Follow Us :              

Pemprov Fokus Stimulus UMKM Hadapi Resesi

  31 August 2020  |   09:00:00  |   dibaca : 255 

Bagikan :

Pemprov Fokus Stimulus UMKM Hadapi Resesi

31 August 2020 | 09:00:00 | dibaca : 255

Bagikan :

Foto : Tim Humas (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Tim Humas (Humas Jateng)

SEMARANG - Beberapa waktu lalu Menkopolhukam, Mahfud MD menyampaikan bahwa Indonesia hampir dipastikan masuk resesi bulan depan. Resesi tersebut diakibatkan adanya penurunan pertumbuhan ekonomi sampai minus atau di bawah 1. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak panik karena resesi bukanlah krisis ekonomi.

Menghadapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menyiapkan langkah untuk mendorong bangkitnya perekonomian. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya fokus memberikan stimulus untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta mendorong masyarakat untuk membeli produk dalam negeri.

"Kita siapkan agar bisa bangkit. Maka pemerintah sebagai stimulator dan dinamisator dalam beberapa hal bisa menjadi off-taker karena regulasi memungkinkan," katanya menanggapi pernyataan Mahfud MD, Senin (31/8/2020).

Ganjar menjelaskan, di Jawa Tengah sudah dilakukan pemetaan terkait sektor-sektor yang perlu mendapat dorongan dan pertolongan. Ganjar juga melibatkan para ahli dan pemangku kepentingan untuk menghitung bersama sektor tersebut. Berdasarkan urutan, sektor tertinggi adalah pariwisata, transportasi, dan perhotelan.

"Ini urutannya, nanti sampai kepada bisnis terkait, memang perlu mendapatkan rescue. Mudah mudahan nanti kita bisa melalui kesulitan ekonomi ini dengan baik. APBD dan APBN yang kita miliki dikerahkan untuk mendorong ke sana. Sekarang kita harus lebih hati-hati, lebih strategis lagi untuk memilih sektor yang kita bantu," jelasnya.

Di tengah kondisi seperti ini, lanjut Ganjar, memetakan kebutuhan dalam negeri menjadi sangat penting untuk mendorong produksi agar dapat memenuhi kebutuhan sendiri.

Selain itu, bantuan sosial juga banyak dibutuhkan dalam menghadapi situasi seperti ini. Maka Ganjar tak henti-hentinya mengajak masyarakat untuk membeli produk kawan sendiri dan produk dalam negeri.

"Kita dorong ke sana. Kalau sudah tahu kebutuhan dalam negeri apa saja, yuk kita buat, kita produksi sendiri, kemudian kita jual dan kita penuhi kebutuhan dalam negeri sendiri," katanya.

Langkah lain yang disiapkan adalah dorongan untuk menciptakan dan menumbuhkan entrepreneur baru. Langkah ini sekaligus untuk mengantisipasi kebutuhan pekerjaan dengan menciptakan lapangan pekerjaan.


Bagikan :

SEMARANG - Beberapa waktu lalu Menkopolhukam, Mahfud MD menyampaikan bahwa Indonesia hampir dipastikan masuk resesi bulan depan. Resesi tersebut diakibatkan adanya penurunan pertumbuhan ekonomi sampai minus atau di bawah 1. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak panik karena resesi bukanlah krisis ekonomi.

Menghadapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menyiapkan langkah untuk mendorong bangkitnya perekonomian. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya fokus memberikan stimulus untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta mendorong masyarakat untuk membeli produk dalam negeri.

"Kita siapkan agar bisa bangkit. Maka pemerintah sebagai stimulator dan dinamisator dalam beberapa hal bisa menjadi off-taker karena regulasi memungkinkan," katanya menanggapi pernyataan Mahfud MD, Senin (31/8/2020).

Ganjar menjelaskan, di Jawa Tengah sudah dilakukan pemetaan terkait sektor-sektor yang perlu mendapat dorongan dan pertolongan. Ganjar juga melibatkan para ahli dan pemangku kepentingan untuk menghitung bersama sektor tersebut. Berdasarkan urutan, sektor tertinggi adalah pariwisata, transportasi, dan perhotelan.

"Ini urutannya, nanti sampai kepada bisnis terkait, memang perlu mendapatkan rescue. Mudah mudahan nanti kita bisa melalui kesulitan ekonomi ini dengan baik. APBD dan APBN yang kita miliki dikerahkan untuk mendorong ke sana. Sekarang kita harus lebih hati-hati, lebih strategis lagi untuk memilih sektor yang kita bantu," jelasnya.

Di tengah kondisi seperti ini, lanjut Ganjar, memetakan kebutuhan dalam negeri menjadi sangat penting untuk mendorong produksi agar dapat memenuhi kebutuhan sendiri.

Selain itu, bantuan sosial juga banyak dibutuhkan dalam menghadapi situasi seperti ini. Maka Ganjar tak henti-hentinya mengajak masyarakat untuk membeli produk kawan sendiri dan produk dalam negeri.

"Kita dorong ke sana. Kalau sudah tahu kebutuhan dalam negeri apa saja, yuk kita buat, kita produksi sendiri, kemudian kita jual dan kita penuhi kebutuhan dalam negeri sendiri," katanya.

Langkah lain yang disiapkan adalah dorongan untuk menciptakan dan menumbuhkan entrepreneur baru. Langkah ini sekaligus untuk mengantisipasi kebutuhan pekerjaan dengan menciptakan lapangan pekerjaan.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu