Follow Us :              

Sinergitas Eksekutif-Legislatif Mampu Kendalikan Dampak Krisis Covid-19

  29 March 2021  |   09:00:00  |   dibaca : 480 
Kategori :
Bagikan :


Sinergitas Eksekutif-Legislatif Mampu Kendalikan Dampak Krisis Covid-19

29 March 2021 | 09:00:00 | dibaca : 480
Kategori :
Bagikan :

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

SEMARANG– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan berbagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di masa pandemi Covid-19. Salah satunya dengan mengawal kebijakan pusat dan lembaga keuangan, serta bersinergi dengan pemerintah kabupaten / kota dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di sela webinar bertema “Sinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi Pasca pandemi Covid-19 di Jateng", Senin (29/3/2021). 

"Permasalahan pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya di Jawa Tengah harus menjadi evaluasi bersama, baik kepala daerah maupun DPRD. Antara eksekutif dan legislatif harus saling bekerjasama dengan baik, sehingga inflasi dapat dikendalikan dengan baik," katanya. 

Taj Yasin meminta agar semua fokus pada sektor yang memiliki potensi ekonomi cukup tinggi. Seperti sektor industri pengolahan, pertanian, kehutanan, dan perdagangan besar maupun eceran. Ia sangat mengapresiasi sektor pertanian yang masih mampu tumbuh positif di tengah pandemi Covid-19. 

"Apalagi saat ini di beberapa kabupaten masuk masa panen raya. Maka perlu kita fokuskan supaya harga padi masyarakat tidak mengalami permasalahan. Sehingga pertumbuhan ekonomi dapat kita rasakan dan petani juga bisa menikmati hasilnya, ini juga akan berdampak pada sektor-sektor lainnya," bebernya. 

Selain itu, kemampuan para pelaku UMKM yang saat ini tidak asing lagi dengan aplikasi manajemen dan pemasaran digital, juga sangat membantu upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi. Hasilnya, walaupun pandemi Covid-19 meluluhkan berbagai sektor ekonomi, para pelaku UMKM masih bisa terus berkembang dan meningkatkan pemasaran, bahkan hingga ke luar negeri.  

"Bersama-sama kita mengingatkan secara masif pada masyarakat , pentingnya dilakukan digitalisasi (usaha ). Sehingga, dampak krisis Covid-19 bisa kita tanggulangi sedikit demi sedikit dengan fasilitas digitalisasi" katanya. 

Kebijakan Bank Indonesia menurunkan suku bunga sebesar 3,5 persen pada Februari 2021, telah memberikan angin segar kepada para pelaku usaha. Penurunan suku bunga ini harus disambut baik di tengah masa pandemi Covid-19 , yang menimbulkan ketidakpastian dan membuat para pelaku usaha merasa cemas dalam melakukan perputaran ekonomi. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Pribadi Santoso mengatakan, perekonomian Indonesia diperkirakan akan terus melanjutkan perbaikan, sebagaimana halnya pada awal tahun 2021. Perbaikan itu disebabkan berkurangnya jumlah pertambahan kasus Covid-19 di Indonesia setiap harinya dan adanya akselerasi program vaksin nasional. Di sisi lain, disiplin masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan juga kian meningkat. Semua hal tersebut diharapkan dapat mendukung proses pemulihan ekonomi domestik. 

"Selain itu, untuk mendorong permintaan domestik lebih lanjut, sinergi kebijakan ekonomi nasional harus diperketat, serta pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2021 diperkirakan tumbuh positif membaik dibanding 2019," terangnya.


Bagikan :

SEMARANG– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan berbagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di masa pandemi Covid-19. Salah satunya dengan mengawal kebijakan pusat dan lembaga keuangan, serta bersinergi dengan pemerintah kabupaten / kota dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di sela webinar bertema “Sinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi Pasca pandemi Covid-19 di Jateng", Senin (29/3/2021). 

"Permasalahan pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya di Jawa Tengah harus menjadi evaluasi bersama, baik kepala daerah maupun DPRD. Antara eksekutif dan legislatif harus saling bekerjasama dengan baik, sehingga inflasi dapat dikendalikan dengan baik," katanya. 

Taj Yasin meminta agar semua fokus pada sektor yang memiliki potensi ekonomi cukup tinggi. Seperti sektor industri pengolahan, pertanian, kehutanan, dan perdagangan besar maupun eceran. Ia sangat mengapresiasi sektor pertanian yang masih mampu tumbuh positif di tengah pandemi Covid-19. 

"Apalagi saat ini di beberapa kabupaten masuk masa panen raya. Maka perlu kita fokuskan supaya harga padi masyarakat tidak mengalami permasalahan. Sehingga pertumbuhan ekonomi dapat kita rasakan dan petani juga bisa menikmati hasilnya, ini juga akan berdampak pada sektor-sektor lainnya," bebernya. 

Selain itu, kemampuan para pelaku UMKM yang saat ini tidak asing lagi dengan aplikasi manajemen dan pemasaran digital, juga sangat membantu upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi. Hasilnya, walaupun pandemi Covid-19 meluluhkan berbagai sektor ekonomi, para pelaku UMKM masih bisa terus berkembang dan meningkatkan pemasaran, bahkan hingga ke luar negeri.  

"Bersama-sama kita mengingatkan secara masif pada masyarakat , pentingnya dilakukan digitalisasi (usaha ). Sehingga, dampak krisis Covid-19 bisa kita tanggulangi sedikit demi sedikit dengan fasilitas digitalisasi" katanya. 

Kebijakan Bank Indonesia menurunkan suku bunga sebesar 3,5 persen pada Februari 2021, telah memberikan angin segar kepada para pelaku usaha. Penurunan suku bunga ini harus disambut baik di tengah masa pandemi Covid-19 , yang menimbulkan ketidakpastian dan membuat para pelaku usaha merasa cemas dalam melakukan perputaran ekonomi. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Pribadi Santoso mengatakan, perekonomian Indonesia diperkirakan akan terus melanjutkan perbaikan, sebagaimana halnya pada awal tahun 2021. Perbaikan itu disebabkan berkurangnya jumlah pertambahan kasus Covid-19 di Indonesia setiap harinya dan adanya akselerasi program vaksin nasional. Di sisi lain, disiplin masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan juga kian meningkat. Semua hal tersebut diharapkan dapat mendukung proses pemulihan ekonomi domestik. 

"Selain itu, untuk mendorong permintaan domestik lebih lanjut, sinergi kebijakan ekonomi nasional harus diperketat, serta pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2021 diperkirakan tumbuh positif membaik dibanding 2019," terangnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu