Follow Us :              

Antisipasi Kerawanan Penanganan Covid-19, Ganjar Minta Pemkab/Pemkot Hitung Kembali Kebutuhan Medis Tiap Hari

  06 June 2021  |   13:00:00  |   dibaca : 508 
Kategori :
Bagikan :


Antisipasi Kerawanan Penanganan Covid-19, Ganjar Minta Pemkab/Pemkot Hitung Kembali Kebutuhan Medis Tiap Hari

06 June 2021 | 13:00:00 | dibaca : 508
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG -Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI, BNPB dan TNI-Polri terkait pendampingan penanganan Covid-19 di Kabupaten/Kota. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, meminta setiap Kepala Daerah untuk memetakan kembali potensi kerawanan Covid-19 di wilayahnya. 

"Panglima (TNI) dan Kapolri ingin memastikan kondisi penanganan Covid-19 di Jawa Tengah, khususnya di Kudus. Maka kita diminta untuk siap," katanya saat ditemui di rumah dinas usai mendampingi kunjungan kerja Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Kudus, Grobogan dan Kota Pekalongan, Minggu (6/6/2021). 

Ganjar menjelaskan ada beberapa catatan dari hasil koordinasi dengan Panglima TNI dan Kapolri. Pertama, seluruh Kepala Daerah harus tahu bed occupancy rate (BOR) di daerah masing-masing. Kedua, tempat isolasi harus disiapkan dengan benar dan sebisa mungkin diusahakan semua merupakan tempat isolasi mandiri terpusat agar mudah dikontrol. Ketiga, setiap hari semua daerah harus menghitung kembali sumber daya manusia, obat-obatan, dan peralatan kesehatan yang dibutuhkan. 

"Skenariokan bahwa ini akan terjadi peningkatan-peningkatan secara eksponensial, sehingga kita akan mengerti pada puncaknya itu kapan, kira-kira berapa, dan apa yang musti kita siapkan," kata Ganjar. 

Kemampuan itu, lanjut Ganjar, harus diketahui sejak awal, sehingga jika ada kekurangan atau ada hal yang tidak mampu dilakukan, dapat langsung berkoordinasi. Misalnya koordinasi dengan Pemerintah Provinsi, antar-Kabupaten/Kota atau bisa juga dengan pemerintah pusat. TNI-Polri juga sudah mewakafkan personelnya untuk mendamping atau dapat digunakan dalam penanganan Covid-19 di daerah.  

"Maka kepada teman-teman (Pemerintah Kabupaten/Kota diharapkan) sekarang menghitung betul-betul, agar kita bisa menyiapkan. Sosialisasi dan operasi justisi dengan berbagai cara dan metode tidak boleh berhenti, agar kesadaran masyarakat betul-betul muncul. Kita harapkan tidak terjadi peningkatan yang membahayakan," jelas Ganjar. 

Sebelumnya Menteri Kesehatan RI dan Kepala BNPB juga sudah datang ke Jawa Tengah untuk berkoordinasi terkait penanganan Covid-19 di Jawa Tengah, khususnya setelah terjadi lonjakan kasus di Kudus dalam beberapa pekan terakhir. 

"Saya sudah bicara langsung dengan Menkes dan BNPB. Bantuan sudah turun semua. Kemenkes sudah siap membantu, vaksinasi bisa kita percepat. TNI-Polri (membantu) tenaga, nakes, dan juga untuk operasi justisi. Kalau nanti butuh vaksinator mereka siap dan penegakan hukum juga sudah pasti siap bantu, peralatan siap bantu. Jadi tinggal memanfaatkan saja," katanya. 

Selain bantuan dari TNI-Polri dan Kementrian Kesehatan, ada juga bantuan dari BNPB Pusat. Bahkan Kepala BNPB juga datang langsung ke daerah, salah satunya Kudus, untuk memastikan penanganan Covid-19 serta memberikan bantuan 1 miliar APD.  

"Sebenarnya ini untuk meyakinkan agar Kabupaten/Kota musti menyiapkan dengan baik, maka untuk beberapa kasus yang ada di Kudus, kami buatkan pendampingan. Istilah Panglima TNI itu pendampingan aktif, artinya secara proaktif ada di situ berserta SDM, pelaksanan, dan sebagainya betul-betul day to day harus dilakukan tindakan penuh, istilahnya penebalan kalau di TNI terhadap kondisi itu," katanya. 

Terkait pendampingan, Ganjar juga sempat melihat Posko Penanganan Covid-19 dan PPKM Mikro di Kodim 0722/Kudus. 

"Tolong ya siaga 24 jam. Pantau terus, kalau tempat tidur penuh langsung koordinasi dengan daerah lain. Tadi saya juga sudah bilang ke Bupati Demak dan daerah lain," pinta Ganjar pada para personil yang sedang berjaga.


Bagikan :

SEMARANG -Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI, BNPB dan TNI-Polri terkait pendampingan penanganan Covid-19 di Kabupaten/Kota. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, meminta setiap Kepala Daerah untuk memetakan kembali potensi kerawanan Covid-19 di wilayahnya. 

"Panglima (TNI) dan Kapolri ingin memastikan kondisi penanganan Covid-19 di Jawa Tengah, khususnya di Kudus. Maka kita diminta untuk siap," katanya saat ditemui di rumah dinas usai mendampingi kunjungan kerja Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Kudus, Grobogan dan Kota Pekalongan, Minggu (6/6/2021). 

Ganjar menjelaskan ada beberapa catatan dari hasil koordinasi dengan Panglima TNI dan Kapolri. Pertama, seluruh Kepala Daerah harus tahu bed occupancy rate (BOR) di daerah masing-masing. Kedua, tempat isolasi harus disiapkan dengan benar dan sebisa mungkin diusahakan semua merupakan tempat isolasi mandiri terpusat agar mudah dikontrol. Ketiga, setiap hari semua daerah harus menghitung kembali sumber daya manusia, obat-obatan, dan peralatan kesehatan yang dibutuhkan. 

"Skenariokan bahwa ini akan terjadi peningkatan-peningkatan secara eksponensial, sehingga kita akan mengerti pada puncaknya itu kapan, kira-kira berapa, dan apa yang musti kita siapkan," kata Ganjar. 

Kemampuan itu, lanjut Ganjar, harus diketahui sejak awal, sehingga jika ada kekurangan atau ada hal yang tidak mampu dilakukan, dapat langsung berkoordinasi. Misalnya koordinasi dengan Pemerintah Provinsi, antar-Kabupaten/Kota atau bisa juga dengan pemerintah pusat. TNI-Polri juga sudah mewakafkan personelnya untuk mendamping atau dapat digunakan dalam penanganan Covid-19 di daerah.  

"Maka kepada teman-teman (Pemerintah Kabupaten/Kota diharapkan) sekarang menghitung betul-betul, agar kita bisa menyiapkan. Sosialisasi dan operasi justisi dengan berbagai cara dan metode tidak boleh berhenti, agar kesadaran masyarakat betul-betul muncul. Kita harapkan tidak terjadi peningkatan yang membahayakan," jelas Ganjar. 

Sebelumnya Menteri Kesehatan RI dan Kepala BNPB juga sudah datang ke Jawa Tengah untuk berkoordinasi terkait penanganan Covid-19 di Jawa Tengah, khususnya setelah terjadi lonjakan kasus di Kudus dalam beberapa pekan terakhir. 

"Saya sudah bicara langsung dengan Menkes dan BNPB. Bantuan sudah turun semua. Kemenkes sudah siap membantu, vaksinasi bisa kita percepat. TNI-Polri (membantu) tenaga, nakes, dan juga untuk operasi justisi. Kalau nanti butuh vaksinator mereka siap dan penegakan hukum juga sudah pasti siap bantu, peralatan siap bantu. Jadi tinggal memanfaatkan saja," katanya. 

Selain bantuan dari TNI-Polri dan Kementrian Kesehatan, ada juga bantuan dari BNPB Pusat. Bahkan Kepala BNPB juga datang langsung ke daerah, salah satunya Kudus, untuk memastikan penanganan Covid-19 serta memberikan bantuan 1 miliar APD.  

"Sebenarnya ini untuk meyakinkan agar Kabupaten/Kota musti menyiapkan dengan baik, maka untuk beberapa kasus yang ada di Kudus, kami buatkan pendampingan. Istilah Panglima TNI itu pendampingan aktif, artinya secara proaktif ada di situ berserta SDM, pelaksanan, dan sebagainya betul-betul day to day harus dilakukan tindakan penuh, istilahnya penebalan kalau di TNI terhadap kondisi itu," katanya. 

Terkait pendampingan, Ganjar juga sempat melihat Posko Penanganan Covid-19 dan PPKM Mikro di Kodim 0722/Kudus. 

"Tolong ya siaga 24 jam. Pantau terus, kalau tempat tidur penuh langsung koordinasi dengan daerah lain. Tadi saya juga sudah bilang ke Bupati Demak dan daerah lain," pinta Ganjar pada para personil yang sedang berjaga.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu