Follow Us :              

Kejar Target Vaksinasi, Pemprov Jateng Gencarkan Pendekatan Tokoh Masyarakat dan Dokter

  07 January 2022  |   08:00:00  |   dibaca : 637 
Kategori :
Bagikan :


Kejar Target Vaksinasi, Pemprov Jateng Gencarkan Pendekatan Tokoh Masyarakat dan Dokter

07 January 2022 | 08:00:00 | dibaca : 637
Kategori :
Bagikan :

Foto : istimewa (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : istimewa (Humas Jateng)

SEMARANG -  Anggota DPR RI menyoroti capaian vaksinasi beberapa daerah di Jawa Tengah yang belum menyentuh angka 70 persen. Mereka khawatir kondisi ini akan memicu terjadinya badai Covid gelombang tiga. 

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan bahwa saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah telah melakukan berbagai upaya pencegahan Covid-19. 

Terkait penolakan masyarakat akan vaksinasi di daerah yang capaian vaksinasinya rendah, Wagub telah menggandeng tokoh masyarakat dan tenaga medis untuk memberikan edukasi dan pemahaman terkait vaksin Covid-19.  

"Saya kemarin sudah datang langsung ke Kabupaten Tegal dan Pemalang untuk mengecek langsung pelaksanaan vaksinasi. Saya juga silaturahmi ke beberapa ulama dan pengasuh ponpes di sana," kata Wagub menanggapi masukan dari anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto dalam diskusi bertajuk "Cegah Omicron dan Percepatan Vaksinasi Covid-19, di RRI Semarang, Jumat (7/01/2021). 

Wagub menjelaskan bahwa sejumlah tokoh agama di Tegal dan Pemalang juga mengusulkan agar percepatan vaksinasi di Kabupaten Tegal, Pemalang, Brebes, dan Jepara dilakukan secara langsung. Vaksinator diminta mendatangi rumah-rumah warga dengan melibatkan para dokter yang sudah dikenal oleh masyarakat setempat.  

"Di setiap daerah ada dokter yang sudah kenal dekat dan dipercaya oleh warga, kemudian dokter tersebut diminta datang memberikan edukasi dan menyuntikkan vaksin kepada warga. Ini sama halnya saat kita sakit kemudian datang ke dokter yang sudah kita kenal, maka saat bertemu dokter rasa sakitnya akan berkurang karena tersugesti sembuh," terangnya. 

Lebih lanjut, Wagub menyampaikan bahwa adanya kelompok masyarakat yang enggan divaksin bukan karena dipengaruhi pihak lain, melainkan karena warga yang bersangkutan takut disuntik dan terpengaruh informasi hoaks tentang dampak vaksin Covid-19.  

"Tokoh-tokoh masyarakat yang dimaksud ternyata sudah melakukan vaksin. Warga yang enggan divaksin saat ditanya alasan sebenarnya karena mereka takut disuntik," pungkasnya. 


Bagikan :

SEMARANG -  Anggota DPR RI menyoroti capaian vaksinasi beberapa daerah di Jawa Tengah yang belum menyentuh angka 70 persen. Mereka khawatir kondisi ini akan memicu terjadinya badai Covid gelombang tiga. 

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan bahwa saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah telah melakukan berbagai upaya pencegahan Covid-19. 

Terkait penolakan masyarakat akan vaksinasi di daerah yang capaian vaksinasinya rendah, Wagub telah menggandeng tokoh masyarakat dan tenaga medis untuk memberikan edukasi dan pemahaman terkait vaksin Covid-19.  

"Saya kemarin sudah datang langsung ke Kabupaten Tegal dan Pemalang untuk mengecek langsung pelaksanaan vaksinasi. Saya juga silaturahmi ke beberapa ulama dan pengasuh ponpes di sana," kata Wagub menanggapi masukan dari anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto dalam diskusi bertajuk "Cegah Omicron dan Percepatan Vaksinasi Covid-19, di RRI Semarang, Jumat (7/01/2021). 

Wagub menjelaskan bahwa sejumlah tokoh agama di Tegal dan Pemalang juga mengusulkan agar percepatan vaksinasi di Kabupaten Tegal, Pemalang, Brebes, dan Jepara dilakukan secara langsung. Vaksinator diminta mendatangi rumah-rumah warga dengan melibatkan para dokter yang sudah dikenal oleh masyarakat setempat.  

"Di setiap daerah ada dokter yang sudah kenal dekat dan dipercaya oleh warga, kemudian dokter tersebut diminta datang memberikan edukasi dan menyuntikkan vaksin kepada warga. Ini sama halnya saat kita sakit kemudian datang ke dokter yang sudah kita kenal, maka saat bertemu dokter rasa sakitnya akan berkurang karena tersugesti sembuh," terangnya. 

Lebih lanjut, Wagub menyampaikan bahwa adanya kelompok masyarakat yang enggan divaksin bukan karena dipengaruhi pihak lain, melainkan karena warga yang bersangkutan takut disuntik dan terpengaruh informasi hoaks tentang dampak vaksin Covid-19.  

"Tokoh-tokoh masyarakat yang dimaksud ternyata sudah melakukan vaksin. Warga yang enggan divaksin saat ditanya alasan sebenarnya karena mereka takut disuntik," pungkasnya. 


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu