Follow Us :              

Ganjar : Pemprov Jateng Akan Dampingi Pemkab/Pemkot Level 4

  31 August 2021  |   09:00:00  |   dibaca : 358 
Kategori :
Bagikan :


Ganjar : Pemprov Jateng Akan Dampingi Pemkab/Pemkot Level 4

31 August 2021 | 09:00:00 | dibaca : 358
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri No 38 Tahun 2021 diketahui dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, hanya tinggal Purworejo dan Kota Magelang yang berstatus PPKM level 4, sisanya sudah turun level menjadi level 3 dan 2. 

Untuk itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, pihaknya akan melakukan pendampingan khusus pada dua daerah itu. 

"Kemarin saya ditelpon Pak Menko Marinves soal ini. Perlu kita menyiapkan bantuan dalam bentuk pendampingan, sehingga apa problem nya  bisa diselesaikan," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (31/8/2021). 

Pendampingan akan dilakukan dengan bekerja sama dengan seluruh instansi, termasuk Forkompimda, TNI/Polri dan relawan dalam percepatan vaksinasi. 

"Termasuk kita percepat vaksinasi, karena kalau vaksin bisa cepat, ini bisa membantu. Sekarang kan vaksin sudah digas, walaupun masih kurang, namun semangat percepatannya sudah ada. Tinggal kita konsolidasikan agar lebih sistematis dan terstuktur, agar penurunan levelnya lebih cepat," jelasnya. 

Selain itu, Ganjar juga meminta bupati/wali kota di dua daerah itu untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. 

"Daerah yang levelnya belum turun itu, saya minta ayo kenceng ( prokes ), jangan kendor dulu. Kalau tidak dikencengin, ini gawat karena memungkinkan terjadi mobilitas ke daerah lain," imbuhnya. 

Di tengah upaya keras pemerintah mencegah penyebaran Covid-19, Ganjar sangat menyayangkan sikap sebagian orang yang justru menjadi abai pasca terjadinya penurunan jumlah kasus. 

"Banyak masyarakat yang mulai euforia dan tidak disiplin prokes. Ini hati-hati. Semua daerah tidak boleh kendor dan terus eling lan ngelingke. Daerah-daerah yang sudah bagus, tetap jaga prokes," tegasnya. 

"Ibarat lari itu, garis finish nya sudah kelihatan. Tidak boleh terlalu euforia. Kalau sudah mau finish kan harus tetap lari, jangan tidak lari. Artinya sudah membaik, tapi harus tetap prokes, jangan abai prokes," pungkasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri No 38 Tahun 2021 diketahui dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, hanya tinggal Purworejo dan Kota Magelang yang berstatus PPKM level 4, sisanya sudah turun level menjadi level 3 dan 2. 

Untuk itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, pihaknya akan melakukan pendampingan khusus pada dua daerah itu. 

"Kemarin saya ditelpon Pak Menko Marinves soal ini. Perlu kita menyiapkan bantuan dalam bentuk pendampingan, sehingga apa problem nya  bisa diselesaikan," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (31/8/2021). 

Pendampingan akan dilakukan dengan bekerja sama dengan seluruh instansi, termasuk Forkompimda, TNI/Polri dan relawan dalam percepatan vaksinasi. 

"Termasuk kita percepat vaksinasi, karena kalau vaksin bisa cepat, ini bisa membantu. Sekarang kan vaksin sudah digas, walaupun masih kurang, namun semangat percepatannya sudah ada. Tinggal kita konsolidasikan agar lebih sistematis dan terstuktur, agar penurunan levelnya lebih cepat," jelasnya. 

Selain itu, Ganjar juga meminta bupati/wali kota di dua daerah itu untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. 

"Daerah yang levelnya belum turun itu, saya minta ayo kenceng ( prokes ), jangan kendor dulu. Kalau tidak dikencengin, ini gawat karena memungkinkan terjadi mobilitas ke daerah lain," imbuhnya. 

Di tengah upaya keras pemerintah mencegah penyebaran Covid-19, Ganjar sangat menyayangkan sikap sebagian orang yang justru menjadi abai pasca terjadinya penurunan jumlah kasus. 

"Banyak masyarakat yang mulai euforia dan tidak disiplin prokes. Ini hati-hati. Semua daerah tidak boleh kendor dan terus eling lan ngelingke. Daerah-daerah yang sudah bagus, tetap jaga prokes," tegasnya. 

"Ibarat lari itu, garis finish nya sudah kelihatan. Tidak boleh terlalu euforia. Kalau sudah mau finish kan harus tetap lari, jangan tidak lari. Artinya sudah membaik, tapi harus tetap prokes, jangan abai prokes," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu