Follow Us :              

Terus Dorong Ekotren Dan Tosaga, Gus Yasin Imbau Santri Pengusaha Ikut Promosi 'Lapak Ganjar'

  03 September 2021  |   16:00:00  |   dibaca : 361 
Kategori :
Bagikan :


Terus Dorong Ekotren Dan Tosaga, Gus Yasin Imbau Santri Pengusaha Ikut Promosi 'Lapak Ganjar'

03 September 2021 | 16:00:00 | dibaca : 361
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

REMBANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengimbau santri pengusaha dapat mengikuti ruang promosi 'Lapak Ganjar'. Menurutnya, melalui ruang promosi di akun sosial media orang Nomor 1 di Jawa Tengah itu, bisa membantu cakupan promosi secara lebih luas.

Hal tersebut, dia sampaikan usai menghadiri podcast Perpustakaan Cahaya Ilmu Desa Dasun, di Desa Dasun, Rembang, Jumat (3/9/2021). 

Selain mengajak para santri pengusaha, Gus Yasin, sapaan akrabnya, juga menerangkan bahwa dalam masa kepemimpinan Ganjar-Yasin, para santri dan masyarakat di lingkungan pesantren terus didorong untuk berwirausaha.

"Kita ada program Ekonomi Pesantren (Ekotren) yang menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Program tersebut juga menjadi langkah pengentasan kemiskinan, mengingat komunitas pondok pesantren (ponpes) sangatlah besar," kata Gus Yasin.

Lebih jauh, Gus Yasin memaparkan berdasarkan data Kementerian Agama Jateng, jumlah pondok pesantren di Jawa Tengah menempati urutan ketiga nasional dengan jumlah mencapai 4.759 pondok. Dari jumlah tersebut, lanjutnya, Pemprov Jateng menargetkan 30 persen atau sekitar 1.500 ponpes yang punya produk unggulan.

Target tersebut terus dikejar dengan segala syarat administrasinya. Misalnya, papar Gus Yasin, memiliki sertifikat halal, produk ber-SNI, memiliki PIRT dan memiliki sertifikasi BPOM. 

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya menggenjot pertumbuhan ekonomi sesuai target tersebut. Kata dia, selain memberikan bantuan kepada masyarakat, pemerintah juga menyiapkan berbagai pelatihan hingga menyediakan kemudahan akses modal dengan bunga rendah.

"Dengan demikian, produk-produk pesantren dapat diterima pasar secara luas. Sehingga nantinya bisa berhasil dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi negara," tandasnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga memfasilitasi para santri pengusaha melalui Toko Santri Gayeng (Tosaga). Wadah Tersebut menawarkan produk yang dihasilkan oleh ponpes dan lingkungan sekitarnya. 
 
Menurut Gus Yasin, keberadaan Tosaga ini menjadi penting karena selama ini produk ponpes belum terakomodir oleh minimarket, lantaran persyaratan yang rumit.

Selain sebagai wadah, Tosaga juga menjadi sarana bagi ponpes untuk mempelajari manajemen bisnis modern. 

"Yang semula konvensional, menjadi modern dengan mengikuti era 4.0. Sehingga 'melek teknologi' dapat terwujud. Bahkan Pemprov Jateng menggandeng e-commerce kelas unicorn dalam pelatihan marketing online," tutupnya.


Bagikan :

REMBANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengimbau santri pengusaha dapat mengikuti ruang promosi 'Lapak Ganjar'. Menurutnya, melalui ruang promosi di akun sosial media orang Nomor 1 di Jawa Tengah itu, bisa membantu cakupan promosi secara lebih luas.

Hal tersebut, dia sampaikan usai menghadiri podcast Perpustakaan Cahaya Ilmu Desa Dasun, di Desa Dasun, Rembang, Jumat (3/9/2021). 

Selain mengajak para santri pengusaha, Gus Yasin, sapaan akrabnya, juga menerangkan bahwa dalam masa kepemimpinan Ganjar-Yasin, para santri dan masyarakat di lingkungan pesantren terus didorong untuk berwirausaha.

"Kita ada program Ekonomi Pesantren (Ekotren) yang menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Program tersebut juga menjadi langkah pengentasan kemiskinan, mengingat komunitas pondok pesantren (ponpes) sangatlah besar," kata Gus Yasin.

Lebih jauh, Gus Yasin memaparkan berdasarkan data Kementerian Agama Jateng, jumlah pondok pesantren di Jawa Tengah menempati urutan ketiga nasional dengan jumlah mencapai 4.759 pondok. Dari jumlah tersebut, lanjutnya, Pemprov Jateng menargetkan 30 persen atau sekitar 1.500 ponpes yang punya produk unggulan.

Target tersebut terus dikejar dengan segala syarat administrasinya. Misalnya, papar Gus Yasin, memiliki sertifikat halal, produk ber-SNI, memiliki PIRT dan memiliki sertifikasi BPOM. 

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya menggenjot pertumbuhan ekonomi sesuai target tersebut. Kata dia, selain memberikan bantuan kepada masyarakat, pemerintah juga menyiapkan berbagai pelatihan hingga menyediakan kemudahan akses modal dengan bunga rendah.

"Dengan demikian, produk-produk pesantren dapat diterima pasar secara luas. Sehingga nantinya bisa berhasil dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi negara," tandasnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga memfasilitasi para santri pengusaha melalui Toko Santri Gayeng (Tosaga). Wadah Tersebut menawarkan produk yang dihasilkan oleh ponpes dan lingkungan sekitarnya. 
 
Menurut Gus Yasin, keberadaan Tosaga ini menjadi penting karena selama ini produk ponpes belum terakomodir oleh minimarket, lantaran persyaratan yang rumit.

Selain sebagai wadah, Tosaga juga menjadi sarana bagi ponpes untuk mempelajari manajemen bisnis modern. 

"Yang semula konvensional, menjadi modern dengan mengikuti era 4.0. Sehingga 'melek teknologi' dapat terwujud. Bahkan Pemprov Jateng menggandeng e-commerce kelas unicorn dalam pelatihan marketing online," tutupnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu