Follow Us :              

Rembug Desa Kabupaten Rembang, Bahas Penanganan Pandemi Sampai Stunting

  21 July 2021  |   13:00:00  |   dibaca : 467 
Kategori :
Bagikan :


Rembug Desa Kabupaten Rembang, Bahas Penanganan Pandemi Sampai Stunting

21 July 2021 | 13:00:00 | dibaca : 467
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

REMBANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuka Rembug Desa dengan para Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Rembang, Rabu (21/7/2021) langsung dari Pendopo Kabupaten Rembang. 

Acara ini digelar daring melalui aplikasi Zoom dan dihadiri Bupati Rembang Abdul Hafidz beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Rembang. 

Para Kades terlihat bersemangat mengikuti acara. Mereka bukan hanya menyampaikan bermacam permasalahan, tetapi juga berbagai contoh baik penanganan selama pandemi, seperti yang disampaikan Kades Dasun, Sujarwo. 

Pada Ganjar, Sujarwo menceritakan tiga warganya yang positif Covid-19 saat ini dalam kondisi baik berkat program Jogo Tonggo. Meski begitu, di sisi lain ia masih mempunyai beberapa keluhan. 

“Tapi ada bantuan sosial tunai (BST) sebagian warga yang belum cair, terus juga vaksinasi kami mohon diperbanyak,” paparnya yang langsung ditanggapi Ganjar. 

“Kalau soal vaksin, insya Allah Agustus nanti kita dapat jatah vaksin cukup banyak, nanti bisa dikebut termasuk di desa panjenengan," kata Ganjar. 

Sedangkan terkait BST, Ganjar juga menanggapi dengan meminta timnya mengecek penyebab kendala tersebut. 

Kades lain dari Kalitengah, Ansori, memberikan masukan terkait penerapan PPKM Darurat. Ia meminta agar aturan diperlonggar dengan mengizinkan warung kecil melayani pembeli untuk makan. 

"Kasihan Pak, kalau dilarang makan di tempat dagangannya tidak laku," jelasnya. 

Lain lagi dengan masalah yang dihadapi Kades Bangunrejo Tri Kusmiyanto. Ia mengeluhkan masih sulitnya mencegah kerumunan. 

“Apalagi wilayah saya besar sekali sedangkan Kadesnya cilik Pak Ganjar,” kata Tri setengah bercanda. 

Ternyata kondisi serupa juga dialami Kades Megal, Ika Pudiyanti. Ia juga mengakui sulit membuat seluruh warganya menaati protokol kesehatan. 

“Namanya juga banyak orang Pak, ada yang nurut ada yang ngeyel, tantangan buat kami Pak,” tegas Ika. 

Di sela pembahasan Covid-19, Ganjar juga meminta Lurah/Kades juga memperhatikan persoalan kesehatan ibu hamil dan balita. Ganjar menegaskan, tidak boleh ada ibu hamil yang kurang gizi sehingga anaknya jadi stunting. 

Secara umum, dari gelaran kedua Rembug Desa ini, Ganjar menilai para Lurah/Kades di Rembang relatif bisa menangani persoalan di lapangan. 

"Tapi bukan berarti tanpa masalah, (tetapi) relatif masalahnya bisa diselesaikan. Jadi saya sangat optimis, penanganan Covid di level desa bisa diselesaikan." ujar Ganjar. 

Ganjar yakin, kemampuan Lurah/Kades itu akan berdampak besar dalam mengurangi pergerakan di level desa. 

"Saya juga optimis, kalau pergerakan masyarakat bisa dibatasi di level desa, maka pergerakan akan berkurang," jelasnya.


Bagikan :

REMBANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuka Rembug Desa dengan para Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Rembang, Rabu (21/7/2021) langsung dari Pendopo Kabupaten Rembang. 

Acara ini digelar daring melalui aplikasi Zoom dan dihadiri Bupati Rembang Abdul Hafidz beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Rembang. 

Para Kades terlihat bersemangat mengikuti acara. Mereka bukan hanya menyampaikan bermacam permasalahan, tetapi juga berbagai contoh baik penanganan selama pandemi, seperti yang disampaikan Kades Dasun, Sujarwo. 

Pada Ganjar, Sujarwo menceritakan tiga warganya yang positif Covid-19 saat ini dalam kondisi baik berkat program Jogo Tonggo. Meski begitu, di sisi lain ia masih mempunyai beberapa keluhan. 

“Tapi ada bantuan sosial tunai (BST) sebagian warga yang belum cair, terus juga vaksinasi kami mohon diperbanyak,” paparnya yang langsung ditanggapi Ganjar. 

“Kalau soal vaksin, insya Allah Agustus nanti kita dapat jatah vaksin cukup banyak, nanti bisa dikebut termasuk di desa panjenengan," kata Ganjar. 

Sedangkan terkait BST, Ganjar juga menanggapi dengan meminta timnya mengecek penyebab kendala tersebut. 

Kades lain dari Kalitengah, Ansori, memberikan masukan terkait penerapan PPKM Darurat. Ia meminta agar aturan diperlonggar dengan mengizinkan warung kecil melayani pembeli untuk makan. 

"Kasihan Pak, kalau dilarang makan di tempat dagangannya tidak laku," jelasnya. 

Lain lagi dengan masalah yang dihadapi Kades Bangunrejo Tri Kusmiyanto. Ia mengeluhkan masih sulitnya mencegah kerumunan. 

“Apalagi wilayah saya besar sekali sedangkan Kadesnya cilik Pak Ganjar,” kata Tri setengah bercanda. 

Ternyata kondisi serupa juga dialami Kades Megal, Ika Pudiyanti. Ia juga mengakui sulit membuat seluruh warganya menaati protokol kesehatan. 

“Namanya juga banyak orang Pak, ada yang nurut ada yang ngeyel, tantangan buat kami Pak,” tegas Ika. 

Di sela pembahasan Covid-19, Ganjar juga meminta Lurah/Kades juga memperhatikan persoalan kesehatan ibu hamil dan balita. Ganjar menegaskan, tidak boleh ada ibu hamil yang kurang gizi sehingga anaknya jadi stunting. 

Secara umum, dari gelaran kedua Rembug Desa ini, Ganjar menilai para Lurah/Kades di Rembang relatif bisa menangani persoalan di lapangan. 

"Tapi bukan berarti tanpa masalah, (tetapi) relatif masalahnya bisa diselesaikan. Jadi saya sangat optimis, penanganan Covid di level desa bisa diselesaikan." ujar Ganjar. 

Ganjar yakin, kemampuan Lurah/Kades itu akan berdampak besar dalam mengurangi pergerakan di level desa. 

"Saya juga optimis, kalau pergerakan masyarakat bisa dibatasi di level desa, maka pergerakan akan berkurang," jelasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu