Follow Us :              

E-VA Centil, Inovasi Jateng Untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan

  03 June 2021  |   15:00:00  |   dibaca : 671 
Kategori :
Bagikan :


E-VA Centil, Inovasi Jateng Untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan

03 June 2021 | 15:00:00 | dibaca : 671
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

BANYUMAS - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghadiri peluncuran Sistem Verifikasi Digital Anti Fraud klaim BPJS, di RSUD Prof Margono Soekarjo, Purwokerto, Kamis (3/6/2021). Sistem ini merupakan wujud pelayanan berbasis inovasi digital yang dikembangkan dalam bentuk aplikasi bernama E-VA Centil ( Electronic Validation Cara Cepat dan Akurat Jamin Lancarkan Klaim BPJS).

Melalui aplikasi E-VA Centil, pelayanan JKN di rumah sakit akan terintegrasi dengan pelayanan BPJS Kesehatan. Selain mempermudah layanan administrasi, proses klaim juga menjadi lebih cepat, akurat dan transparan.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengaku salut dan bangga dengan upaya yang dilakukan Tim RSUD Margono ini. Meski ditengah pandemi, mereka masih konsisten melakukan inovasi pelayanan publik.

"Saya senang, karena ini sudah jadi tradisi di RSUD Margono. Tidak hanya di sini, di tempat-tempat lain (di Jawa Tengah) dan OPD kami, inovasi itu sudah menjadi budaya. Tapi memang (RSUD) Margono ini sangat produktif terkait inovasi. Semoga (inovasi) ini bisa menambah perbaikan pada layanan kesehatan kita," katanya.

Ganjar menambahkan, aplikasi yang dikembangkan RSUD Margono ini penting untuk ditiru oleh rumah sakit lain sebagai wujud integritas pada masyarakat.

"(Jadi) Kalau ada pasien yang ingin ngeklaim BPJS, datanya benar. Pelayanannya juga jauh lebih cepat. Dan yang paling penting, tidak ada makelarnya karena semuanya dilakukan dengan sistem digital," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Margono, Tri Kuncoro, menambahkan, dengan aplikasi itu pengurusan klaim BPJS akan semakin cepat. Jika sebelumnya masyarakat harus melalui dua kali antrian, maka kini cukup dengan satu kali antrian saja. Bukan hanya cepat, ia meyakinkan sistem ini juga aman dari kecurangan.

"(Karena) Sistem (klaim) dilakukan secara online, sehingga mencegah munculnya potensi berbagai praktek kecurangan (anti fraud) yang menyertai dalam pengurusan klaim BPJS," kata Tri Kuncoro.

Selain Ganjar, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS, Lily Kresnowati juga mengapresiasi aplikasi tersebut. Lily bahkan berharap digitalisasi sistem administrasi dan registrasi JKN di RSUD Margono ini bisa dilakukan secara nasional.

"Kami memberikan apresiasi, kami harap ini dicontoh oleh rumah sakit lain. Kami ingin ini menjadi role model, sehingga rumah sakit di seluruh Indonesia bisa meniru," ucap Lily.

Lily mengatakan, inovasi ini selaras dengan tujuan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kepercayaan publik dengan layanan yang lebih nyaman dan transparan.

"Dengan begitu, maka peserta BPJS lebih mudah mengakses pelayanan kesehatan dan ini bisa meningkatkan kepercayaan serta kepuasan masyarakat pada layanan JKN," pungkasnya.


Bagikan :

BANYUMAS - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghadiri peluncuran Sistem Verifikasi Digital Anti Fraud klaim BPJS, di RSUD Prof Margono Soekarjo, Purwokerto, Kamis (3/6/2021). Sistem ini merupakan wujud pelayanan berbasis inovasi digital yang dikembangkan dalam bentuk aplikasi bernama E-VA Centil ( Electronic Validation Cara Cepat dan Akurat Jamin Lancarkan Klaim BPJS).

Melalui aplikasi E-VA Centil, pelayanan JKN di rumah sakit akan terintegrasi dengan pelayanan BPJS Kesehatan. Selain mempermudah layanan administrasi, proses klaim juga menjadi lebih cepat, akurat dan transparan.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengaku salut dan bangga dengan upaya yang dilakukan Tim RSUD Margono ini. Meski ditengah pandemi, mereka masih konsisten melakukan inovasi pelayanan publik.

"Saya senang, karena ini sudah jadi tradisi di RSUD Margono. Tidak hanya di sini, di tempat-tempat lain (di Jawa Tengah) dan OPD kami, inovasi itu sudah menjadi budaya. Tapi memang (RSUD) Margono ini sangat produktif terkait inovasi. Semoga (inovasi) ini bisa menambah perbaikan pada layanan kesehatan kita," katanya.

Ganjar menambahkan, aplikasi yang dikembangkan RSUD Margono ini penting untuk ditiru oleh rumah sakit lain sebagai wujud integritas pada masyarakat.

"(Jadi) Kalau ada pasien yang ingin ngeklaim BPJS, datanya benar. Pelayanannya juga jauh lebih cepat. Dan yang paling penting, tidak ada makelarnya karena semuanya dilakukan dengan sistem digital," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Margono, Tri Kuncoro, menambahkan, dengan aplikasi itu pengurusan klaim BPJS akan semakin cepat. Jika sebelumnya masyarakat harus melalui dua kali antrian, maka kini cukup dengan satu kali antrian saja. Bukan hanya cepat, ia meyakinkan sistem ini juga aman dari kecurangan.

"(Karena) Sistem (klaim) dilakukan secara online, sehingga mencegah munculnya potensi berbagai praktek kecurangan (anti fraud) yang menyertai dalam pengurusan klaim BPJS," kata Tri Kuncoro.

Selain Ganjar, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS, Lily Kresnowati juga mengapresiasi aplikasi tersebut. Lily bahkan berharap digitalisasi sistem administrasi dan registrasi JKN di RSUD Margono ini bisa dilakukan secara nasional.

"Kami memberikan apresiasi, kami harap ini dicontoh oleh rumah sakit lain. Kami ingin ini menjadi role model, sehingga rumah sakit di seluruh Indonesia bisa meniru," ucap Lily.

Lily mengatakan, inovasi ini selaras dengan tujuan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kepercayaan publik dengan layanan yang lebih nyaman dan transparan.

"Dengan begitu, maka peserta BPJS lebih mudah mengakses pelayanan kesehatan dan ini bisa meningkatkan kepercayaan serta kepuasan masyarakat pada layanan JKN," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu