Follow Us :              

Gubenur Jateng Terima Penghargaan dari Koalisi Dog Meat-Free Indonesia

  17 March 2022  |   11:00:00  |   dibaca : 351 
Kategori :
Bagikan :


Gubenur Jateng Terima Penghargaan dari Koalisi Dog Meat-Free Indonesia

17 March 2022 | 11:00:00 | dibaca : 351
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Atas keseriusannya mendukung kampanye bebas daging anjing di Provinsi Jawa Tengah, Gubernur Ganjar Pranowo menerima penghargaan dari Koalisi Dog Meat-Free Indonesia (DMFI). Menindaklanjuti hal tersebut, Gubernur mengaku siap membantu para pedagang olahan daging anjing yang akan beralih pada jenis daging lainnya yang dilegalkan. 

"Tadi kita ketemu dan berkumpul untuk mengedukasi publik. Hentikan makan daging anjing. Kita dorong anjing pada fungsi-fungsi yang bisa dilakukan, seperti K9 (anjing pelacak kepolisian), terus mereka bisa lucu-lucuan jaga kebun, jaga rumah. Itu menurut saya jauh lebih penting," terangnya usai menerima penghargaan yang digelar di Hotel Tentrem, Kota Semarang, Kamis(17/3/2022). 

Selain Gubernur Jawa Tengah dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, ada beberapa kabupaten/kota yang juga menerima penghargaan serupa. Instansi lain seperti kepolisian dan penggiat yang aktif mengkampanyekan DMFI juga menerima penghargaan dalam acara tersebut. 

Gubernur menilai penghargaan yang berhasil diterima tersebut merupakan bukti keseriusan pemerintah daerah, kepolisian, dan aktivis yang mengupayakan Jawa Tengah bebas dari perdagangan dan konsumsi daging anjing. 

"Sukoharjo umpama sudah ada yang bertindak dan (kasus) sudah sampai ke pengadilan. Terus kemudian beberapa kabupaten/kota seperti Brebes tadi sudah membuat aturan atau regulasi untuk memperjualbelikan atau memakan daging anjing." 

Seperti disampaikan Direktur Kesehatan Masyarakat Verteriner Kementerian Pertanian, Syamsul Ma'arif, yang hadir dalam acara tersebut, secara regulasi, konsumsi daging anjing memang dilarang. Hal tersebut karena daging anjing berpotensi membawa panularan penyakit dari hewan ke manusia. 

"Dari kementerian pertanian, tadi direktur kesehatan masyarakat veteriner menyampaikan bahwa regulasinya memang dilarang dan potensi penyakit(-nya) tinggi karena daging anjing bukan untuk dikonsumsi," jelas Gubernur. 

Turut ditambahkan, edukasi kepada masyarakat tentang DMFI harus dilakukan bersama dan secara terus-menerus. Pola yang digunakan juga harus mudah diterima oleh masyarakat. Ia juga siap memfasilitasi para pedagang daging anjing untuk berganti berjualan daging lainnya seperti ayam, kambing, atau sapi. 

"Saya minta kepada seluruh masyarakat Jawa Tengah, yuk berhenti makan daging anjing. Yang jualan daging anjing, sengsu,  jamu, atau apa pun istilahnya itu tolong hentikan. Ganti nanti dengan daging yang lain. Kita siap membantu untuk mentransformasikan itu. Maka saya minta polanya bukan saja genjot hukuman tapi yuk kita edukasi bersama," katanya.


Bagikan :

SEMARANG - Atas keseriusannya mendukung kampanye bebas daging anjing di Provinsi Jawa Tengah, Gubernur Ganjar Pranowo menerima penghargaan dari Koalisi Dog Meat-Free Indonesia (DMFI). Menindaklanjuti hal tersebut, Gubernur mengaku siap membantu para pedagang olahan daging anjing yang akan beralih pada jenis daging lainnya yang dilegalkan. 

"Tadi kita ketemu dan berkumpul untuk mengedukasi publik. Hentikan makan daging anjing. Kita dorong anjing pada fungsi-fungsi yang bisa dilakukan, seperti K9 (anjing pelacak kepolisian), terus mereka bisa lucu-lucuan jaga kebun, jaga rumah. Itu menurut saya jauh lebih penting," terangnya usai menerima penghargaan yang digelar di Hotel Tentrem, Kota Semarang, Kamis(17/3/2022). 

Selain Gubernur Jawa Tengah dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, ada beberapa kabupaten/kota yang juga menerima penghargaan serupa. Instansi lain seperti kepolisian dan penggiat yang aktif mengkampanyekan DMFI juga menerima penghargaan dalam acara tersebut. 

Gubernur menilai penghargaan yang berhasil diterima tersebut merupakan bukti keseriusan pemerintah daerah, kepolisian, dan aktivis yang mengupayakan Jawa Tengah bebas dari perdagangan dan konsumsi daging anjing. 

"Sukoharjo umpama sudah ada yang bertindak dan (kasus) sudah sampai ke pengadilan. Terus kemudian beberapa kabupaten/kota seperti Brebes tadi sudah membuat aturan atau regulasi untuk memperjualbelikan atau memakan daging anjing." 

Seperti disampaikan Direktur Kesehatan Masyarakat Verteriner Kementerian Pertanian, Syamsul Ma'arif, yang hadir dalam acara tersebut, secara regulasi, konsumsi daging anjing memang dilarang. Hal tersebut karena daging anjing berpotensi membawa panularan penyakit dari hewan ke manusia. 

"Dari kementerian pertanian, tadi direktur kesehatan masyarakat veteriner menyampaikan bahwa regulasinya memang dilarang dan potensi penyakit(-nya) tinggi karena daging anjing bukan untuk dikonsumsi," jelas Gubernur. 

Turut ditambahkan, edukasi kepada masyarakat tentang DMFI harus dilakukan bersama dan secara terus-menerus. Pola yang digunakan juga harus mudah diterima oleh masyarakat. Ia juga siap memfasilitasi para pedagang daging anjing untuk berganti berjualan daging lainnya seperti ayam, kambing, atau sapi. 

"Saya minta kepada seluruh masyarakat Jawa Tengah, yuk berhenti makan daging anjing. Yang jualan daging anjing, sengsu,  jamu, atau apa pun istilahnya itu tolong hentikan. Ganti nanti dengan daging yang lain. Kita siap membantu untuk mentransformasikan itu. Maka saya minta polanya bukan saja genjot hukuman tapi yuk kita edukasi bersama," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu