ribu. Dan anak bernama Ganjar Pranowo itu sekarang jadi Gubernur Jawa Tengah," kata Ganjar kepada Arifin, disambut tepuk tangan mahasiswa lainnya.

Ganjar meminta kepada Arifin dan semua mahasiswa yang dia temui untuk tetap semangat dalam menempuh pendidikan. Keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang menggapai cita-cita.

"Apalagi sekarang musim pagebluk seperti ini, pasti orang tua di rumah kesulitan. Ayo kita bantu mereka dengan berjuang di sini. Apapun harus dilakukan agar bisa survive. Ini saya bantu sembako untuk kalian makan bareng-bareng biar irit. Tidak usah beli-beli dulu. kalau butuh apa-apa, telpon saya atau DM di medsos," pesannya.

"Jangan mudik ya, di sini saja. Nanti pulangnya kalau kondisi sudah membaik," imbuh Ganjar.

Kampanye Hidup Bersih

Ganjar juga mengajak para mahasiswa itu memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dengan ikut mengampanyekan pentingnya mengenakan masker, rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta patuh menerapkan physical distancing di manapun. 

"Kalau ketemu orang berkerumun dikandani (dinasehati), kalau tidak pakai masker diminta pakai masker. Kita harus genjot sosialisasi ini karena peningkatan wabah covid-19 ini terus meningkat. Apalagi di Kota Semarang ini, yang jumlah kasus positifnya tertinggi di Jawa Tengah," pesannya.

Kedatangan Ganjar membawa kebahagiaan tersendiri bagi Aditya Dwiansyah. Mahasiswa asal Bogor itu tidak menduga, orang nomor satu di Jawa Tengah mau mampir di tempat tinggalnya.

"Senang sekali, tidak menyangka meskipun kami bukan warga Jateng, tapi tetap diperhatikan. Apalagi Pak Ganjar datang membawa bantuan, kami terharu sekali," kata dia.

Aditya mengatakan, wabah covid-19 membuat ia bersama sembilan orang lainnya tidak bisa pulang kampung. Mereka yang berasal dari DKI Jakarta, Jabar dan Banten tidak bisa pulang karena di daerahnya telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Daerah kami PSBB, jadi tidak bisa pulang. Alhamdulillah ini dapat bantuan Pak Ganjar, ini sangat membantu. Terharu rasanya, saat sedang kondisi krisis, akhir bulan belum dapat kiriman, tiba-tiba Pak Ganjar datang kasih bantuan. Kami terharu dan benar-benar mengucapkan terima kasih," kata Aditya.

Kunjungan ke asrama mahasiswa luar daerah bukan kali ini dilakukan Ganjar. Sebelumnya, Ganjar telah berkeliling sejumlah asrama mahasiswa daerah lain yang ada di Kota Semarang meliputi asrama mahasiswa West Papua, Kalimantan Barat, Aceh, Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Maluku dan Timika. Di sejumlah tempat itu, Ganjar memberikan bantuan sembako dan kebutuhan lainnya.


Bagikan :

SEMARANG - Sembari menanti waktu berbuka puasa (ngabuburit), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkeliling ke sejumlah komunitas mahasiswa asal luar Jateng yang ada di Kota Semarang, Jumat (24/4/2020) sore. 

Mengendarai motornya, Ganjar berkunjung ke komunitas mahasiswa asal Sumatera Barat dan Jawa Timur di Kelurahan Sekaran Kecamatan Gunungpati, dan komunitas mahasiswa DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat di Ngaliyan Kota Semarang. 

Di ketiga tempat itu, Ganjar disambut para mahasiswa dengan penuh sukacita. Candaan serta obrolan santai menghiasi pertemuan singkat tersebut. Beberapa mahasiswa memanfaatkan momen bertemu Ganjar untuk curhat bagaimana kondisi mereka yang kesulitan karena mewabahnya corona. 

"Kangen sama orang tua pak, tapi ndak bisa pulang. Itu sampai temen saya ada yang nangis saat video call dengan ibunya. Kiriman dari rumah juga sering macet sekarang," curhat Arifin (22), mahasiswa asal Jawa Timur.

Arifin bercerita, dia berkuliah di Semarang mengandalkan dana beasiswa. Bapak ibunya yang sehari-harinya hidup dari bertani membuat Arifin harus mandiri. Tidak ada uang bulanan yang dikirimkan. Kadang dia membawa beras atau bahan makanan lain hasil panenan orang tuanya jika kebetulan pulang kampung saat tengah panen. 

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Arifin bekerja sambilan sebagai guru pramuka. Dari pekerjaannya itu, dia mendapat honor Rp 60 ribu setiap selesai mengajar. Uang itu dia pakai untuk makan dan membeli kebutuhan pribadinya. Beruntung, ada dosen yang mau menampungnya sehingga dia tidak terbeban biaya kos. 

"Alhamdulillah masih mencukupi. Yang penting kalau usaha, pasti ada jalan pak," ujar Arifin. 

Curhatan Arifin itu menyentuh hati Ganjar. Ia teringat kenangan masa kuliah, ketika mengalami hal yang sama seperti Arifin. 

"Jangan minder, kamu anak hebat. Kamu tahu, ada anak namanya Ganjar Pranowo dulu semasa kuliahnya juga sulit. Untuk makan dan lainnya, dia mengajar tentang pecinta alam di sekolah-sekolah. Bayarannya Rp 35 ribu. Dan anak bernama Ganjar Pranowo itu sekarang jadi Gubernur Jawa Tengah," kata Ganjar kepada Arifin, disambut tepuk tangan mahasiswa lainnya.

Ganjar meminta kepada Arifin dan semua mahasiswa yang dia temui untuk tetap semangat dalam menempuh pendidikan. Keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang menggapai cita-cita.

"Apalagi sekarang musim pagebluk seperti ini, pasti orang tua di rumah kesulitan. Ayo kita bantu mereka dengan berjuang di sini. Apapun harus dilakukan agar bisa survive. Ini saya bantu sembako untuk kalian makan bareng-bareng biar irit. Tidak usah beli-beli dulu. kalau butuh apa-apa, telpon saya atau DM di medsos," pesannya.

"Jangan mudik ya, di sini saja. Nanti pulangnya kalau kondisi sudah membaik," imbuh Ganjar.

Kampanye Hidup Bersih

Ganjar juga mengajak para mahasiswa itu memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dengan ikut mengampanyekan pentingnya mengenakan masker, rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta patuh menerapkan physical distancing di manapun. 

"Kalau ketemu orang berkerumun dikandani (dinasehati), kalau tidak pakai masker diminta pakai masker. Kita harus genjot sosialisasi ini karena peningkatan wabah covid-19 ini terus meningkat. Apalagi di Kota Semarang ini, yang jumlah kasus positifnya tertinggi di Jawa Tengah," pesannya.

Kedatangan Ganjar membawa kebahagiaan tersendiri bagi Aditya Dwiansyah. Mahasiswa asal Bogor itu tidak menduga, orang nomor satu di Jawa Tengah mau mampir di tempat tinggalnya.

"Senang sekali, tidak menyangka meskipun kami bukan warga Jateng, tapi tetap diperhatikan. Apalagi Pak Ganjar datang membawa bantuan, kami terharu sekali," kata dia.

Aditya mengatakan, wabah covid-19 membuat ia bersama sembilan orang lainnya tidak bisa pulang kampung. Mereka yang berasal dari DKI Jakarta, Jabar dan Banten tidak bisa pulang karena di daerahnya telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Daerah kami PSBB, jadi tidak bisa pulang. Alhamdulillah ini dapat bantuan Pak Ganjar, ini sangat membantu. Terharu rasanya, saat sedang kondisi krisis, akhir bulan belum dapat kiriman, tiba-tiba Pak Ganjar datang kasih bantuan. Kami terharu dan benar-benar mengucapkan terima kasih," kata Aditya.

Kunjungan ke asrama mahasiswa luar daerah bukan kali ini dilakukan Ganjar. Sebelumnya, Ganjar telah berkeliling sejumlah asrama mahasiswa daerah lain yang ada di Kota Semarang meliputi asrama mahasiswa West Papua, Kalimantan Barat, Aceh, Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Maluku dan Timika. Di sejumlah tempat itu, Ganjar memberikan bantuan sembako dan kebutuhan lainnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu