Follow Us :              

Taj Yasin Apresiasi Konten Lokal Metro TV Jateng-DIY

  27 November 2021  |   10:00:00  |   dibaca : 898 
Kategori :
Bagikan :


Taj Yasin Apresiasi Konten Lokal Metro TV Jateng-DIY

27 November 2021 | 10:00:00 | dibaca : 898
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

KAB SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengapresiasi Metro TV Jateng-DIY yang menayangkan berbagai program kearifan lokal Jawa Tengah, bahkan salah satunya konten acara mereka disiarkan dalam bahasa Jawa. 

Tidak hanya mengangkat budaya dan kearifan lokal, Wagub juga berharap pada usia ke-3 Metro TV Jateng-DIY selalu menyajikan tema yang menarik. Program-program yang memberikan edukasi kepada masyarakat, mencerdaskan, serta membangun. 

"Jawa Tengah memiliki bahasa daerah yang berbeda-beda, ada Ngapak, Ngoko, krama Alus, dan jawa kasar seperti bahasa saya. Tapi saya acungi jempol Metro TV tetap percaya diri menyiarkan acara berbahasa Jawa krama," katanya di sela acara HUT ke-3 Metro TV Jateng-DIY, di Eling Bening Ambarawa, Sabtu (27/11/2021). 

Wagub menyampaikan, pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung sekitar dua tahun terakhir juga berdampak pada sektor bisnis media massa, termasuk bidang pertelevisian. Karenanya, para pelaku media massa dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam menyajikan berbagai konten atau berita tanpa mengurangi isi, akurasi, dan tetap mengutamakan keutuhan NKRI di tengah maraknya bertebarannya berita hoaks. 

Pihaknya tidak melarang media massa melakukan kritik maupun saran kepada pemerintah, tetapi kritik yang membangun dan saran terbaik untuk kesatuan bangsa. 

"Ayo kita bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat melalui media, tidak hanya media massa tapi juga media massa yang dikemas oleh masyarakat, seperti media sosial yang juga memberikan informasi. Termasuk memberikan judul menarik dan bagaimana masyarakat membaca isi berita secara utuh, " pintanya. 

Ia mencontohkan salah satu judul berita saat sedang memberikan pelatihan evakuasi di PMI Kabupaten Semarang. Saat itu, wagub berpura-pura jatuh dan ditolong oleh relawan. Namun, ketika banyak muncul di pemberitaan dengan judul 'Wagub Jateng Jatuh', tidak sedikit pula warga yang berkomentar dan mendoakan di medsosnya wagub berhati-hati agar tidak terjatuh lagi. 

Regional Head Media Grup Jateng-DIY, Priyanto mengatakan pandemi Covid-19 berdampak pada lini bisnis media massa. Berbagai macam improvisasi dan inovasi yang dilakukan Media Grup yang tidak hanya membawahi Metro TV tetapi juga media cetak, online dan radio. 

"Kewajiban dari KPID, kita siaran jam 13.00 memakai bahasa Jawa Krama Inggil. Kita berusaha melokalkan konten dan menggunakan bahasa dan budaya Jateng. Mudah-mudahan Metro TV menjadi partner bagi Pemprov Jateng, juga seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah," katanya.


Bagikan :

KAB SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengapresiasi Metro TV Jateng-DIY yang menayangkan berbagai program kearifan lokal Jawa Tengah, bahkan salah satunya konten acara mereka disiarkan dalam bahasa Jawa. 

Tidak hanya mengangkat budaya dan kearifan lokal, Wagub juga berharap pada usia ke-3 Metro TV Jateng-DIY selalu menyajikan tema yang menarik. Program-program yang memberikan edukasi kepada masyarakat, mencerdaskan, serta membangun. 

"Jawa Tengah memiliki bahasa daerah yang berbeda-beda, ada Ngapak, Ngoko, krama Alus, dan jawa kasar seperti bahasa saya. Tapi saya acungi jempol Metro TV tetap percaya diri menyiarkan acara berbahasa Jawa krama," katanya di sela acara HUT ke-3 Metro TV Jateng-DIY, di Eling Bening Ambarawa, Sabtu (27/11/2021). 

Wagub menyampaikan, pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung sekitar dua tahun terakhir juga berdampak pada sektor bisnis media massa, termasuk bidang pertelevisian. Karenanya, para pelaku media massa dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam menyajikan berbagai konten atau berita tanpa mengurangi isi, akurasi, dan tetap mengutamakan keutuhan NKRI di tengah maraknya bertebarannya berita hoaks. 

Pihaknya tidak melarang media massa melakukan kritik maupun saran kepada pemerintah, tetapi kritik yang membangun dan saran terbaik untuk kesatuan bangsa. 

"Ayo kita bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat melalui media, tidak hanya media massa tapi juga media massa yang dikemas oleh masyarakat, seperti media sosial yang juga memberikan informasi. Termasuk memberikan judul menarik dan bagaimana masyarakat membaca isi berita secara utuh, " pintanya. 

Ia mencontohkan salah satu judul berita saat sedang memberikan pelatihan evakuasi di PMI Kabupaten Semarang. Saat itu, wagub berpura-pura jatuh dan ditolong oleh relawan. Namun, ketika banyak muncul di pemberitaan dengan judul 'Wagub Jateng Jatuh', tidak sedikit pula warga yang berkomentar dan mendoakan di medsosnya wagub berhati-hati agar tidak terjatuh lagi. 

Regional Head Media Grup Jateng-DIY, Priyanto mengatakan pandemi Covid-19 berdampak pada lini bisnis media massa. Berbagai macam improvisasi dan inovasi yang dilakukan Media Grup yang tidak hanya membawahi Metro TV tetapi juga media cetak, online dan radio. 

"Kewajiban dari KPID, kita siaran jam 13.00 memakai bahasa Jawa Krama Inggil. Kita berusaha melokalkan konten dan menggunakan bahasa dan budaya Jateng. Mudah-mudahan Metro TV menjadi partner bagi Pemprov Jateng, juga seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu