Follow Us :              

Ganjar Terkesan, Santri Ponpes Al-Hidayah Grobogan Amalkan Keterampilan Dengan Service Motor Gratis

  20 April 2021  |   12:00:00  |   dibaca : 1186 
Kategori :
Bagikan :


Ganjar Terkesan, Santri Ponpes Al-Hidayah Grobogan Amalkan Keterampilan Dengan Service Motor Gratis

20 April 2021 | 12:00:00 | dibaca : 1186
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

GROBOGAN -Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hidayah Karangrayung Grobogan, Selasa (20/4/2021). Disana, ia melihat beberapa santri sibuk belajar otomotif. Hal itu mengingatkan Ganjar saat ia berkunjung ke Australia. 

"Ini bagus. Saya jadi teringat saat kunjungan ke Australia, di sana siswa yang sekolah umum dapat ijazah, yang punya keterampilan dapat sertifikat. Maka ini menurut saya cara yang bagus, karena santri diberikan pembekalan plus," kata Ganjar. 

Selain santri, pelatihan juga diikuti pelajar Madrasah Aliyah yang dikelola ponpes. Pihak ponpes berharap, dengan pelatihan yang mumpuni, para lulusan akan semakin siap terjun ke dunia kerja. 

Ganjar sangat terkesan dengan cara Ponpes Al-Hidayah melatih santri dan pelajar mereka dalam mengamalkan ketrampilan. Kegiatan berupa bakti sosial ini rutin dilakukan seminggu sekali sebagai ajang beramal dan uji kompetensi. 

"Yang menarik, ada satu kegiatan dimana santri-santri ini datang ke desa-desa untuk 'ndandani' (memperbaiki) motor warga. Dan itu gratis. Tentu saya berharap ini bisa dilakukan di tempat lainnya," kata Ganjar. 

Ponpes Al-Hidayah Grobogan merupakan salah satu ponpes yang bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker). Di tempat itu, santri mendapatkan ilmu tambahan berupa keterampilan khusus di Balai Latihan Kerja (BLK). 

"Sejak 2019 lalu kami terlibat dalam program pemerintah, membuat BLK di Ponpes. Ternyata manfaatnya sangat besar. Anak-anak tidak hanya bisa mengaji, tetapi juga mendapat pembekalan soft skill dan life skill dengan program ini," kata pengelola BLK Al-Quran Al Hidayah, Ahmad Zaki Iqbal. 

Iqbal menambahkan, dengan pelatihan itu diharapkan anak-anak lebih siap terjun ke masyarakat. Selain itu, saat hendak masuk ke dunia kerja, mereka juga tidak akan kesulitan karena setiap peserta pelatihan yang lulus, akan mendapatkan sertifikat resmi. 

Salah satu santri, Ikhwan Mariansyah (17), mengaku sangat senang dengan pelatihan tambahan di ponpes yang telah ia dapatkan sejak 2019 lalu. 

"Jadi setelah adanya BLK ini, kami dapat keterampilan lain selain mengaji, ada otomotif, tata busana dan komputer. Tentu ini sangat bermanfaat untuk kami saat lulus nanti," ungkapnya optimis.


Bagikan :

GROBOGAN -Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hidayah Karangrayung Grobogan, Selasa (20/4/2021). Disana, ia melihat beberapa santri sibuk belajar otomotif. Hal itu mengingatkan Ganjar saat ia berkunjung ke Australia. 

"Ini bagus. Saya jadi teringat saat kunjungan ke Australia, di sana siswa yang sekolah umum dapat ijazah, yang punya keterampilan dapat sertifikat. Maka ini menurut saya cara yang bagus, karena santri diberikan pembekalan plus," kata Ganjar. 

Selain santri, pelatihan juga diikuti pelajar Madrasah Aliyah yang dikelola ponpes. Pihak ponpes berharap, dengan pelatihan yang mumpuni, para lulusan akan semakin siap terjun ke dunia kerja. 

Ganjar sangat terkesan dengan cara Ponpes Al-Hidayah melatih santri dan pelajar mereka dalam mengamalkan ketrampilan. Kegiatan berupa bakti sosial ini rutin dilakukan seminggu sekali sebagai ajang beramal dan uji kompetensi. 

"Yang menarik, ada satu kegiatan dimana santri-santri ini datang ke desa-desa untuk 'ndandani' (memperbaiki) motor warga. Dan itu gratis. Tentu saya berharap ini bisa dilakukan di tempat lainnya," kata Ganjar. 

Ponpes Al-Hidayah Grobogan merupakan salah satu ponpes yang bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker). Di tempat itu, santri mendapatkan ilmu tambahan berupa keterampilan khusus di Balai Latihan Kerja (BLK). 

"Sejak 2019 lalu kami terlibat dalam program pemerintah, membuat BLK di Ponpes. Ternyata manfaatnya sangat besar. Anak-anak tidak hanya bisa mengaji, tetapi juga mendapat pembekalan soft skill dan life skill dengan program ini," kata pengelola BLK Al-Quran Al Hidayah, Ahmad Zaki Iqbal. 

Iqbal menambahkan, dengan pelatihan itu diharapkan anak-anak lebih siap terjun ke masyarakat. Selain itu, saat hendak masuk ke dunia kerja, mereka juga tidak akan kesulitan karena setiap peserta pelatihan yang lulus, akan mendapatkan sertifikat resmi. 

Salah satu santri, Ikhwan Mariansyah (17), mengaku sangat senang dengan pelatihan tambahan di ponpes yang telah ia dapatkan sejak 2019 lalu. 

"Jadi setelah adanya BLK ini, kami dapat keterampilan lain selain mengaji, ada otomotif, tata busana dan komputer. Tentu ini sangat bermanfaat untuk kami saat lulus nanti," ungkapnya optimis.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu