Follow Us :              

Merapi Erupsi, Gubernur Jateng Aktifkan Program Desa Kembar

  10 March 2022  |   15:00:00  |   dibaca : 797 
Kategori :
Bagikan :


Merapi Erupsi, Gubernur Jateng Aktifkan Program Desa Kembar

10 March 2022 | 15:00:00 | dibaca : 797
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta warga di sekitar Gunung Merapi  bersiap diri menghadapi situasi erupsi dengan metode Desa Kembar. Gubenur mengatakan sampai dengan Kamis (10/3) siang, belum ada laporan warga yang dievakuasi akibat erupsi Merapi yang terjadi pada Rabu (9/3) malam. 

“Belum dan mereka sudah punya tempatnya kok,” jelasnya. 

Terkait kapan harus mengungsi, Gubernur meyakini sebenarnya warga sekitar Merapi jauh lebih paham. Warga sudah memiliki kearifan lokalnya untuk menghadapi kejadian erupsi. 

“Tinggal refleknya saja yang butuh diingatkan oleh pemerintah,” kata Gubernur di kantornya. 

Terlepas dari itu, dikatakan, pihaknya bekerjasama dengan para vulkanolog, terus  memantau perkembangan Gunung Merapi. 

“Kita dilapori setiap hari, sehingga semuanya BPBD melakukan kontroling,” ujarnya. 

Tidak hanya Merapi, gunung berapi lainnya, juga dipantau. Begitupun dengan potensi kebencanaan lain seperti longsor hingga banjir, mitigasi terus dilakukan. 

“Sehingga betul-betul di area sekitar Merapi ini, bisa kita kelola bersama-sama,” ujarnya. 

Terkait mitigasi pengungsi, Gubernur mengatakan Program Desa Kembar sudah diimbau untuk aktif kembali. Harapannya, jika terjadi kenaikan status siaga Gunung Merapi, warga bisa langsung bergerak. 

Desa Kembar adalah program yang yang digagas  Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu langkah antisipasi ancaman erupsi Gunung Merapi. Program ini mengedepankan semangat persaudaraan warga sekitar Merapi membantu warga lain yang berada di kawasan rawan bencana (KRB). 

Salah satu contoh daerah yang sudah memiliki program ini ada adalah Desa Klakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Warga di desa ini sudah menjalin kekerabatan dengan Desa Gantang, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.  

Guna menjaga keselamatan bersama, Gubernur meminta semua masyarakat patuh pada arahan pemerintah. 

“Maka ikuti seluruh perintah yang diberikan oleh pemegang otoritas apakah itu BPBD, Basarnas, informasi dari BMKG, para vulkanolog agar mereka semua bisa menyelamatkan diri,” tandasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta warga di sekitar Gunung Merapi  bersiap diri menghadapi situasi erupsi dengan metode Desa Kembar. Gubenur mengatakan sampai dengan Kamis (10/3) siang, belum ada laporan warga yang dievakuasi akibat erupsi Merapi yang terjadi pada Rabu (9/3) malam. 

“Belum dan mereka sudah punya tempatnya kok,” jelasnya. 

Terkait kapan harus mengungsi, Gubernur meyakini sebenarnya warga sekitar Merapi jauh lebih paham. Warga sudah memiliki kearifan lokalnya untuk menghadapi kejadian erupsi. 

“Tinggal refleknya saja yang butuh diingatkan oleh pemerintah,” kata Gubernur di kantornya. 

Terlepas dari itu, dikatakan, pihaknya bekerjasama dengan para vulkanolog, terus  memantau perkembangan Gunung Merapi. 

“Kita dilapori setiap hari, sehingga semuanya BPBD melakukan kontroling,” ujarnya. 

Tidak hanya Merapi, gunung berapi lainnya, juga dipantau. Begitupun dengan potensi kebencanaan lain seperti longsor hingga banjir, mitigasi terus dilakukan. 

“Sehingga betul-betul di area sekitar Merapi ini, bisa kita kelola bersama-sama,” ujarnya. 

Terkait mitigasi pengungsi, Gubernur mengatakan Program Desa Kembar sudah diimbau untuk aktif kembali. Harapannya, jika terjadi kenaikan status siaga Gunung Merapi, warga bisa langsung bergerak. 

Desa Kembar adalah program yang yang digagas  Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu langkah antisipasi ancaman erupsi Gunung Merapi. Program ini mengedepankan semangat persaudaraan warga sekitar Merapi membantu warga lain yang berada di kawasan rawan bencana (KRB). 

Salah satu contoh daerah yang sudah memiliki program ini ada adalah Desa Klakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Warga di desa ini sudah menjalin kekerabatan dengan Desa Gantang, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.  

Guna menjaga keselamatan bersama, Gubernur meminta semua masyarakat patuh pada arahan pemerintah. 

“Maka ikuti seluruh perintah yang diberikan oleh pemegang otoritas apakah itu BPBD, Basarnas, informasi dari BMKG, para vulkanolog agar mereka semua bisa menyelamatkan diri,” tandasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu