Follow Us :              

Sekda: Peran Pers Penting Sebagai Penyeimbang Informasi Pemerintah-Masyarakat

  09 February 2022  |   09:00:00  |   dibaca : 315 
Kategori :
Bagikan :


Sekda: Peran Pers Penting Sebagai Penyeimbang Informasi Pemerintah-Masyarakat

09 February 2022 | 09:00:00 | dibaca : 315
Kategori :
Bagikan :

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

SEMARANG- Peran pers sebagai penyambung komunikasi yang positif antara pemerintah dan masyarakat di era digitalisasi sangat penting. Termasuk dalam membantu menyampaikan informasi kebijakan dan program-program pembangunan di Provinsi Jawa Tengah, serta kabupaten/kota agar dapat diterima masyarakat secara jelas dan berimbang. 

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno saat memberi sambutan acara sarasehan di Gedung Pers, Rabu (9/2/2022). Kegiatan bertema "Pers Survival Di Era Digital” itu, dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional 2022 dan HUT ke-76 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). 

"Apa yang pemerintah lakukan tidak bisa langsung tersampaikan kepada masyarakat. Maka melalui panjenengan (Anda) para wartawan yang punya saluran yang jelas, kami mohon bantuan untuk menyampaikan ke masyarakat. Baik mengenai program, capaian, sosialisasi, dan sebagainya," kata Sekda. 

Selain menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat, wartawan adalah penyeimbang informasi. Sehingga berbagai informasi dari pemerintah yang diterima masyarakat seimbang atau tidak bias, dapat mengena, dan adem atau tidak menimbulkan kegaduhan. 

Menurut Sekda, pada era digitalisasi seperti sekarang yang marak dengan informasi media sosial, siapapun bisa menjadi "wartawan", termasuk masyarakat. Tetapi tanpa pengetahuan yang cukup informasi yang disampaikan tidak berpedoman pada kode etik. Hal itu ini yang menjadi perbedaan dengan wartawan profesional. 

"Profesi wartawan pasti ada kode etik. Sedangkan masyarakat biasa begitu mendengar sedikit informasi langsung diupload di media sosial. Kami mohon bantuan panjenengan semua (wartawan) yang mempunyai jaringan, kompetensi, dan kode etik untuk menyeimbangkan atau menetralisir informasi yang disampaikan," pintanya. 

Dalam kesempatan itu, Sekda berharap pers di Jawa Tengah bisa mengikuti perkembangan teknologi informasi, mengembangan kompetensi dan bisa menyampaikan informasi kepada masyarakat secara berimbang, adil, tidak bias. Informasi-informasi yang diterima masyarakat bisa mengedukasi dan berkontribusi kepada kondusifitas dan pembangunan, serta kesejahteraan masyarakat. 

Senada disampaikan Sumarno, Ketua PWI Jawa Tengah Amir Machmud mengatakan, pers adalah bagian penting dari pembangunan bangsa Indonesia. PWI Jawa Tengah sebagai bagian elemen pembangunan masyarakat memiliki  empat fungsi penting, yaitu menginformasikan, mengedukasi, menghibur, dan kontrol sosial. 

"Selain itu, peran lain yang tidak kalah penting adalah bagaimana pers memposisikan diri dengan agenda-agenda sosial. Karena pers Indonesia menjadi bagian dari elemen Indonesia yang beragam dan bhineka. Kami sadar hidup di negara dengan berbagai keberagaman atau dari 'sononya' kita adalah bangsa yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan berjuta golongan yang tidak sama," bebernya. 

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa wartawan Indonesia mempunyai kewajiban lebih dari sekadar yang tercantum di UU Pers. Insan pers Indonesia mempunyai agenda-agenda sosial dan orientasi yang berpatokan pada kode etik jurnalistik. Poin-poin jurnalistik seperti larangan memainkan isu SARA, isu pornografi, dan sebagainya merupakan bagian dari komitmen yang harus selalu dipegang.


Bagikan :

SEMARANG- Peran pers sebagai penyambung komunikasi yang positif antara pemerintah dan masyarakat di era digitalisasi sangat penting. Termasuk dalam membantu menyampaikan informasi kebijakan dan program-program pembangunan di Provinsi Jawa Tengah, serta kabupaten/kota agar dapat diterima masyarakat secara jelas dan berimbang. 

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno saat memberi sambutan acara sarasehan di Gedung Pers, Rabu (9/2/2022). Kegiatan bertema "Pers Survival Di Era Digital” itu, dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional 2022 dan HUT ke-76 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). 

"Apa yang pemerintah lakukan tidak bisa langsung tersampaikan kepada masyarakat. Maka melalui panjenengan (Anda) para wartawan yang punya saluran yang jelas, kami mohon bantuan untuk menyampaikan ke masyarakat. Baik mengenai program, capaian, sosialisasi, dan sebagainya," kata Sekda. 

Selain menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat, wartawan adalah penyeimbang informasi. Sehingga berbagai informasi dari pemerintah yang diterima masyarakat seimbang atau tidak bias, dapat mengena, dan adem atau tidak menimbulkan kegaduhan. 

Menurut Sekda, pada era digitalisasi seperti sekarang yang marak dengan informasi media sosial, siapapun bisa menjadi "wartawan", termasuk masyarakat. Tetapi tanpa pengetahuan yang cukup informasi yang disampaikan tidak berpedoman pada kode etik. Hal itu ini yang menjadi perbedaan dengan wartawan profesional. 

"Profesi wartawan pasti ada kode etik. Sedangkan masyarakat biasa begitu mendengar sedikit informasi langsung diupload di media sosial. Kami mohon bantuan panjenengan semua (wartawan) yang mempunyai jaringan, kompetensi, dan kode etik untuk menyeimbangkan atau menetralisir informasi yang disampaikan," pintanya. 

Dalam kesempatan itu, Sekda berharap pers di Jawa Tengah bisa mengikuti perkembangan teknologi informasi, mengembangan kompetensi dan bisa menyampaikan informasi kepada masyarakat secara berimbang, adil, tidak bias. Informasi-informasi yang diterima masyarakat bisa mengedukasi dan berkontribusi kepada kondusifitas dan pembangunan, serta kesejahteraan masyarakat. 

Senada disampaikan Sumarno, Ketua PWI Jawa Tengah Amir Machmud mengatakan, pers adalah bagian penting dari pembangunan bangsa Indonesia. PWI Jawa Tengah sebagai bagian elemen pembangunan masyarakat memiliki  empat fungsi penting, yaitu menginformasikan, mengedukasi, menghibur, dan kontrol sosial. 

"Selain itu, peran lain yang tidak kalah penting adalah bagaimana pers memposisikan diri dengan agenda-agenda sosial. Karena pers Indonesia menjadi bagian dari elemen Indonesia yang beragam dan bhineka. Kami sadar hidup di negara dengan berbagai keberagaman atau dari 'sononya' kita adalah bangsa yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan berjuta golongan yang tidak sama," bebernya. 

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa wartawan Indonesia mempunyai kewajiban lebih dari sekadar yang tercantum di UU Pers. Insan pers Indonesia mempunyai agenda-agenda sosial dan orientasi yang berpatokan pada kode etik jurnalistik. Poin-poin jurnalistik seperti larangan memainkan isu SARA, isu pornografi, dan sebagainya merupakan bagian dari komitmen yang harus selalu dipegang.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu