Follow Us :              

Uji Coba Pembukaan Mal di Semarang, Ganjar Berharap Ekonomi Tumbuh Kembali

  11 August 2021  |   11:00:00  |   dibaca : 669 
Kategori :
Bagikan :


Uji Coba Pembukaan Mal di Semarang, Ganjar Berharap Ekonomi Tumbuh Kembali

11 August 2021 | 11:00:00 | dibaca : 669
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah meninjau uji coba pembukaan Mal Paragon Semarang setelah sempat ditutup selama PPKM Darurat lalu, Rabu (11/8/2021). Pembukaan ini dilakukan pengelola mal atas aturan baru pemerintah pusat yang mulai mengizinkan pusat perbelanjaan modern kembali dibuka untuk menggerakkan kembali roda ekonomi masyarakat. 

Selama masa uji coba, pusat perbelanjaan dan mal diizinkan beroperasi pukul 10.00-20.00 WIB dengan kapasitas maksimal 25 persen. Pengunjung juga wajibkan mentaati protokol kesehatan seperti  memakai masker, menjaga jarak. 

Sebelum ke dalam area mal, 
pengunjung harus rela antre di pintu masuk untuk cek suhu badan dan menunjukkan kartu vaksin atau scan  barcode di aplikasi Peduli Lindungi. Tidak terkecuali Ganjar yang bahkan harus download aplikasi terlebih dahulu demi memunculkan sertifikat vaksin. 
Di dalam mal, selain menyapa para pengunjung, Ganjar juga sempat masuk ke beberapa gerai.  "Sudah buka ya Mas? Gimana rame nggak. Sudah ada yang beli belum?," tanya Ganjar pada para penjaga gerai. 

"Sudah Pak, sudah mulai banyak yang beli," ucapnya salah satu penjaga gerai. Jawaban serupa juga disampaikan wajah-wajah sumringah para penjaga gerai lainnya. 

Ganjar mengatakan, dari pantauannya pembukaan mal di Semarang berjalan lancar.  Masyarakat bisa tertib dan teratur untuk mematuhi protokol kesehatan. 

"Saya cek rata-rata mereka siap menjalankan prokes. Masker nggak boleh dicopot, mereka juga mau antri dengan baik. Kalau ini bisa dipertahankan, maka ekonomi bisa tumbuh lagi," ucapnya. 

Diinformasikan, pelaksanaan uji coba pembukaan pusat perbelanjaan dan mal ini mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri No 30 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3 dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali. 

Selain ketentuan jam operasional, kapasitas pengunjung, dan syarat menunjukkan sertifikat vaksin, terdapat ketentuan bagi anak di bawah 12 tahun dan orang tua di atas 70 tahun yang tidak diperkenankan masuk. 

Tempat hiburan seperti bioskop, tempat bermain anak, dan tempat hiburan lainnya masih ditutup untuk sementara waktu. Restoran hanya melayani take away (bawa pulang) dan pesan antar, kecuali di area terbuka.
Atas keluhan sebagian masyarakat yang belum bisa menikmati fasilitas ini karena belum vaksinasi, Ganjar mengaku bisa memahami. Pada mereka Ganjar meminta pengertian agar bersabar karena pembukaan ini juga baru uji coba di Jakarta, Bandung, Surabaya dan Semarang. 

"Ini baru uji coba, jadi terpaksa kita menerima dulu kondisi ini. Apapun yang terjadi, pemerintah punya keinginan kuat untuk membantu meningkatkan kembali ekonomi dan masyarakat bisa kembali beraktivitas," pungkasnya


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah meninjau uji coba pembukaan Mal Paragon Semarang setelah sempat ditutup selama PPKM Darurat lalu, Rabu (11/8/2021). Pembukaan ini dilakukan pengelola mal atas aturan baru pemerintah pusat yang mulai mengizinkan pusat perbelanjaan modern kembali dibuka untuk menggerakkan kembali roda ekonomi masyarakat. 

Selama masa uji coba, pusat perbelanjaan dan mal diizinkan beroperasi pukul 10.00-20.00 WIB dengan kapasitas maksimal 25 persen. Pengunjung juga wajibkan mentaati protokol kesehatan seperti  memakai masker, menjaga jarak. 

Sebelum ke dalam area mal, 
pengunjung harus rela antre di pintu masuk untuk cek suhu badan dan menunjukkan kartu vaksin atau scan  barcode di aplikasi Peduli Lindungi. Tidak terkecuali Ganjar yang bahkan harus download aplikasi terlebih dahulu demi memunculkan sertifikat vaksin. 
Di dalam mal, selain menyapa para pengunjung, Ganjar juga sempat masuk ke beberapa gerai.  "Sudah buka ya Mas? Gimana rame nggak. Sudah ada yang beli belum?," tanya Ganjar pada para penjaga gerai. 

"Sudah Pak, sudah mulai banyak yang beli," ucapnya salah satu penjaga gerai. Jawaban serupa juga disampaikan wajah-wajah sumringah para penjaga gerai lainnya. 

Ganjar mengatakan, dari pantauannya pembukaan mal di Semarang berjalan lancar.  Masyarakat bisa tertib dan teratur untuk mematuhi protokol kesehatan. 

"Saya cek rata-rata mereka siap menjalankan prokes. Masker nggak boleh dicopot, mereka juga mau antri dengan baik. Kalau ini bisa dipertahankan, maka ekonomi bisa tumbuh lagi," ucapnya. 

Diinformasikan, pelaksanaan uji coba pembukaan pusat perbelanjaan dan mal ini mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri No 30 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3 dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali. 

Selain ketentuan jam operasional, kapasitas pengunjung, dan syarat menunjukkan sertifikat vaksin, terdapat ketentuan bagi anak di bawah 12 tahun dan orang tua di atas 70 tahun yang tidak diperkenankan masuk. 

Tempat hiburan seperti bioskop, tempat bermain anak, dan tempat hiburan lainnya masih ditutup untuk sementara waktu. Restoran hanya melayani take away (bawa pulang) dan pesan antar, kecuali di area terbuka.
Atas keluhan sebagian masyarakat yang belum bisa menikmati fasilitas ini karena belum vaksinasi, Ganjar mengaku bisa memahami. Pada mereka Ganjar meminta pengertian agar bersabar karena pembukaan ini juga baru uji coba di Jakarta, Bandung, Surabaya dan Semarang. 

"Ini baru uji coba, jadi terpaksa kita menerima dulu kondisi ini. Apapun yang terjadi, pemerintah punya keinginan kuat untuk membantu meningkatkan kembali ekonomi dan masyarakat bisa kembali beraktivitas," pungkasnya


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu