Follow Us :              

Peduli Erupsi Semeru, Ganjar dan Santri Ponpes Tawangmangu Gelar Doa Bersama

  04 December 2021  |   19:00:00  |   dibaca : 220 
Kategori :
Bagikan :


Peduli Erupsi Semeru, Ganjar dan Santri Ponpes Tawangmangu Gelar Doa Bersama

04 December 2021 | 19:00:00 | dibaca : 220
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

KARANGANYAR - Gunung Semeru meletus pada hari ini, Sabtu (4/12). Letusan gunung api yang terletak di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang itu menyebabkan guguran lava dan awan panas yang melanda sejumlah daerah di sekitarnya. Sebagai bentuk solidaritas, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengajak ratusan santri Pondok Pesantren Isy Karima, Tawangmangu melakukan doa bersama. 

Doa bersama untuk warga sekitar Semeru itu dilakukan Gubernur saat sedang bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Isy Karima, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Gubernur mengajak ratusan santri yang ada di pondok itu mendoakan masyarakat di sekitar Gunung Semeru agar diberikan keselamatan. 

Doa dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Isy Karima, Ust. Syihabudin Abdul Muiz. Bersama ratusan santri yang hadir Gubernur khusyuk mengamini doa yang dibacakan. 

Usai pembacaan doa Gubernur mengatakan, dirinya bersama seluruh masyarakat Jawa Tengah khususnya para santri di Pondok Pesantren Isy Karima mendoakan seluruh masyarakat yang ada di sekitar Semeru. Ia berharap semuanya selalu sehat, kuat dan tabah. 

"Insyaalah kami siap membantu. Tadi bersama para santri ikut mendoakan, mudah-mudahan ini bagian dari ekspresi (bantuan) kita, bagaimana antar sesama kita peduli, antar sesama kita siap membantu dan saling mendoakan. Mudah-mudahan saudara-saudara kira di sekitar Semeru selalu sehat, kuat dan tabah," ucapnya. 

Disinggung apakah dampak letusan Gunung Semeru sudah sampai ke Jawa Tengah, Gubernur mengatakan dirinya belum menerima laporan terkait hal itu. Biasanya jika terjadi potensi bencana di wilayahnya, BPBD Jawa Tengah akan mengabarkan. 

"Sampai saat ini belum, teman-teman BPBD sedang komunikasi. Biasanya, kejadian-kejadian yang umpamanya nanti membesar, komunikasi itu akan terjalin. Sampai hari ini yang ke saya belum ada laporan dampaknya sampai ke Jawa Tengah," pungkasnya.


Bagikan :

KARANGANYAR - Gunung Semeru meletus pada hari ini, Sabtu (4/12). Letusan gunung api yang terletak di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang itu menyebabkan guguran lava dan awan panas yang melanda sejumlah daerah di sekitarnya. Sebagai bentuk solidaritas, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengajak ratusan santri Pondok Pesantren Isy Karima, Tawangmangu melakukan doa bersama. 

Doa bersama untuk warga sekitar Semeru itu dilakukan Gubernur saat sedang bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Isy Karima, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Gubernur mengajak ratusan santri yang ada di pondok itu mendoakan masyarakat di sekitar Gunung Semeru agar diberikan keselamatan. 

Doa dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Isy Karima, Ust. Syihabudin Abdul Muiz. Bersama ratusan santri yang hadir Gubernur khusyuk mengamini doa yang dibacakan. 

Usai pembacaan doa Gubernur mengatakan, dirinya bersama seluruh masyarakat Jawa Tengah khususnya para santri di Pondok Pesantren Isy Karima mendoakan seluruh masyarakat yang ada di sekitar Semeru. Ia berharap semuanya selalu sehat, kuat dan tabah. 

"Insyaalah kami siap membantu. Tadi bersama para santri ikut mendoakan, mudah-mudahan ini bagian dari ekspresi (bantuan) kita, bagaimana antar sesama kita peduli, antar sesama kita siap membantu dan saling mendoakan. Mudah-mudahan saudara-saudara kira di sekitar Semeru selalu sehat, kuat dan tabah," ucapnya. 

Disinggung apakah dampak letusan Gunung Semeru sudah sampai ke Jawa Tengah, Gubernur mengatakan dirinya belum menerima laporan terkait hal itu. Biasanya jika terjadi potensi bencana di wilayahnya, BPBD Jawa Tengah akan mengabarkan. 

"Sampai saat ini belum, teman-teman BPBD sedang komunikasi. Biasanya, kejadian-kejadian yang umpamanya nanti membesar, komunikasi itu akan terjalin. Sampai hari ini yang ke saya belum ada laporan dampaknya sampai ke Jawa Tengah," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu