Follow Us :              

Hadiri Munas Juleha Indonesia, Taj Yasin Tekankan Percepatan Pelatihan Juleha Jateng

  26 December 2021  |   09:00:00  |   dibaca : 189 
Kategori :
Bagikan :


Hadiri Munas Juleha Indonesia, Taj Yasin Tekankan Percepatan Pelatihan Juleha Jateng

26 December 2021 | 09:00:00 | dibaca : 189
Kategori :
Bagikan :

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

SLEMAN - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus meningkatkan jumlah pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha). Hal tersebut untuk memenuhi kebutuhan Juleha di Jawa Tengah yang mencapai 1.988 orang. 

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan pada tahun 2022 mendatang pihaknya ingin agar pelatihan Juleha digalakkan di 35 kabupaten/kota. 

"Kita baru ada sekitar 1.000 (Juleha Jateng) sementara kebutuhan kita sekitar 1900 sekian. Kalau untuk Indonesia, dibutuhkan sekitar 2 juta orang," kata Wagub Jawa Tengah, usai menghadiri Musyawarah Nasional organisasi Juleha Indonesia di Joglo Amirta Resort, Sleman, D.I Yogyakarta, Minggu (26/12/2021). 

Dia menambahkan pada tahun 2022, Juleha yang telah dilatih oleh Pemprov Jawa Tengah akan kembali diberi pelatihan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Hal itu agar mereka semakin terpercaya dengan sertifikasi nasional. 

Dia menilai, dengan adanya sertifikasi tersebut, maka pelatihan Juleha dapat digalakkan di tingkat Kabupaten/kota. Menurutnya, apabila tiap kecamatan dilatih dua atau tiga orang, maka kebutuhan Juleha di Jawa Tengah dapat dipenuhi pada tahun 2022. 

"(Sertifikasi Juleha) masih kurang dari BNSP. Tinggal selangkah lagi, nanti mereka akan dilatih jadi mentor atau pelatih. Kalau kemarin (pelatihan Juleha) ada 100 orang, tinggal di Kabupaten kota kalau setiap kecamatan diambil 2 atau 3 orang sudah sempurna," ujarnya. 

Untuk itu, Wagub mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bupati/Walikota dan Baznas di 35 Kabupaten/Kota serta Baznas Jawa Tengah untuk segera menggelar pelatihan. 

Terkait Musnas Juleha Indonesia, wakil gubernur Jawa Tengah menyampaikan apresiasinya. Dia menilai, pertemuan ini sangat penting untuk berbagi informasi sesama juru sembelih. Dia berharap nantinya akan ada kolaborasi antara Juleha Indonesia dengan para juru sembelih yang sudah dilatih oleh Pemprov Jawa Tengah. 

"Pertemuan ini sangat penting untuk sharing. Nanti pada akhirnya kita akan ada kesepakatan antara kawan-kawan Juleha dengan santri yang sudah dilatih di Jateng. Menjadi penyempurna, penjamin wisata halal di bidang kuliner," tutupnya.


Bagikan :

SLEMAN - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus meningkatkan jumlah pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha). Hal tersebut untuk memenuhi kebutuhan Juleha di Jawa Tengah yang mencapai 1.988 orang. 

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan pada tahun 2022 mendatang pihaknya ingin agar pelatihan Juleha digalakkan di 35 kabupaten/kota. 

"Kita baru ada sekitar 1.000 (Juleha Jateng) sementara kebutuhan kita sekitar 1900 sekian. Kalau untuk Indonesia, dibutuhkan sekitar 2 juta orang," kata Wagub Jawa Tengah, usai menghadiri Musyawarah Nasional organisasi Juleha Indonesia di Joglo Amirta Resort, Sleman, D.I Yogyakarta, Minggu (26/12/2021). 

Dia menambahkan pada tahun 2022, Juleha yang telah dilatih oleh Pemprov Jawa Tengah akan kembali diberi pelatihan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Hal itu agar mereka semakin terpercaya dengan sertifikasi nasional. 

Dia menilai, dengan adanya sertifikasi tersebut, maka pelatihan Juleha dapat digalakkan di tingkat Kabupaten/kota. Menurutnya, apabila tiap kecamatan dilatih dua atau tiga orang, maka kebutuhan Juleha di Jawa Tengah dapat dipenuhi pada tahun 2022. 

"(Sertifikasi Juleha) masih kurang dari BNSP. Tinggal selangkah lagi, nanti mereka akan dilatih jadi mentor atau pelatih. Kalau kemarin (pelatihan Juleha) ada 100 orang, tinggal di Kabupaten kota kalau setiap kecamatan diambil 2 atau 3 orang sudah sempurna," ujarnya. 

Untuk itu, Wagub mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bupati/Walikota dan Baznas di 35 Kabupaten/Kota serta Baznas Jawa Tengah untuk segera menggelar pelatihan. 

Terkait Musnas Juleha Indonesia, wakil gubernur Jawa Tengah menyampaikan apresiasinya. Dia menilai, pertemuan ini sangat penting untuk berbagi informasi sesama juru sembelih. Dia berharap nantinya akan ada kolaborasi antara Juleha Indonesia dengan para juru sembelih yang sudah dilatih oleh Pemprov Jawa Tengah. 

"Pertemuan ini sangat penting untuk sharing. Nanti pada akhirnya kita akan ada kesepakatan antara kawan-kawan Juleha dengan santri yang sudah dilatih di Jateng. Menjadi penyempurna, penjamin wisata halal di bidang kuliner," tutupnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu