Follow Us :              

Peringati Hari Pahlawan, Gubernur Jateng Ingatkan Perjuangan Generasi Muda

  10 November 2021  |   07:00:00  |   dibaca : 249 
Kategori :
Bagikan :


Peringati Hari Pahlawan, Gubernur Jateng Ingatkan Perjuangan Generasi Muda

10 November 2021 | 07:00:00 | dibaca : 249
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

KAB. BLORA - Peringatan Hari Pahlawan, Rabu (10/11/2021) dirayakan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo secara sederhana. Diikuti pejabat daerah Blora dan para tamu undangan, Gubernur Jawa Tengah menggelar upacara di Lapangan Sendang dekat sebuah area pemakaman di pinggiran Dukuh Weru, Desa Temurejo, Kecamatan Blora.
Sebuah pemakaman yang tenang diantara hamparan persawahan. Di lokasi ini terdapat makam pejuang  wanita yang dijuluki Singa Betina dari Aceh, Pocut Meurah Intan. 

Dalam suasana hikmat, pidato Gubernur Jateng berkumandang. 
"Di tempat ini, bersemayam jenazah pejuang dari Aceh. Pocut Meurah Intan, yang orang sini biasa memanggil Mbah Cut. Warga sini telah merawat makam beliau. Ini membuktikan, bahwa kepahlawanan tidak memandang apa sukunya, rasnya maupun agamanya. Selagi berjuang untuk Indonesia Raya, mereka adalah pahlawan kita," ungkapnya 

Atas kepedulian tersebut Gubernur Jateng memberikan hormat setinggi-tingginya pada masyarakat yang telah merawat makam Pocut Meurah Intan. Rasa hormat juga ia sampaikan pada masyarakat di daerah-daerah lain yang memilili kepedulian pada para pahlawan bangsa, tanpa membedakan latar belakang suku maupun agama. 

Ganjar Pranowo mencontohkan masyarakat Makassar yang telah merawat makam Pangeran Diponegoro, masyarakat Sumedang yang merawat makam Cut Nyak Dien dan masyarakat Minahasa yang merawat makam Tuanku Imam Bonjol, bahkan masyarakat negara lain ikut merawat makam pahlawan nasional Indonesia. 

"Penghormatan tinggi juga kita sampaikan pada saudara kita di Afrika Selatan yang menghormati dan merawat makam Syekh Yusuf dari Goa Sulawesi Selatan," jelasnya. 

Gubernur Jateng berharap, peringatan Hari Pahlawan ini,  menjadi momentum bagi bangsa untuk mengenang kembali perjuangan para pahlawan bangsa. Jutaan dari mereka gugur demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan adalah pengorbanan ini tidak boleh dibiarkan menjadi sia-sia. 

"Kita yang menikmati rasanya merdeka ini, terus dan akan tetap berdiri di atas tulang, darah bahkan air mata mereka. Tidak ada alasan bagi kita untuk main-main, apalagi mempermainkan Keindonesiaan kita," tegasnya. 

Sebagai bentuk penghargaan jasa pahlawan Gubernur Jateng mengajak seluruh anak bangsa melanjutkan perjuangan para pahlawan. Generasi muda diingatkan bahwa perjuangan mereka saat ini justru lebih berat. 

"Setiap zaman punya tantangan dan persoalan sendiri. Ayo kita buktikan, bahwa darah dan air mata pejuang yang jatuh ke tanah tidak percuma. Duka dan lara dari ribuan pertempuran para pendahulu kita, tidak sia-sia," ucapnya. 

Keras dan pedihnya perjuangan para pahlawan lanjutnya, diharapkan menjadi motivasi anak bangsa untuk terus bergerak menciptakan kemakmuran dimanapun berada. Melakukan apapun sebaik-baiknya, apapun profesinya untuk mengisi kemerdekaan. 

Selain menjaga persatuan dan kesatuan, generasi muda dituntut menjadikan bangsa ini berdikari terhadap politik pangan, air dan energi. Semua harus berkontribusi, memberikan inovasi dan kreasinya agar Indonesia menjadi bangsa berdaulat yang berkepribadian dalam kebudayaan. 

"Agar kita tidak dikenang sebagai generasi durhaka terhadap negara. Kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan dan tanggungjawab. Karena kita tidak ingin, jadi negara yang biasa-biasa saja," pungkasnya.


Bagikan :

KAB. BLORA - Peringatan Hari Pahlawan, Rabu (10/11/2021) dirayakan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo secara sederhana. Diikuti pejabat daerah Blora dan para tamu undangan, Gubernur Jawa Tengah menggelar upacara di Lapangan Sendang dekat sebuah area pemakaman di pinggiran Dukuh Weru, Desa Temurejo, Kecamatan Blora.
Sebuah pemakaman yang tenang diantara hamparan persawahan. Di lokasi ini terdapat makam pejuang  wanita yang dijuluki Singa Betina dari Aceh, Pocut Meurah Intan. 

Dalam suasana hikmat, pidato Gubernur Jateng berkumandang. 
"Di tempat ini, bersemayam jenazah pejuang dari Aceh. Pocut Meurah Intan, yang orang sini biasa memanggil Mbah Cut. Warga sini telah merawat makam beliau. Ini membuktikan, bahwa kepahlawanan tidak memandang apa sukunya, rasnya maupun agamanya. Selagi berjuang untuk Indonesia Raya, mereka adalah pahlawan kita," ungkapnya 

Atas kepedulian tersebut Gubernur Jateng memberikan hormat setinggi-tingginya pada masyarakat yang telah merawat makam Pocut Meurah Intan. Rasa hormat juga ia sampaikan pada masyarakat di daerah-daerah lain yang memilili kepedulian pada para pahlawan bangsa, tanpa membedakan latar belakang suku maupun agama. 

Ganjar Pranowo mencontohkan masyarakat Makassar yang telah merawat makam Pangeran Diponegoro, masyarakat Sumedang yang merawat makam Cut Nyak Dien dan masyarakat Minahasa yang merawat makam Tuanku Imam Bonjol, bahkan masyarakat negara lain ikut merawat makam pahlawan nasional Indonesia. 

"Penghormatan tinggi juga kita sampaikan pada saudara kita di Afrika Selatan yang menghormati dan merawat makam Syekh Yusuf dari Goa Sulawesi Selatan," jelasnya. 

Gubernur Jateng berharap, peringatan Hari Pahlawan ini,  menjadi momentum bagi bangsa untuk mengenang kembali perjuangan para pahlawan bangsa. Jutaan dari mereka gugur demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan adalah pengorbanan ini tidak boleh dibiarkan menjadi sia-sia. 

"Kita yang menikmati rasanya merdeka ini, terus dan akan tetap berdiri di atas tulang, darah bahkan air mata mereka. Tidak ada alasan bagi kita untuk main-main, apalagi mempermainkan Keindonesiaan kita," tegasnya. 

Sebagai bentuk penghargaan jasa pahlawan Gubernur Jateng mengajak seluruh anak bangsa melanjutkan perjuangan para pahlawan. Generasi muda diingatkan bahwa perjuangan mereka saat ini justru lebih berat. 

"Setiap zaman punya tantangan dan persoalan sendiri. Ayo kita buktikan, bahwa darah dan air mata pejuang yang jatuh ke tanah tidak percuma. Duka dan lara dari ribuan pertempuran para pendahulu kita, tidak sia-sia," ucapnya. 

Keras dan pedihnya perjuangan para pahlawan lanjutnya, diharapkan menjadi motivasi anak bangsa untuk terus bergerak menciptakan kemakmuran dimanapun berada. Melakukan apapun sebaik-baiknya, apapun profesinya untuk mengisi kemerdekaan. 

Selain menjaga persatuan dan kesatuan, generasi muda dituntut menjadikan bangsa ini berdikari terhadap politik pangan, air dan energi. Semua harus berkontribusi, memberikan inovasi dan kreasinya agar Indonesia menjadi bangsa berdaulat yang berkepribadian dalam kebudayaan. 

"Agar kita tidak dikenang sebagai generasi durhaka terhadap negara. Kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan dan tanggungjawab. Karena kita tidak ingin, jadi negara yang biasa-biasa saja," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu