Follow Us :              

Berikan Bantuan RTLH, Ganjar Rasakan Spirit Gotong Royong Warga

  05 February 2021  |   09:00:00  |   dibaca : 480 
Kategori :
Bagikan :


Berikan Bantuan RTLH, Ganjar Rasakan Spirit Gotong Royong Warga

05 February 2021 | 09:00:00 | dibaca : 480
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengapresiasi semangat dan kepedulian warga Kelurahan Manyaran, Kota Semarang dalam bergotong royong untuk membantu tetangga yang kurang mampu untuk membangun rumah tidak layak huni (RTLH). 

Hal itu ditemukan Ganjar, saat memberikan bantuan rehabilitasi RTLH berupa uang tunai dari Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Tengah dan Korpri Jawa Tengah senilai Rp12.5 juta per penerima bantuan RTLH, secara langsung pada hari Jumat (5/2/2021).

"Saya bangga, karena di tengah Kota Semarang, semangat gotong royong masih berjalan luar biasa. Contohnya di rumah Pak Sapar yang kami bantu ini, ternyata sudah ada bahan-bahan bangunan yang berasal dari iuran warga," kata Ganjar.

Menurut Ganjar, semangat gotong royong inilah yang sebenarnya harus terus didorong. Saat ada masyarakat yang kesulitan termasuk tinggal di rumah tidak layak huni, warga bahu-membahu memberikan bantuan.

"Masih banyak saudara kita yang membutuhkan bantuan. Di daerah sini menurut keterangan pak RT, ada 24 yang tidak layak huni dan sekarang 10 sudah di bantu. Jadi, gotong royong masyarakat ditambah bantuan dari kami ini semoga bisa membantu mereka," terang Ganjar.

Ganjar berharap, bantuan dari pemerintah dan dukungan masyarakat bisa membuat rumah warga yang dibantu menjadi lebih layak huni. Meskipun sederhana, namun rumah itu menjadi rumah sehat, bersih dan nyaman.

"Apalagi sekarang musimnya hujan, rumah mereka ini banyak yang bocor. Semoga dengan bantuan ini, rumah warga jadi layak huni, sehat dan nyaman," tutup Ganjar.

Sementara itu, Ketua RT.2 RW.2 Kelurahan Manyaran, Sigit menerangkan, banyak sekali warga di tempatnya yang sebenarnya membutuhkan bantuan. Namun pihaknya melakukan klasifikasi warga yang menjadi prioritas.

Gerakan gotong royong itu dilakukan secara sukarela. Masyarakat saling membantu sebisanya, ada yang memberikan bantuan bahan material seperti batu bata, semen dan lainnya, ada juga yang memberikan bantuan uang.

"Semuanya dilakukan, ada yang punya bata tidak dipakai, dikasihkan. Ada yang memberikan semen, batu dan lainnya.  Pokoknya apa yang bisa dilakukan untuk tetangga kita. Warga kita yang membutuhkan bantuan, kami bantu," terang Sigit.

Salah satu penerima bantuan RTLH, Sutrisno (74) sangat bersyukur mendapat bantuan. Sebab, penghasilannya sebagai buruh serabutan dan Hansip di kelurahan tidak mencukupi untuk membenahi rumahnya.

"Rumahnya bocor kalau hujan, mau membenarkan belum bisa. Alhamdulillah ini dapat bantuan. Saya tidak bisa membalas apa-apa, semoga dibalas Tuhan Yang Mahakuasa," ucap Sutrisno.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengapresiasi semangat dan kepedulian warga Kelurahan Manyaran, Kota Semarang dalam bergotong royong untuk membantu tetangga yang kurang mampu untuk membangun rumah tidak layak huni (RTLH). 

Hal itu ditemukan Ganjar, saat memberikan bantuan rehabilitasi RTLH berupa uang tunai dari Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Tengah dan Korpri Jawa Tengah senilai Rp12.5 juta per penerima bantuan RTLH, secara langsung pada hari Jumat (5/2/2021).

"Saya bangga, karena di tengah Kota Semarang, semangat gotong royong masih berjalan luar biasa. Contohnya di rumah Pak Sapar yang kami bantu ini, ternyata sudah ada bahan-bahan bangunan yang berasal dari iuran warga," kata Ganjar.

Menurut Ganjar, semangat gotong royong inilah yang sebenarnya harus terus didorong. Saat ada masyarakat yang kesulitan termasuk tinggal di rumah tidak layak huni, warga bahu-membahu memberikan bantuan.

"Masih banyak saudara kita yang membutuhkan bantuan. Di daerah sini menurut keterangan pak RT, ada 24 yang tidak layak huni dan sekarang 10 sudah di bantu. Jadi, gotong royong masyarakat ditambah bantuan dari kami ini semoga bisa membantu mereka," terang Ganjar.

Ganjar berharap, bantuan dari pemerintah dan dukungan masyarakat bisa membuat rumah warga yang dibantu menjadi lebih layak huni. Meskipun sederhana, namun rumah itu menjadi rumah sehat, bersih dan nyaman.

"Apalagi sekarang musimnya hujan, rumah mereka ini banyak yang bocor. Semoga dengan bantuan ini, rumah warga jadi layak huni, sehat dan nyaman," tutup Ganjar.

Sementara itu, Ketua RT.2 RW.2 Kelurahan Manyaran, Sigit menerangkan, banyak sekali warga di tempatnya yang sebenarnya membutuhkan bantuan. Namun pihaknya melakukan klasifikasi warga yang menjadi prioritas.

Gerakan gotong royong itu dilakukan secara sukarela. Masyarakat saling membantu sebisanya, ada yang memberikan bantuan bahan material seperti batu bata, semen dan lainnya, ada juga yang memberikan bantuan uang.

"Semuanya dilakukan, ada yang punya bata tidak dipakai, dikasihkan. Ada yang memberikan semen, batu dan lainnya.  Pokoknya apa yang bisa dilakukan untuk tetangga kita. Warga kita yang membutuhkan bantuan, kami bantu," terang Sigit.

Salah satu penerima bantuan RTLH, Sutrisno (74) sangat bersyukur mendapat bantuan. Sebab, penghasilannya sebagai buruh serabutan dan Hansip di kelurahan tidak mencukupi untuk membenahi rumahnya.

"Rumahnya bocor kalau hujan, mau membenarkan belum bisa. Alhamdulillah ini dapat bantuan. Saya tidak bisa membalas apa-apa, semoga dibalas Tuhan Yang Mahakuasa," ucap Sutrisno.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu