Follow Us :              

Harmonisasi Hubungan Pengusaha-Pekerja Dorong Pertumbuhan Ekonomi

  05 March 2022  |   14:00:00  |   dibaca : 369 
Kategori :
Bagikan :


Harmonisasi Hubungan Pengusaha-Pekerja Dorong Pertumbuhan Ekonomi

05 March 2022 | 14:00:00 | dibaca : 369
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG - Harmonisasi hubungan antara pengusaha dengan pekerja di Jawa Tengah harus terus dijaga dengan baik. Karena dengan hubungan industrial yang baik akan berdampak pada perkembangan perusahaan, terciptanya lapangan kerja baru, serta mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah. 

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, saat memberikan sambutan sekaligus membuka Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), di Hotel Plaza Semarang, Sabtu (5/3/2022). 

"Bicara tentang pengusaha dan pekerja, pemerintah ingin kedua-duanya maju, terlebih menyangkut pertumbuhan ekonomi. Karena pengusaha dan pekerja sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi daerah," kata Sumarno. 

Menurutnya, pengusaha dan pekerja turut berpartisipasi dalam peningkatan ekonomi daerah. Pengusaha tidak dapat mengembangkan usahanya tanpa adanya pekerja, demikian pula sebaliknya. Selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, hubungan industrial yang kondusif akan menarik investor dari daerah lain. Bahkan luar negeri akan menanamkan modalnya di Jawa Tengah. 

"Kami berterimakasih kepada teman-teman KSPSI Jateng yang telah turut menjaga kondusifitas, sehingga banyak perusahaan dari luar daerah yang relokasi ke Jateng. Ini sangat kami harapkan supaya lapangan pekerjaan menjadi lebih banyak dan angka angkatan kerja di Jateng dapat terserap," terangnya. 

Sumarno menjelaskan, pemerintah pusat menargetkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sebesar 7 persen. Sehingga tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak, terutama para pekerja maka target pertumbuhan ekonomi 7 persen sulit tercapai. 

"Kita terus berupaya agar Jawa Tengah menjadi mudah lebih menarik investor. Salah satunya dengan pelabuhan yang representatif, sehingga tidak semua barang keluar masuk hanya di Jakarta dan Surabaya," katanya. 

Terkait maraknya aksi demonstrasi buruh, Sumarno mengimbau kepada pekerja yang akan menyampaikan saran, kritik, masukan, dan sebagainya dapat dilakukan tanpa harus unjuk rasa. Menurutnya ada banyak cara untuk menyampaikan kritikan atau masukan kepada pengusaha maupun pemerintah. 

Antara lain disampaikan melalui kanal-kanal komunikasi yang telah disediakan dan sesuai dengan norma dan peraturan. Sehingga tidak  membuat semua dirugikan, baik terhadap pengusaha maupun pekerja, juga masyarakat. 

"Pemerintah juga berharap ada masukan, saran, dan kritik dari panjenengan (Anda) semua dengan tujuan bersama-sama membangun bangsa Indonesia. Harapannya adalah harmonisasi kesetaraan dari semua pihak ini bisa bekerja dengan baik," pintanya. 

Ketua Umum KSPSI Yorrys Raweyai mengatakan, KSPI sudah solid dan kompak untuk bekerja dan bersama-sama membangun bangsa. Di hadapan peserta Munaslub ia meminta KSPSI jangan  terkotak-kotak dan mudah diprovokasi isu-isu yang berpotensi memecah belah organisasi. 

"Saya minta kepada kader-kader SPSI, baik pimpinan-pimpinan dari tingkat dua, tingkat satu, maupun seluruh peserta yang hadir mampu memanfaatkan Munas untuk menghasilkan satu kepemimpinan yang kolektif di organisasi, serta mampu membawa dan menyebarkan panji-panji kebesaran organisasi di Jateng dan seluruh Indonesia," pintanya.


Bagikan :

SEMARANG - Harmonisasi hubungan antara pengusaha dengan pekerja di Jawa Tengah harus terus dijaga dengan baik. Karena dengan hubungan industrial yang baik akan berdampak pada perkembangan perusahaan, terciptanya lapangan kerja baru, serta mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah. 

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, saat memberikan sambutan sekaligus membuka Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), di Hotel Plaza Semarang, Sabtu (5/3/2022). 

"Bicara tentang pengusaha dan pekerja, pemerintah ingin kedua-duanya maju, terlebih menyangkut pertumbuhan ekonomi. Karena pengusaha dan pekerja sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi daerah," kata Sumarno. 

Menurutnya, pengusaha dan pekerja turut berpartisipasi dalam peningkatan ekonomi daerah. Pengusaha tidak dapat mengembangkan usahanya tanpa adanya pekerja, demikian pula sebaliknya. Selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, hubungan industrial yang kondusif akan menarik investor dari daerah lain. Bahkan luar negeri akan menanamkan modalnya di Jawa Tengah. 

"Kami berterimakasih kepada teman-teman KSPSI Jateng yang telah turut menjaga kondusifitas, sehingga banyak perusahaan dari luar daerah yang relokasi ke Jateng. Ini sangat kami harapkan supaya lapangan pekerjaan menjadi lebih banyak dan angka angkatan kerja di Jateng dapat terserap," terangnya. 

Sumarno menjelaskan, pemerintah pusat menargetkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sebesar 7 persen. Sehingga tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak, terutama para pekerja maka target pertumbuhan ekonomi 7 persen sulit tercapai. 

"Kita terus berupaya agar Jawa Tengah menjadi mudah lebih menarik investor. Salah satunya dengan pelabuhan yang representatif, sehingga tidak semua barang keluar masuk hanya di Jakarta dan Surabaya," katanya. 

Terkait maraknya aksi demonstrasi buruh, Sumarno mengimbau kepada pekerja yang akan menyampaikan saran, kritik, masukan, dan sebagainya dapat dilakukan tanpa harus unjuk rasa. Menurutnya ada banyak cara untuk menyampaikan kritikan atau masukan kepada pengusaha maupun pemerintah. 

Antara lain disampaikan melalui kanal-kanal komunikasi yang telah disediakan dan sesuai dengan norma dan peraturan. Sehingga tidak  membuat semua dirugikan, baik terhadap pengusaha maupun pekerja, juga masyarakat. 

"Pemerintah juga berharap ada masukan, saran, dan kritik dari panjenengan (Anda) semua dengan tujuan bersama-sama membangun bangsa Indonesia. Harapannya adalah harmonisasi kesetaraan dari semua pihak ini bisa bekerja dengan baik," pintanya. 

Ketua Umum KSPSI Yorrys Raweyai mengatakan, KSPI sudah solid dan kompak untuk bekerja dan bersama-sama membangun bangsa. Di hadapan peserta Munaslub ia meminta KSPSI jangan  terkotak-kotak dan mudah diprovokasi isu-isu yang berpotensi memecah belah organisasi. 

"Saya minta kepada kader-kader SPSI, baik pimpinan-pimpinan dari tingkat dua, tingkat satu, maupun seluruh peserta yang hadir mampu memanfaatkan Munas untuk menghasilkan satu kepemimpinan yang kolektif di organisasi, serta mampu membawa dan menyebarkan panji-panji kebesaran organisasi di Jateng dan seluruh Indonesia," pintanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu