Follow Us :              

Gubernur Jateng Siapkan Skenario Antisipasi Lonjakan Omicron

  07 February 2022  |   14:00:00  |   dibaca : 278 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Jateng Siapkan Skenario Antisipasi Lonjakan Omicron

07 February 2022 | 14:00:00 | dibaca : 278
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Seluruh kepala daerah diminta Presiden Joko Widodo untuk mempersiapkan antisipasi lonjakan varian Omicron. Semua rumah sakit dan tempat isolasi terpusat harus disiapkan dan percepatan vaksinasi juga semakin digiatkan. 

Sejalan dengan perintah Presiden Joko Widodo kepada semua kepala daerah untuk siap siaga menghadapi lonjakan kasus Omicron, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah memerintahkan semua rumah sakit dan tempat isolasi mandiri untuk disiagakan. Program percepatan vaksinasi juga semakin digiatkan. 

Lebih dari itu, Gubernur menyebutkan, pihaknya juga sudah menyiapkan skenario penanganan untuk kemungkinan terburuk. 

"Kita sudah bertemu, saya, pak Kapolda dan pak Pangdam untuk menyiapkan semuanya. Persiapannya sama, seperti saat skenario Delta dulu," katanya usai mengikuti rapat koordinasi yang dipimpin presiden secara virtual di rumah dinasnya, Senin (7/2). 

Selain rumah sakit dan tempat-tempat isolasi terpusat telah disiagakan, sumber daya manusianya serta obat-obatan dan oksigen juga sudah disiapkan. 

"Semua persiapan itu sudah kita lakukan, sambil kita terus edukasi masyarakat terkait protokol kesehatan. Persis seperti perintah presiden tadi. Yang penting masyarakat sekarang taat prokes. Minimal masker itu wajib dalam setiap aktivitas, seperti di pasar, sekolah dan lainnya," jelasnya. 

Khusus untuk sekolah, Gubernur meminta pengawasan dilakukan secara ketat. Ia bahkan meminta laporan diberikan harian dan mendetil. 

"Dalam hal (jika) terjadi kasus, tutup sekolah itu. Jadi tidak semua (sekolah) di Jateng diterapkan hal yang sama, melainkan kasus perkasus sesuai dengan kondisi daerah masing-masing," ucapnya. 

Gubernur mengatakan, meski terjadi kenaikan, namun kasus Omicron di Jawa Tengah masih tidak terlalu tinggi dibanding provinsi lain di Jawa-Bali. Walaupun demikian, dia meminta agar semua pihak tetap waspada. 

"Karena di Jawa ini rasanya semua kota besar mulai ada peningkatan. Kalau di Jateng hanya Semarang-Solo yang meningkat. Tapi secara keseluruhan, Jateng masih paling rendah dibanding Jabar, Jatim, DKI Jakarta dan Bali. Bukan berarti kita leha-leha, semuanya tetap siaga. Insyaalah semua kita siapkan," pungkasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Seluruh kepala daerah diminta Presiden Joko Widodo untuk mempersiapkan antisipasi lonjakan varian Omicron. Semua rumah sakit dan tempat isolasi terpusat harus disiapkan dan percepatan vaksinasi juga semakin digiatkan. 

Sejalan dengan perintah Presiden Joko Widodo kepada semua kepala daerah untuk siap siaga menghadapi lonjakan kasus Omicron, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah memerintahkan semua rumah sakit dan tempat isolasi mandiri untuk disiagakan. Program percepatan vaksinasi juga semakin digiatkan. 

Lebih dari itu, Gubernur menyebutkan, pihaknya juga sudah menyiapkan skenario penanganan untuk kemungkinan terburuk. 

"Kita sudah bertemu, saya, pak Kapolda dan pak Pangdam untuk menyiapkan semuanya. Persiapannya sama, seperti saat skenario Delta dulu," katanya usai mengikuti rapat koordinasi yang dipimpin presiden secara virtual di rumah dinasnya, Senin (7/2). 

Selain rumah sakit dan tempat-tempat isolasi terpusat telah disiagakan, sumber daya manusianya serta obat-obatan dan oksigen juga sudah disiapkan. 

"Semua persiapan itu sudah kita lakukan, sambil kita terus edukasi masyarakat terkait protokol kesehatan. Persis seperti perintah presiden tadi. Yang penting masyarakat sekarang taat prokes. Minimal masker itu wajib dalam setiap aktivitas, seperti di pasar, sekolah dan lainnya," jelasnya. 

Khusus untuk sekolah, Gubernur meminta pengawasan dilakukan secara ketat. Ia bahkan meminta laporan diberikan harian dan mendetil. 

"Dalam hal (jika) terjadi kasus, tutup sekolah itu. Jadi tidak semua (sekolah) di Jateng diterapkan hal yang sama, melainkan kasus perkasus sesuai dengan kondisi daerah masing-masing," ucapnya. 

Gubernur mengatakan, meski terjadi kenaikan, namun kasus Omicron di Jawa Tengah masih tidak terlalu tinggi dibanding provinsi lain di Jawa-Bali. Walaupun demikian, dia meminta agar semua pihak tetap waspada. 

"Karena di Jawa ini rasanya semua kota besar mulai ada peningkatan. Kalau di Jateng hanya Semarang-Solo yang meningkat. Tapi secara keseluruhan, Jateng masih paling rendah dibanding Jabar, Jatim, DKI Jakarta dan Bali. Bukan berarti kita leha-leha, semuanya tetap siaga. Insyaalah semua kita siapkan," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu