Follow Us :              

Antisipasi PPKM Darurat Diperpanjang, Ganjar Siapkan Skenario Kontingensi

  14 July 2021  |   16:00:00  |   dibaca : 459 
Kategori :
Bagikan :


Antisipasi PPKM Darurat Diperpanjang, Ganjar Siapkan Skenario Kontingensi

14 July 2021 | 16:00:00 | dibaca : 459
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG -Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyiapkan skenario kontingensi untuk menghadapi kemungkinan perpanjangan PPKM Darurat. 

Ganjar mengatakan, apapun keputusannya nanti, pihaknya akan mengikuti. Jika diperpanjang, maka tindakan kontingensinya adalah dengan menyiapkan politik anggaran untuk backup penanganan. 

"Dinas UMKM juga sudah saya minta mendeteksi, teman-teman yang sedang berusaha (bisnis) kondisinya seperti apa. Dampaknya seperti apa, tingkat pertahanannya seperti apa. Nanti program penyelamatannya seperti apa," jelasnya saat ditemui di kantornya, Rabu (14/7/2021). 

Hal itu disampaikan Ganjar menyusul adanya masukan beberapa pakar kesehatan terkait PPKM Darurat. Salah satunya epidemolog dari Universitas Griffith University, Dicky Budiman yang meminta pemerintah memperpanjang PPKM Darurat hingga Agustus mendatang. 

"Kita mengikuti perkembangan dari masing-masing yang ada. Maka kami sudah menyiapkan skenario kontingensi. Apakah diperpanjang atau tidak, kita siap. Apapun yang terjadi, karena keputusan itu dilihat dari perilaku masyarakat seperti apa," katanya. 

Ganjar menegaskan, membenahi sistem dan penanganan medis seperti penambahan tempat tidur, oksigen sampai tenaga kesehatan bukanlah solusi untuk menekan penyebaran Covid-19. Menurutnya yang bisa mencegah adalah dengan cara mendisiplinkan perilaku masyarakat terkait protokol kesehatan. 

"Kalau semua patuh, protokol kesehatan di ugemi (pedomani) dan dipegang kencang, maka sebenarnya PPKM Darurat tidak perlu diperpanjang. Tapi kalau tidak bisa, potensi perpanjangan bukan tidak mungkin dilakukan," jelasnya. 

Diperpanjang atau tidak, bagi Ganjar PPKM Darurat memiliki manfaat dan resiko tersendiri. Kalau tidak diperpanjang, memang ekonomi akan bergerak. Tapi jika masyarakat tidak disiplin lagi, maka resikonya akan lebih berat. 

"Tapi kalau mau disiplin dan ini dibuka (tidak diperpanjang), maka akan mengurangi. Apa itu bisa, mari kita bicara pada diri sendiri. Ingat, Indonesia sempat jadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia. Ini bahaya, kita mesti perang bersama-sama dan disiplin mesti dilakukan," tegasnya.


Bagikan :

SEMARANG -Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyiapkan skenario kontingensi untuk menghadapi kemungkinan perpanjangan PPKM Darurat. 

Ganjar mengatakan, apapun keputusannya nanti, pihaknya akan mengikuti. Jika diperpanjang, maka tindakan kontingensinya adalah dengan menyiapkan politik anggaran untuk backup penanganan. 

"Dinas UMKM juga sudah saya minta mendeteksi, teman-teman yang sedang berusaha (bisnis) kondisinya seperti apa. Dampaknya seperti apa, tingkat pertahanannya seperti apa. Nanti program penyelamatannya seperti apa," jelasnya saat ditemui di kantornya, Rabu (14/7/2021). 

Hal itu disampaikan Ganjar menyusul adanya masukan beberapa pakar kesehatan terkait PPKM Darurat. Salah satunya epidemolog dari Universitas Griffith University, Dicky Budiman yang meminta pemerintah memperpanjang PPKM Darurat hingga Agustus mendatang. 

"Kita mengikuti perkembangan dari masing-masing yang ada. Maka kami sudah menyiapkan skenario kontingensi. Apakah diperpanjang atau tidak, kita siap. Apapun yang terjadi, karena keputusan itu dilihat dari perilaku masyarakat seperti apa," katanya. 

Ganjar menegaskan, membenahi sistem dan penanganan medis seperti penambahan tempat tidur, oksigen sampai tenaga kesehatan bukanlah solusi untuk menekan penyebaran Covid-19. Menurutnya yang bisa mencegah adalah dengan cara mendisiplinkan perilaku masyarakat terkait protokol kesehatan. 

"Kalau semua patuh, protokol kesehatan di ugemi (pedomani) dan dipegang kencang, maka sebenarnya PPKM Darurat tidak perlu diperpanjang. Tapi kalau tidak bisa, potensi perpanjangan bukan tidak mungkin dilakukan," jelasnya. 

Diperpanjang atau tidak, bagi Ganjar PPKM Darurat memiliki manfaat dan resiko tersendiri. Kalau tidak diperpanjang, memang ekonomi akan bergerak. Tapi jika masyarakat tidak disiplin lagi, maka resikonya akan lebih berat. 

"Tapi kalau mau disiplin dan ini dibuka (tidak diperpanjang), maka akan mengurangi. Apa itu bisa, mari kita bicara pada diri sendiri. Ingat, Indonesia sempat jadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia. Ini bahaya, kita mesti perang bersama-sama dan disiplin mesti dilakukan," tegasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu