Follow Us :              

Program PTSL, 80.920 Sertifikat dibagikan untuk warga Jateng

  05 January 2021  |   14:00:00  |   dibaca : 1992 
Kategori :
Bagikan :


Program PTSL, 80.920 Sertifikat dibagikan untuk warga Jateng

05 January 2021 | 14:00:00 | dibaca : 1992
Kategori :
Bagikan :

Foto : Simon (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Simon (Humas Jateng)

SEMARANG-  Sebanyak 80.920 sertifikat tanah dari Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) untuk warga Jawa Tengah, dibagikan secara simbolis di Hotel Patrajasa, Selasa (05/01/2021).

Seremonial penyerahan sertifikat tanah, dilakukan secara virtual di Istana Negara oleh Presiden RI Joko Widodo. Jumlah sertifikat yang diserahkan sebanyak 584.407 di 26 provinsi dan 273 kabupaten/kota.

Pj Sekda Provinsi Jawa Tengah Prasetyo Aribowo, turut hadir secara virtual dan memberikan pesan kepada para penerima sertifikat tanah untuk menjaga sertifikat dengan berhati-hati.

"Meneruskan pesan dari Bapak Presiden, simpan sertifikat baik-baik dan difotokopi. Jangan sampai hilang. Monggo kalau mau digunakan sesuai kepentingan masing-masing. Saya kira Bapak dan Ibu punya pertimbangan dan kalkulasi. Tentu kita eman-eman sertifikat yang sangat penting ini,” katanya.

Selain itu, ia juga mengapresiasi beberapa pihak yang mendukung program PTSL dan kinerja Kantor wilayah Badan Pertanahan Nasional Jawa Tengah yang telah mencapai target di tahun 2020 

“Terima kasih Ibu Kakanwil (BPN) yang telah bekerja keras bersama pemda dan FKPD juga Pemerintah pusat yang terus berupaya menyukseskan program ini,” tuturnya.

Kepala Kantor wilayah Badan Pertanahan Nasional Jawa Tengah, Embun Sari menjelaskan pada tahun 2020 ditargetkan selesai 1,5 juta sertifikat. Namun karena kondisi pandemi, maka dilakukan refocusing anggaran, sehingga targetnya turun menjadi 750 ribu sertifikat yang telah diserahkan kepada seluruh penerima periode terakhir.

“Sebanyak 80.920 sertifikat diserahkan pada periode terakhir ini. Hal ini sekaligus menuntaskan target penyerahan sertifikat pada tahun 2020. ,” bebernya.

Pada kesempatan itu, pihaknya juga telah mendeklarasikan desa lengkap pertama di Indonesia, untuk di Jawa Tengah, ada 6 desa lengkap. 1 desa di Temanggung dan 5 desa di Purworejo.

“Desa lengkap itu, seluruh bidang tanah di desa terpetakan tanpa kecuali. Termasuk jalan, unsur geografi seperti danau, situ, kawasan hutan, fasos, fasum, itu kan jarang ada yang mensertifikatkan,” tutupnya.


Bagikan :

SEMARANG-  Sebanyak 80.920 sertifikat tanah dari Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) untuk warga Jawa Tengah, dibagikan secara simbolis di Hotel Patrajasa, Selasa (05/01/2021).

Seremonial penyerahan sertifikat tanah, dilakukan secara virtual di Istana Negara oleh Presiden RI Joko Widodo. Jumlah sertifikat yang diserahkan sebanyak 584.407 di 26 provinsi dan 273 kabupaten/kota.

Pj Sekda Provinsi Jawa Tengah Prasetyo Aribowo, turut hadir secara virtual dan memberikan pesan kepada para penerima sertifikat tanah untuk menjaga sertifikat dengan berhati-hati.

"Meneruskan pesan dari Bapak Presiden, simpan sertifikat baik-baik dan difotokopi. Jangan sampai hilang. Monggo kalau mau digunakan sesuai kepentingan masing-masing. Saya kira Bapak dan Ibu punya pertimbangan dan kalkulasi. Tentu kita eman-eman sertifikat yang sangat penting ini,” katanya.

Selain itu, ia juga mengapresiasi beberapa pihak yang mendukung program PTSL dan kinerja Kantor wilayah Badan Pertanahan Nasional Jawa Tengah yang telah mencapai target di tahun 2020 

“Terima kasih Ibu Kakanwil (BPN) yang telah bekerja keras bersama pemda dan FKPD juga Pemerintah pusat yang terus berupaya menyukseskan program ini,” tuturnya.

Kepala Kantor wilayah Badan Pertanahan Nasional Jawa Tengah, Embun Sari menjelaskan pada tahun 2020 ditargetkan selesai 1,5 juta sertifikat. Namun karena kondisi pandemi, maka dilakukan refocusing anggaran, sehingga targetnya turun menjadi 750 ribu sertifikat yang telah diserahkan kepada seluruh penerima periode terakhir.

“Sebanyak 80.920 sertifikat diserahkan pada periode terakhir ini. Hal ini sekaligus menuntaskan target penyerahan sertifikat pada tahun 2020. ,” bebernya.

Pada kesempatan itu, pihaknya juga telah mendeklarasikan desa lengkap pertama di Indonesia, untuk di Jawa Tengah, ada 6 desa lengkap. 1 desa di Temanggung dan 5 desa di Purworejo.

“Desa lengkap itu, seluruh bidang tanah di desa terpetakan tanpa kecuali. Termasuk jalan, unsur geografi seperti danau, situ, kawasan hutan, fasos, fasum, itu kan jarang ada yang mensertifikatkan,” tutupnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu