Follow Us :              

Gempa Swarm, Taj Yasin Minta Masyarakat Akses Info Lewat BMKG

  25 October 2021  |   10:00:00  |   dibaca : 161 
Kategori :
Bagikan :


Gempa Swarm, Taj Yasin Minta Masyarakat Akses Info Lewat BMKG

25 October 2021 | 10:00:00 | dibaca : 161
Kategori :
Bagikan :

Foto : Simon (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Simon (Humas Jateng)

SEMARANG - Sejak Sabtu (23/10/2021), masyarakat di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga, dilanda gempa swarm (gempa singkat). Hingga Senin (25/10/2021), BMKG mencatat sudah terjadi 35 kali gempa.

Gempa terakhir terjadi pada pukul 14:43 WIB dengan magnitudo 2,7. Pusat gempa berada di 16 km tenggara Kabupaten Semarang, dengan kedalaman 10 kilometer. 

Saat menjadi narasumber Live Dialog Metro TV dengan topik " Bagaimana Kesiapan Pemerintah Daerah dalam Mitigasi Bencana"  Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menjelaskan, meski gempa swarm adalah gempa yang kekuatannya kecil dengan frekuensi sering, masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada. Kewaspadaan utamanya ditujukan bagi masyarakat yang beraktivitas atau tinggal di bangunan yang strukturnya kurang kuat.

Pemerintah, lanjutnya, juga meminta agar masyarakat hanya mengakses informasi dari sumber yang valid, yakni BMKG. Hal ini dirasa penting, agar masyarakat tidak termakan informasi hoaks yang menimbulkan kepanikan. 

"Ayo kita dengarkan informasi dari BMKG. Kita biasanya mengatakan (sarankan) bertanyalah kepada ahlinya. Maka ahlinya disini adalah informasi yang dikeluarkan dari BMKG. Dan BMKG sampai saat ini masih meneliti apakah swarm berpotensi memunculkan gunung-gunung yang dulu sudah tidak aktif (jadi) aktif lagi," papar dia.

Sebagai upaya mitigasi bencana, pemerintah tengah menyiapkan jalur evakuasi. Selain itu, disiapkan pula tempat pengungsian yang memperhatikan protokol kesehatan.

"Yang perlu kita perhatikan lagi adalah, saat ini kita masih di masa pandemi Covid-19 yang belum selesai. Sehingga kita juga nanti antisipasi. Jangan sampai tempat pengungsian berjubel, berkerumun. Potensi penularan Covid-19-nya harus dihindari," tutupnya. 


Bagikan :

SEMARANG - Sejak Sabtu (23/10/2021), masyarakat di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga, dilanda gempa swarm (gempa singkat). Hingga Senin (25/10/2021), BMKG mencatat sudah terjadi 35 kali gempa.

Gempa terakhir terjadi pada pukul 14:43 WIB dengan magnitudo 2,7. Pusat gempa berada di 16 km tenggara Kabupaten Semarang, dengan kedalaman 10 kilometer. 

Saat menjadi narasumber Live Dialog Metro TV dengan topik " Bagaimana Kesiapan Pemerintah Daerah dalam Mitigasi Bencana"  Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menjelaskan, meski gempa swarm adalah gempa yang kekuatannya kecil dengan frekuensi sering, masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada. Kewaspadaan utamanya ditujukan bagi masyarakat yang beraktivitas atau tinggal di bangunan yang strukturnya kurang kuat.

Pemerintah, lanjutnya, juga meminta agar masyarakat hanya mengakses informasi dari sumber yang valid, yakni BMKG. Hal ini dirasa penting, agar masyarakat tidak termakan informasi hoaks yang menimbulkan kepanikan. 

"Ayo kita dengarkan informasi dari BMKG. Kita biasanya mengatakan (sarankan) bertanyalah kepada ahlinya. Maka ahlinya disini adalah informasi yang dikeluarkan dari BMKG. Dan BMKG sampai saat ini masih meneliti apakah swarm berpotensi memunculkan gunung-gunung yang dulu sudah tidak aktif (jadi) aktif lagi," papar dia.

Sebagai upaya mitigasi bencana, pemerintah tengah menyiapkan jalur evakuasi. Selain itu, disiapkan pula tempat pengungsian yang memperhatikan protokol kesehatan.

"Yang perlu kita perhatikan lagi adalah, saat ini kita masih di masa pandemi Covid-19 yang belum selesai. Sehingga kita juga nanti antisipasi. Jangan sampai tempat pengungsian berjubel, berkerumun. Potensi penularan Covid-19-nya harus dihindari," tutupnya. 


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu