Follow Us :              

Ganjar Kunjungi Rusun Buruh Sambil Berbagi Paket Sembako

  01 May 2021  |   10:00:00  |   dibaca : 335 
Kategori :
Bagikan :


Ganjar Kunjungi Rusun Buruh Sambil Berbagi Paket Sembako

01 May 2021 | 10:00:00 | dibaca : 335
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memperingati hari buruh internasional atau May Day pada Sabtu (1/5/2021), dengan membagikan paket sembako di sejumlah rumah susun (rusun) yang dihuni buruh. 

"Iya, May Day ini saya sengaja nengok rusun di Kota Semarang, karena para penghuninya banyak yang buruh. Dalam perayaan hari buruh ini, kami mencoba menunjukkan perhatian kita pada mereka," kata Ganjar. 

Terdapat dua rusun yang dikunjungi Ganjar di Kota Semarang, yakni rusun Pekunden belakang Balai Kota Semarang dan rusun Bandarharjo di Kecamatan Semarang Utara. Di tempat itu, Ganjar membagi-bagikan paket sembako berisi beras, minyak, mie instan, teh, gula, snack lebaran dan lainnya. Selain itu, ada pula ikan segar yang dibeli khusus untuk para buruh itu. 

Penuh semangat, orang nomor satu di Jawa Tengah itu menaiki tangga hingga lima lantai agar dapat menyapa langsung para buruh. Sambil memberikan paket sesekali ia berbincang, bahkan ia tidak canggung masuk ke bilik rusun buruh dan berbincang menanyakan kabar mereka. 

"Sehat Bu, kok ndak pada kerja? Oh libur hari buruh to. Kok nggak demo?" sapa Ganjar pada para buruh itu. 

"Enggak Pak, lagi Covid. Mending di rumah saja daripada demo," celetuk salah satu buruh. 

Salah satu buruh yang rusunnya didatangi Ganjar adalah Erika (39). Ia mengatakan sama sekali tidak menyangka akan didatangi Ganjar. Lebih dari itu, ia senang sekali ketika Ganjar mau berkunjung ke bilik rusunnya, membawa bantuan paket bantuan. 

" Ndak pernah kepikiran didatangi Pak Ganjar. Alhamdulillah, sudah lama pengen ketemu. Ini (malah) didatangi dan dikasih bantuan juga. Senang sekali," ujar buruh pabrik di kawasan Pelabuhan Tanjung Mas ini. 

Erika menilai cara Ganjar memperingati hari buruh dengan mendatangi buruh di rusun, merupakan bentuk perhatian nyata dari pemerintah. 

"Jadi ndak usah demo, kita pengen yang tenang. Soalnya masih Covid-19, takutnya kalau demo malah ketularan. (Sekarang) masih rawan, mending di rumah saja," ujarnya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memperingati hari buruh internasional atau May Day pada Sabtu (1/5/2021), dengan membagikan paket sembako di sejumlah rumah susun (rusun) yang dihuni buruh. 

"Iya, May Day ini saya sengaja nengok rusun di Kota Semarang, karena para penghuninya banyak yang buruh. Dalam perayaan hari buruh ini, kami mencoba menunjukkan perhatian kita pada mereka," kata Ganjar. 

Terdapat dua rusun yang dikunjungi Ganjar di Kota Semarang, yakni rusun Pekunden belakang Balai Kota Semarang dan rusun Bandarharjo di Kecamatan Semarang Utara. Di tempat itu, Ganjar membagi-bagikan paket sembako berisi beras, minyak, mie instan, teh, gula, snack lebaran dan lainnya. Selain itu, ada pula ikan segar yang dibeli khusus untuk para buruh itu. 

Penuh semangat, orang nomor satu di Jawa Tengah itu menaiki tangga hingga lima lantai agar dapat menyapa langsung para buruh. Sambil memberikan paket sesekali ia berbincang, bahkan ia tidak canggung masuk ke bilik rusun buruh dan berbincang menanyakan kabar mereka. 

"Sehat Bu, kok ndak pada kerja? Oh libur hari buruh to. Kok nggak demo?" sapa Ganjar pada para buruh itu. 

"Enggak Pak, lagi Covid. Mending di rumah saja daripada demo," celetuk salah satu buruh. 

Salah satu buruh yang rusunnya didatangi Ganjar adalah Erika (39). Ia mengatakan sama sekali tidak menyangka akan didatangi Ganjar. Lebih dari itu, ia senang sekali ketika Ganjar mau berkunjung ke bilik rusunnya, membawa bantuan paket bantuan. 

" Ndak pernah kepikiran didatangi Pak Ganjar. Alhamdulillah, sudah lama pengen ketemu. Ini (malah) didatangi dan dikasih bantuan juga. Senang sekali," ujar buruh pabrik di kawasan Pelabuhan Tanjung Mas ini. 

Erika menilai cara Ganjar memperingati hari buruh dengan mendatangi buruh di rusun, merupakan bentuk perhatian nyata dari pemerintah. 

"Jadi ndak usah demo, kita pengen yang tenang. Soalnya masih Covid-19, takutnya kalau demo malah ketularan. (Sekarang) masih rawan, mending di rumah saja," ujarnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu