Follow Us :              

Pemprov Jateng Usulkan Penambahan Penerima Insentif Pengajar Keagamaan

  15 February 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 264 
Kategori :
Bagikan :


Pemprov Jateng Usulkan Penambahan Penerima Insentif Pengajar Keagamaan

15 February 2022 | 10:00:00 | dibaca : 264
Kategori :
Bagikan :

Foto : Ebron (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Ebron (Humas Jateng)

WONOSOBO - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, rencananya akan tingkatkan jumlah penerima insentif pengajar keagamaan pada tahun 2023 mendatang. Tahun ini, sebanyak 211 ribu orang mendapat insentif pengajar keagamaan. Tahun depan diupayakan akan ada penambahan sebanyak 20 ribu orang. 

"Rencana kami akan meningkatkan jumlah penerima insentif di tahun 2023. Kami mengusulkan dan saat ini dalam tahap pembahasan. Nanti kami minta (Kanwil Jateng) Kementerian Agama yang menjadi mitra kerja kami untuk melakukan pendataan," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di Pendopo Kabupaten Wonosobo, Selasa (15/2/2022). 

Verifikasi dan validasi data calon penerima insentif dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp. 100 ribu per bulan yang disalurkan setiap tiga bulan sekali tersebut penting dilakukan. Verifikasi data dilakukan untuk mencegah adanya kesalahan data, termasuk terkait pembaruan data penerima yang telah meninggal dunia, pindah tempat tugas, dan sebagainya. 

Selain itu, ada Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) pada tahun 2021 sekitar Rp500 juta. Hal itu terjadi karena ada beberapa penerima yang meninggal dunia dan pindah tugas pada 2021, sehingga harus ada verifikasi data tahun berikutnya. 

Karena penerima meninggal dunia dan sesuai peraturan bahwa penerima insentif tidak dapat diwakilkan, maka dana tersebut tidak dapat tersalurkan, kemudian masuk SILPA. 

Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pendataan dan pengawasan pelaksanaan penyaluran insentif pengajar keagamaan di berbagai daerah di Jateng. Sehingga program yang diluncurkan sejak 2018 itu, berjalan lancar meskipun didera pandemi Covid-19. 

"Di tengah pandemi Covid-19 banyak anggaran APBD yang di-refocusing, tetapi alhamdulillah berkat doa para guru agama se-Jateng, program ini tidak direfocusing, tetap dijalankan dan tidak ada pengurangan," terangnya.


Bagikan :

WONOSOBO - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, rencananya akan tingkatkan jumlah penerima insentif pengajar keagamaan pada tahun 2023 mendatang. Tahun ini, sebanyak 211 ribu orang mendapat insentif pengajar keagamaan. Tahun depan diupayakan akan ada penambahan sebanyak 20 ribu orang. 

"Rencana kami akan meningkatkan jumlah penerima insentif di tahun 2023. Kami mengusulkan dan saat ini dalam tahap pembahasan. Nanti kami minta (Kanwil Jateng) Kementerian Agama yang menjadi mitra kerja kami untuk melakukan pendataan," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di Pendopo Kabupaten Wonosobo, Selasa (15/2/2022). 

Verifikasi dan validasi data calon penerima insentif dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp. 100 ribu per bulan yang disalurkan setiap tiga bulan sekali tersebut penting dilakukan. Verifikasi data dilakukan untuk mencegah adanya kesalahan data, termasuk terkait pembaruan data penerima yang telah meninggal dunia, pindah tempat tugas, dan sebagainya. 

Selain itu, ada Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) pada tahun 2021 sekitar Rp500 juta. Hal itu terjadi karena ada beberapa penerima yang meninggal dunia dan pindah tugas pada 2021, sehingga harus ada verifikasi data tahun berikutnya. 

Karena penerima meninggal dunia dan sesuai peraturan bahwa penerima insentif tidak dapat diwakilkan, maka dana tersebut tidak dapat tersalurkan, kemudian masuk SILPA. 

Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pendataan dan pengawasan pelaksanaan penyaluran insentif pengajar keagamaan di berbagai daerah di Jateng. Sehingga program yang diluncurkan sejak 2018 itu, berjalan lancar meskipun didera pandemi Covid-19. 

"Di tengah pandemi Covid-19 banyak anggaran APBD yang di-refocusing, tetapi alhamdulillah berkat doa para guru agama se-Jateng, program ini tidak direfocusing, tetap dijalankan dan tidak ada pengurangan," terangnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu