Follow Us :              

Ganjar Puji Aksi Kepedulian Sosial Mahasiswa Jateng

  31 July 2021  |   07:00:00  |   dibaca : 352 
Kategori :
Bagikan :


Ganjar Puji Aksi Kepedulian Sosial Mahasiswa Jateng

31 July 2021 | 07:00:00 | dibaca : 352
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Saat bersepeda melintasi bilangan Tembalang pada Sabtu (31/7/2021) pagi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapati sejumlah mahasiswa berjaket almamater memborong dagangan makanan penjual kaki lima (PKL). 

Aksi itu mengundang perhatian Ganjar. Setelah mendekat, dari jaket almamater yang mereke pakai, Ganjar mengetahui mereka adalah mahasiswa Politeknik Negeri Semarang (Polines). 

"Ini lagi ngapain, cari sarapan?," sapa Ganjar. 

"Ya Pak cari sarapan sekalian mbungkusin buat saudara-saudara yang membutuhkan," kata salah satu mahasiswa. 

Salah satu mahasiswa lainnya, Giri Ramadani, menjelaskan, pagi ini ada empat titik PKL yang akan dibeli dagangannya. Dari tiap lapak mereka membeli 30 hingga 50 bungkus. Dana untuk kegiatan ini semua berasal dari penggalangan donasi yang mereka lakukan. 

Karena didapat dari penjual yang berbeda-beda, jenis makanan yang dibeli beragam, mulai dari pecel, jajan pasar, nasi bungkus, sampai susu segar. Makanan itu nantinya akan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan seperti tukang ojek, tukang sapu jalanan, tukang parkir, dan lainnya. 

Aksi mahasiswa itu disambut sukacita oleh para pedagang. 
"Selama PPKM kan terus terang sepi jualannya, alhamdulillah ini pagi-pagi kok ada yang mborong," ujar Sani penjual pecel dengan raut berbinar. 

Selain mahasiswa Polines, mahasiswa-mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah juga mulai aktif melakukan aksi-aksi sosial dengan berbagai cara. 

Mahasiswa  Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) membuat hand sanitizer untuk dibagikan kepada pedagang pasar, ada pula mahasiswa fakultas kesehatan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang membuat  yoghurt dari bahan baku jamu yang bagikan gratis bagi pasien isoman di Purwokerto. 

Ganjar mengaku senang dengan fenomena makin maraknya aksi sosial yang dilakukan mahasiswa di Jawa Tengah untuk membantu masyarakat bawah. 

"Ini pola yang saya lihat mulai menggejala di Jawa Tengah. Kemarin ada dari kelompok Cipayung, hari ini ada para mahasiswa. Harapan saya anak-anak dari perguruan tinggi lain bisa meniru. Saya apresiasi itu, hebat," kata Ganjar.


Bagikan :

SEMARANG - Saat bersepeda melintasi bilangan Tembalang pada Sabtu (31/7/2021) pagi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapati sejumlah mahasiswa berjaket almamater memborong dagangan makanan penjual kaki lima (PKL). 

Aksi itu mengundang perhatian Ganjar. Setelah mendekat, dari jaket almamater yang mereke pakai, Ganjar mengetahui mereka adalah mahasiswa Politeknik Negeri Semarang (Polines). 

"Ini lagi ngapain, cari sarapan?," sapa Ganjar. 

"Ya Pak cari sarapan sekalian mbungkusin buat saudara-saudara yang membutuhkan," kata salah satu mahasiswa. 

Salah satu mahasiswa lainnya, Giri Ramadani, menjelaskan, pagi ini ada empat titik PKL yang akan dibeli dagangannya. Dari tiap lapak mereka membeli 30 hingga 50 bungkus. Dana untuk kegiatan ini semua berasal dari penggalangan donasi yang mereka lakukan. 

Karena didapat dari penjual yang berbeda-beda, jenis makanan yang dibeli beragam, mulai dari pecel, jajan pasar, nasi bungkus, sampai susu segar. Makanan itu nantinya akan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan seperti tukang ojek, tukang sapu jalanan, tukang parkir, dan lainnya. 

Aksi mahasiswa itu disambut sukacita oleh para pedagang. 
"Selama PPKM kan terus terang sepi jualannya, alhamdulillah ini pagi-pagi kok ada yang mborong," ujar Sani penjual pecel dengan raut berbinar. 

Selain mahasiswa Polines, mahasiswa-mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah juga mulai aktif melakukan aksi-aksi sosial dengan berbagai cara. 

Mahasiswa  Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) membuat hand sanitizer untuk dibagikan kepada pedagang pasar, ada pula mahasiswa fakultas kesehatan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang membuat  yoghurt dari bahan baku jamu yang bagikan gratis bagi pasien isoman di Purwokerto. 

Ganjar mengaku senang dengan fenomena makin maraknya aksi sosial yang dilakukan mahasiswa di Jawa Tengah untuk membantu masyarakat bawah. 

"Ini pola yang saya lihat mulai menggejala di Jawa Tengah. Kemarin ada dari kelompok Cipayung, hari ini ada para mahasiswa. Harapan saya anak-anak dari perguruan tinggi lain bisa meniru. Saya apresiasi itu, hebat," kata Ganjar.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu