Follow Us :              

Sukses Tanggulangi Pandemi, Agustus-September 2021 Surplus Ekspor Jateng Meningkat

  02 November 2021  |   10:00:00  |   dibaca : 478 
Kategori :
Bagikan :


Sukses Tanggulangi Pandemi, Agustus-September 2021 Surplus Ekspor Jateng Meningkat

02 November 2021 | 10:00:00 | dibaca : 478
Kategori :
Bagikan :

Foto : istimewa (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : istimewa (Humas Jateng)

SEMARANG - Seiring penurunan jumlah kasus Covid-19, neraca perdagangan Jawa Tengah menjadi terus meningkat. Hal ini disampaikan Pelaksana tugas (Plt) BPS Jawa Tengah, Sentot Bangun Widoyono pada Selasa (2/11/2021). 

Neraca perdagangan luar negeri Jawa Tengah September 2021 surplus USD 149,68 juta. Hal ini diindikasikan dari kinerja ekspor yang naik mencapai USD 1.025,66 juta dan kinerja impor turun USD 261,39 juta, dibandingkan bulan Agustus 2021. 

Bahkan, berdasarkan data ekspor dan impor yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, data ekspor Jawa Tengah mengalami surplus yang paling tinggi dibanding tahun lalu. 

"Ini menunjukan besarnya permintaan dari rest of the world atau luar negeri," ujar Sentot. 

Ia memaparkan data, dengan capaian ekspor September USD 1.025,66 juta artinya ada kenaikan 6 persen, jika dibanding kinerja ekspor Agustus 2021 yang tercatat, USD 967,60 juta. Bahkan, jika dibanding bulan September tahun 2020, kenaikannya mencapai 40,18 persen. Tercatat, total ekspor migas dan non migas bulan September 2020 adalah USD 731,66 juta. 

Sentot memaparkan, ada lima barang yang menyumbang kenaikan ekspor. Di antaranya kayu dan barang dari kayu, alas kaki, produk kimia, pakaian dan aksesorisnya (rajutan), dan sayuran. 

Terkait negara sebagai tujuan ekspor terbesar dari Jawa Tengah Sentot menyebut ada lima negara. 

"Secara demand (permintaan), peningkatan ekspor terbesar produk Jateng ke negara Tiongkok sebesar USD 22,47 juta, Jepang USD 22,29 juta, Amerika Serikat USD 20,99 juta, India USD 6,75 juta, dan Taiwan USD 5,07 juta," sebutnya. 

Bila dilihat kinerja ekspor non migas pada Januari-September 2021, total ekspor Jawa Tengah mencapai  USD 7 262,31 juta. Pasar terbesar dari komoditas ini adalah Amerika Serikat dengan USD 2.900,58 juta atau 39,94 persen. Posisi itu disusul dengan Jepang, Tiongkok, Uni Eropa dan Asean. 

Sedangkan kinerja impor Jawa Tengah pada September 2021 adalah USD 875,98 juta. Nilai tersebut turun USD 261,39 juta atau 22,98 persen jika dibanding Agustus 2021. Sementara, bila dibandingkan periode sama 2020 peningkatan kinerja impor masih di bawah capaian saat ini. Pada periode yang sama tahun lalu, dimana kinerja impor Jawa Tengah naik USD 156,34 juta atau 21,72 persen.


Bagikan :

SEMARANG - Seiring penurunan jumlah kasus Covid-19, neraca perdagangan Jawa Tengah menjadi terus meningkat. Hal ini disampaikan Pelaksana tugas (Plt) BPS Jawa Tengah, Sentot Bangun Widoyono pada Selasa (2/11/2021). 

Neraca perdagangan luar negeri Jawa Tengah September 2021 surplus USD 149,68 juta. Hal ini diindikasikan dari kinerja ekspor yang naik mencapai USD 1.025,66 juta dan kinerja impor turun USD 261,39 juta, dibandingkan bulan Agustus 2021. 

Bahkan, berdasarkan data ekspor dan impor yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, data ekspor Jawa Tengah mengalami surplus yang paling tinggi dibanding tahun lalu. 

"Ini menunjukan besarnya permintaan dari rest of the world atau luar negeri," ujar Sentot. 

Ia memaparkan data, dengan capaian ekspor September USD 1.025,66 juta artinya ada kenaikan 6 persen, jika dibanding kinerja ekspor Agustus 2021 yang tercatat, USD 967,60 juta. Bahkan, jika dibanding bulan September tahun 2020, kenaikannya mencapai 40,18 persen. Tercatat, total ekspor migas dan non migas bulan September 2020 adalah USD 731,66 juta. 

Sentot memaparkan, ada lima barang yang menyumbang kenaikan ekspor. Di antaranya kayu dan barang dari kayu, alas kaki, produk kimia, pakaian dan aksesorisnya (rajutan), dan sayuran. 

Terkait negara sebagai tujuan ekspor terbesar dari Jawa Tengah Sentot menyebut ada lima negara. 

"Secara demand (permintaan), peningkatan ekspor terbesar produk Jateng ke negara Tiongkok sebesar USD 22,47 juta, Jepang USD 22,29 juta, Amerika Serikat USD 20,99 juta, India USD 6,75 juta, dan Taiwan USD 5,07 juta," sebutnya. 

Bila dilihat kinerja ekspor non migas pada Januari-September 2021, total ekspor Jawa Tengah mencapai  USD 7 262,31 juta. Pasar terbesar dari komoditas ini adalah Amerika Serikat dengan USD 2.900,58 juta atau 39,94 persen. Posisi itu disusul dengan Jepang, Tiongkok, Uni Eropa dan Asean. 

Sedangkan kinerja impor Jawa Tengah pada September 2021 adalah USD 875,98 juta. Nilai tersebut turun USD 261,39 juta atau 22,98 persen jika dibanding Agustus 2021. Sementara, bila dibandingkan periode sama 2020 peningkatan kinerja impor masih di bawah capaian saat ini. Pada periode yang sama tahun lalu, dimana kinerja impor Jawa Tengah naik USD 156,34 juta atau 21,72 persen.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu