Follow Us :              

Dampingi Kemenkraf Tinjau Sangiran, Ganjar Borong Dagangan Samiyem

  09 October 2021  |   10:00:00  |   dibaca : 223 
Kategori :
Bagikan :


Dampingi Kemenkraf Tinjau Sangiran, Ganjar Borong Dagangan Samiyem

09 October 2021 | 10:00:00 | dibaca : 223
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SRAGEN - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mendampingi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenkraf) Sandiaga Uno mengunjuni objek wisata Sangiran, Sragen (9/10). Kedatangan mereka dalam rangka peninjauan dan penilaian 50 besar Desa Wisata Indonesia Bangkit Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021, yang salah satunya adalah Desa Wisata Sangiran. 

Prestasi ini tidak saja membuat bangga dan bahagia Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, tetapi juga masyarakat di Sangiran, terutama para pedagang di objek wisata tersebut.  Setelah ditutup dua tahun lamanya akibat pandemi, mereka berharap ini bisa menjadi awal yang baik untuk menghidupkan kembali mata pencarian mereka selama ini.

Para pedagang terlihat begitu bersemangat saat rombongan Ganjar Pranowo dan Menparekraf Sandiaga Uno berjalan melewati lapak-lapak mereka menuju Museum Manusia Purba. Suara mereka riuh rendah berebut menawarkan dagangan. 

“Pak mriki (sini) Pak, saya sudah dua tahun tidak jualan ini dibeli,” tutur Samiyem memanggil Ganjar yang berdiri di antara rombongan Kemenparekraf. 

Dodolan opo bu? Iki piro?,” tanya Ganjar menanyakan harga salah satu barang dagangan Samiyem. 

Kepada Ganjar, Samiyem menyodorkan setiap macam dagangannya. Mulai aksesoris gelang dan kalung, kaos hingga alat pijat dari batu. 

Iki piro bu? Rong puluh ewu yo? (Ini berapa bu? Dua puluh ribu ya?),” goda Ganjar berlagak menawar yang mengundang tawa peserta rombongan. 

Dari lapak Samiyem, Ganjar  membeli sejumlah kaos dan alat pijat dari batu. Tidak mau ketinggalan, pedagang-pedagang lain ikut memanggi-manggil Ganjar berharap dibeli juga dagangan mereka. Kualahan menghadapi mereka, Ganjar menyerahkan hal ini pada ajudannya. 

Yowis kui ngomong bosku (ajudan) ditukuni ben ora meri,” ujarnya. 

Kebahagiaan terpancar dari sorot mata Samiyem, melihat ramainya pengunjung yang datang ke Museum Manusia Purba Sangiran hari itu. Apalagi saat dagangannya diborong oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. 

“Saya sudah jualan di sini lama, kemarin tidak jualan dua tahun. Ini seneng banget dibeli Pak Ganjar, harapannya ramai yang datang jadi bisa jual terus,” tutur Samiyem. 

Keunggulan Desa Wisata Sangiran selain memiliki wisata alam yang indah, desa berusia 1,8 juta tahun ini juga memiliki nilai sejarah yang sangat berharga. Betapa tidak, 50 persen fossil manusia purba ditemukan di tanah Sangiran ini.


Bagikan :

SRAGEN - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mendampingi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenkraf) Sandiaga Uno mengunjuni objek wisata Sangiran, Sragen (9/10). Kedatangan mereka dalam rangka peninjauan dan penilaian 50 besar Desa Wisata Indonesia Bangkit Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021, yang salah satunya adalah Desa Wisata Sangiran. 

Prestasi ini tidak saja membuat bangga dan bahagia Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, tetapi juga masyarakat di Sangiran, terutama para pedagang di objek wisata tersebut.  Setelah ditutup dua tahun lamanya akibat pandemi, mereka berharap ini bisa menjadi awal yang baik untuk menghidupkan kembali mata pencarian mereka selama ini.

Para pedagang terlihat begitu bersemangat saat rombongan Ganjar Pranowo dan Menparekraf Sandiaga Uno berjalan melewati lapak-lapak mereka menuju Museum Manusia Purba. Suara mereka riuh rendah berebut menawarkan dagangan. 

“Pak mriki (sini) Pak, saya sudah dua tahun tidak jualan ini dibeli,” tutur Samiyem memanggil Ganjar yang berdiri di antara rombongan Kemenparekraf. 

Dodolan opo bu? Iki piro?,” tanya Ganjar menanyakan harga salah satu barang dagangan Samiyem. 

Kepada Ganjar, Samiyem menyodorkan setiap macam dagangannya. Mulai aksesoris gelang dan kalung, kaos hingga alat pijat dari batu. 

Iki piro bu? Rong puluh ewu yo? (Ini berapa bu? Dua puluh ribu ya?),” goda Ganjar berlagak menawar yang mengundang tawa peserta rombongan. 

Dari lapak Samiyem, Ganjar  membeli sejumlah kaos dan alat pijat dari batu. Tidak mau ketinggalan, pedagang-pedagang lain ikut memanggi-manggil Ganjar berharap dibeli juga dagangan mereka. Kualahan menghadapi mereka, Ganjar menyerahkan hal ini pada ajudannya. 

Yowis kui ngomong bosku (ajudan) ditukuni ben ora meri,” ujarnya. 

Kebahagiaan terpancar dari sorot mata Samiyem, melihat ramainya pengunjung yang datang ke Museum Manusia Purba Sangiran hari itu. Apalagi saat dagangannya diborong oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. 

“Saya sudah jualan di sini lama, kemarin tidak jualan dua tahun. Ini seneng banget dibeli Pak Ganjar, harapannya ramai yang datang jadi bisa jual terus,” tutur Samiyem. 

Keunggulan Desa Wisata Sangiran selain memiliki wisata alam yang indah, desa berusia 1,8 juta tahun ini juga memiliki nilai sejarah yang sangat berharga. Betapa tidak, 50 persen fossil manusia purba ditemukan di tanah Sangiran ini.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu