Follow Us :              

Gunakan Mesin Canggih, Wagub Ikuti Panen Raya

  16 July 2020  |   09:00:00  |   dibaca : 1170 
Kategori :
Bagikan :


Gunakan Mesin Canggih, Wagub Ikuti Panen Raya

16 July 2020 | 09:00:00 | dibaca : 1170
Kategori :
Bagikan :

Foto : Ebron (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Ebron (Humas Jateng)

KAB. TEGAL - Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen bersama Bupati Tegal, Ummi Azizah turun ke area persawahan bersama para petani untuk mengikuti panen raya padi di atas lahan seluas 136 hektar yang ada di Desa Bulak Pancing Kecamatan Dukuh Waru Kabupaten Tegal, Kamis (16/7/2020). 

Jika biasanya panen padi dilakukan secara manual dan butuh waktu seharian atau beberapa hari, Wagub dan Bupati Tegal turut memanen padi varietas inpari 32 dan mekongga menggunakan mesin pemanen ( combine harvester).

Wagub mengatakan kegiatan itu menjadi pengalaman pertama baginya. Panen padi menggunakan alat canggih tersebut terbilang cepat, hanya butuh 1 sampai 1,5 jam untuk memanen lahan seluas satu hektar.

"Kalau alatnya seperti ini, untuk panen 1 hektar, jika posisi padi tegak butuh waktu 1 jam, kalau padinya ambruk bisa sampai 1,5 jam. Per hektar menghasilkan 8 ton," katanya.

Dengan combine harvester, lanjutnya, ada efisiensi waktu dalam memanen. Efisiensi waktu itu akan lebih baik jika dimanfaatkan untuk memberikan nilai tambah pada hasil panen padi. Misalnya, mengembangkan packaging (pengemasan) nya, atau membuat olahan turunannya.

"Saya pesan ke petani, jangan hanya kita terpacu menjual gabahnya. Tapi kita mencoba untuk mengolah apa yang sudah kita panen," katanya.

Wagub menambahkan, Bumdes diminta untuk membeli gabah petani. Sehingga, hasil panen petani dapat dibeli dengan harga lebih tinggi daripada tengkulak.

"Bumdes ki kudu tuku nang nggone rakyat (Bumdes harusnya beli di tempat rakyat. Dudu dituku tengkulak (Bukan dibeli tengkulak," tandasnya.


Bagikan :

KAB. TEGAL - Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen bersama Bupati Tegal, Ummi Azizah turun ke area persawahan bersama para petani untuk mengikuti panen raya padi di atas lahan seluas 136 hektar yang ada di Desa Bulak Pancing Kecamatan Dukuh Waru Kabupaten Tegal, Kamis (16/7/2020). 

Jika biasanya panen padi dilakukan secara manual dan butuh waktu seharian atau beberapa hari, Wagub dan Bupati Tegal turut memanen padi varietas inpari 32 dan mekongga menggunakan mesin pemanen ( combine harvester).

Wagub mengatakan kegiatan itu menjadi pengalaman pertama baginya. Panen padi menggunakan alat canggih tersebut terbilang cepat, hanya butuh 1 sampai 1,5 jam untuk memanen lahan seluas satu hektar.

"Kalau alatnya seperti ini, untuk panen 1 hektar, jika posisi padi tegak butuh waktu 1 jam, kalau padinya ambruk bisa sampai 1,5 jam. Per hektar menghasilkan 8 ton," katanya.

Dengan combine harvester, lanjutnya, ada efisiensi waktu dalam memanen. Efisiensi waktu itu akan lebih baik jika dimanfaatkan untuk memberikan nilai tambah pada hasil panen padi. Misalnya, mengembangkan packaging (pengemasan) nya, atau membuat olahan turunannya.

"Saya pesan ke petani, jangan hanya kita terpacu menjual gabahnya. Tapi kita mencoba untuk mengolah apa yang sudah kita panen," katanya.

Wagub menambahkan, Bumdes diminta untuk membeli gabah petani. Sehingga, hasil panen petani dapat dibeli dengan harga lebih tinggi daripada tengkulak.

"Bumdes ki kudu tuku nang nggone rakyat (Bumdes harusnya beli di tempat rakyat. Dudu dituku tengkulak (Bukan dibeli tengkulak," tandasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu