Follow Us :              

Ganjar Bantu Seniman Jateng untuk Tetap Berkreasi di Tengah Pandemi

  24 April 2021  |   17:00:00  |   dibaca : 637 
Kategori :
Bagikan :


Ganjar Bantu Seniman Jateng untuk Tetap Berkreasi di Tengah Pandemi

24 April 2021 | 17:00:00 | dibaca : 637
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

PATI - “Demi sebuah karya, demi sebuah ruang ekspresi, demi sebuah kesenangan bersama di tengah kesulitan dengan segala keterbatasan. Maka, kita tidak boleh kekurangan akal, kita mesti tahu, kita mesti inovatif." 

Rangkaian kata penyemangat itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo  secara virtual dalam roadshow Panggung Kahanan di Kabupaten Pati, Sabtu (24/4/2021). Ajakan itu seolah menjawab kerisauan para seniman tentang bagaimana  eksis berkarya, memberikan hiburan kepada masyarakat di tengah Pandemi COVID-19 saat ini. 

Ganjar mengatakan, setelah sukses diselenggarakan tahun lalu, pihaknya sengaja kembali mengadakan Panggung Kahanan untuk memenuhi janji kepada seniman. 

"Ini janji saya pada seniman. kita buat Panggung Kahanan, kenapa 'kahanan'? karena kahanane lagi rekoso (keadaannya sedang susah), maka kita tampil secara virtual, semua (masyarakat) bisa berdonasi, dan akan kita berikan bantuan itu untuk para seniman-seniman,” ujar Ganjar. 

Pada pagelaran road show kali ini, sejumlah seniman turut ambil bagian mengisi acara tersebut. Mereka adalah Aulia Nirwana, Nadia Ulfa, Nita Ardania, Resa Lawangsewu, Nurma Silvi, hingga Sanggar Seni Tondonegoro yang menampilkan Tari Njelmo. 

Tidak hanya itu, Lek Mogol dari Ketoprak Wahyu Menggolo juga turut meramaikan gelaran itu. Pati memang dikenal sebagai daerah yang memiliki banyak sanggar ketoprak. 

"Di Panggung Kahanan, saya dorong teman seniman bisa tampil. Teman seniman ketoprak juga bisa tampil," tutur Ganjar. 

Keberadaan Panggung Kahanan ini dirasa Lek Mogol sangat membantu para seniman ketoprak di Pati seperti dirinya, yang terkena dampak Pandemi COVID-19. 

"Selama pandemi memang membuat seniman ketoprak lesu. Ada sebagian seniman punya pekerjaan lain, tapi memang (penghasilannya) belum bisa maksimal," kata Lek Mogol. 

Dengan adanya Panggung Kahanan, itu membuatnya bisa kembali berkreasi dan menghibur masyarakat. 

Senada dengan Lek Mogol, Resa Lawangsewu juga mengapresiasi inisiatif diselenggarakannya Panggung Kahanan. Menurut Reza, ini merupakan kesempatan para seniman untuk berkreasi lagi meski dengan secara virtual dan waktu yang terbatas. 

"Panggung Kahanan, baik acaranya. Cukup baik," ujarnya. 

Sebagai pamungkas acara, diadakan pemutaran film pendek berjudul Trophy. Film ini merupakan rangkaian dari serial “Pak Guru” karya Hajar Pramuji, seorang kreator dan founder komunitas youtuber Pati. 

Hajar mengatakan, selama pandemi Ia bersama kawan-kawannya tetap berusaha giat memproduksi film. Semangat itulah yang ingin ditularkan Hajar kepada rekan seniman lainnya. 

“Kita rutin seminggu sekali produksi film. Meskipun pandemi, itu tidak menyurutkan semangat kami, karena distribusi hasil karya kami (bisa dipublikasikan) melalui Youtube,” kata Hajar. 

Pemilik Chanel You Tube Hajar Pamuji ini yakin, dengan semangat untuk terus berkreasi, kondisi seniman akan juga akan seperti pelaku usaha lainnya yang saat ini sudah berangsur bangkit. 

“Harapan saya temen-temen tetap semangat, terutama pekerja seni. Tetap kita keluarkan kemampuan kita. (Dengan) Banyak seniman yang berkreasi, banyak (pelaku) usaha-usaha yang telah berjalan, secara tidak langsung bisa menutup kekurangan dan hambatan di masa pandemi." tutur Hajar.


Bagikan :

PATI - “Demi sebuah karya, demi sebuah ruang ekspresi, demi sebuah kesenangan bersama di tengah kesulitan dengan segala keterbatasan. Maka, kita tidak boleh kekurangan akal, kita mesti tahu, kita mesti inovatif." 

Rangkaian kata penyemangat itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo  secara virtual dalam roadshow Panggung Kahanan di Kabupaten Pati, Sabtu (24/4/2021). Ajakan itu seolah menjawab kerisauan para seniman tentang bagaimana  eksis berkarya, memberikan hiburan kepada masyarakat di tengah Pandemi COVID-19 saat ini. 

Ganjar mengatakan, setelah sukses diselenggarakan tahun lalu, pihaknya sengaja kembali mengadakan Panggung Kahanan untuk memenuhi janji kepada seniman. 

"Ini janji saya pada seniman. kita buat Panggung Kahanan, kenapa 'kahanan'? karena kahanane lagi rekoso (keadaannya sedang susah), maka kita tampil secara virtual, semua (masyarakat) bisa berdonasi, dan akan kita berikan bantuan itu untuk para seniman-seniman,” ujar Ganjar. 

Pada pagelaran road show kali ini, sejumlah seniman turut ambil bagian mengisi acara tersebut. Mereka adalah Aulia Nirwana, Nadia Ulfa, Nita Ardania, Resa Lawangsewu, Nurma Silvi, hingga Sanggar Seni Tondonegoro yang menampilkan Tari Njelmo. 

Tidak hanya itu, Lek Mogol dari Ketoprak Wahyu Menggolo juga turut meramaikan gelaran itu. Pati memang dikenal sebagai daerah yang memiliki banyak sanggar ketoprak. 

"Di Panggung Kahanan, saya dorong teman seniman bisa tampil. Teman seniman ketoprak juga bisa tampil," tutur Ganjar. 

Keberadaan Panggung Kahanan ini dirasa Lek Mogol sangat membantu para seniman ketoprak di Pati seperti dirinya, yang terkena dampak Pandemi COVID-19. 

"Selama pandemi memang membuat seniman ketoprak lesu. Ada sebagian seniman punya pekerjaan lain, tapi memang (penghasilannya) belum bisa maksimal," kata Lek Mogol. 

Dengan adanya Panggung Kahanan, itu membuatnya bisa kembali berkreasi dan menghibur masyarakat. 

Senada dengan Lek Mogol, Resa Lawangsewu juga mengapresiasi inisiatif diselenggarakannya Panggung Kahanan. Menurut Reza, ini merupakan kesempatan para seniman untuk berkreasi lagi meski dengan secara virtual dan waktu yang terbatas. 

"Panggung Kahanan, baik acaranya. Cukup baik," ujarnya. 

Sebagai pamungkas acara, diadakan pemutaran film pendek berjudul Trophy. Film ini merupakan rangkaian dari serial “Pak Guru” karya Hajar Pramuji, seorang kreator dan founder komunitas youtuber Pati. 

Hajar mengatakan, selama pandemi Ia bersama kawan-kawannya tetap berusaha giat memproduksi film. Semangat itulah yang ingin ditularkan Hajar kepada rekan seniman lainnya. 

“Kita rutin seminggu sekali produksi film. Meskipun pandemi, itu tidak menyurutkan semangat kami, karena distribusi hasil karya kami (bisa dipublikasikan) melalui Youtube,” kata Hajar. 

Pemilik Chanel You Tube Hajar Pamuji ini yakin, dengan semangat untuk terus berkreasi, kondisi seniman akan juga akan seperti pelaku usaha lainnya yang saat ini sudah berangsur bangkit. 

“Harapan saya temen-temen tetap semangat, terutama pekerja seni. Tetap kita keluarkan kemampuan kita. (Dengan) Banyak seniman yang berkreasi, banyak (pelaku) usaha-usaha yang telah berjalan, secara tidak langsung bisa menutup kekurangan dan hambatan di masa pandemi." tutur Hajar.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu