Follow Us :              

Dugderan Semarang Kembali Digelar, Sekda Jateng Perankan Tokoh Tumenggung Probo Hadikusuma

  01 April 2022  |   16:00:00  |   dibaca : 283 
Kategori :
Bagikan :


Dugderan Semarang Kembali Digelar, Sekda Jateng Perankan Tokoh Tumenggung Probo Hadikusuma

01 April 2022 | 16:00:00 | dibaca : 283
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG - Setelah dua tahun terhenti akibat pandemi, Masjid Agung Jawa Tengah kembali menggelar prosesi Dugderan, Kamis (31/03/2022). Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno ikut berpartisipasi pada prosesi yang merupakan tradisi warga Kota Semarang jelang Ramadan. 

Meski tanpa arak-arakan, tetapi event tersebut tetap menyedot antusias warga. Ribuan warga bahkan sudah memadati halaman Masjid Agung Jawa sebelum adzan Ashar dikumandangkan. Begitu adzan, warga bergegas mengambil air wudhu dan sholat berjamaah. Tidak berapa lama setelah shalat Ashar selesai prosesi Dugderan dimulai. 

Sumarno yang berperan sebagai Raden Mas Tumenggung Probo Hadikusuma, menerima rombongan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang memerankan Raden Mas Tumenggung Arya Purbaningrat di ruang utama Masjid Agung Jawa Tengah. Pada pertemuan itu Raden Mas Tumenggung Arya Purbaningrat menyerahkan Suhuf Halaqoh (surat keputusan) kepada Raden Mas Tumenggung Probo Hadikusuma untuk diumumkan kepada masyarakat. 

Rombongan Raden Mas Tumenggung Arya Purbaningrat bersama rombongan Raden Mas Tumenggung Probo Hadikusuma kemudian bersama-sama menuju lokasi bedug masjid yang berjarak sekitar 100 meter dari ruang utama masjid. Di lokasi tersebut, Raden Mas Tumenggung Probo Hadikusuma mewartakan, bahwa sebentar lagi umat Islam akan menjalani ibadah Ramadan. Karenanya, segala perbuatan tidak baik harus ditinggalkan agar menjadi manusia yang lebih baik. 

Usai menyampaikan pengumuman tersebut Raden Mas Tumenggung Probo Hadikusuma memukul bedug. Bunyi bedug yang bertalu-talu langsung disambut suara keras petasan dan tepuk tangan masyarakat yang berbahagia menyambut bulan Ramadan. 

"Tujuan bulan Ramadan kan mungkin kita semua tahu agar menjadi hamba yang bertaqwa. Mudah-mudahan dengan ketaqwaan yang nanti dicapai, tentu saja Allah SWT akan meridai Jawa Tengah, sehingga Jawa Tengah menjadi lebih sejahtera, masyarakatnya lebih makmur, dihindarkan dari bencana dan mudah-mudahan Ramadan ini kondisi Covid 19 sudah berakhir," jelas Sekda usai prosesi Dugderan. 

Terkait ibadah sholat tarawih, Sekda mengatakan, meskipun pemerintah sudah mengizinkan, namun ia meminta agar umat muslim tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Para takmir masjid juga diwajibkan untuk menyediakan sarana prasarana protokol kesehatan. 

"Kami juga berpesan kepada takmir masjid untuk bagaimana tetap menjaga ini, supaya tetap berjalan dengan baik, sehingga ibadahnya lancar dan masyarakat juga aman," pungkasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Setelah dua tahun terhenti akibat pandemi, Masjid Agung Jawa Tengah kembali menggelar prosesi Dugderan, Kamis (31/03/2022). Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno ikut berpartisipasi pada prosesi yang merupakan tradisi warga Kota Semarang jelang Ramadan. 

Meski tanpa arak-arakan, tetapi event tersebut tetap menyedot antusias warga. Ribuan warga bahkan sudah memadati halaman Masjid Agung Jawa sebelum adzan Ashar dikumandangkan. Begitu adzan, warga bergegas mengambil air wudhu dan sholat berjamaah. Tidak berapa lama setelah shalat Ashar selesai prosesi Dugderan dimulai. 

Sumarno yang berperan sebagai Raden Mas Tumenggung Probo Hadikusuma, menerima rombongan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang memerankan Raden Mas Tumenggung Arya Purbaningrat di ruang utama Masjid Agung Jawa Tengah. Pada pertemuan itu Raden Mas Tumenggung Arya Purbaningrat menyerahkan Suhuf Halaqoh (surat keputusan) kepada Raden Mas Tumenggung Probo Hadikusuma untuk diumumkan kepada masyarakat. 

Rombongan Raden Mas Tumenggung Arya Purbaningrat bersama rombongan Raden Mas Tumenggung Probo Hadikusuma kemudian bersama-sama menuju lokasi bedug masjid yang berjarak sekitar 100 meter dari ruang utama masjid. Di lokasi tersebut, Raden Mas Tumenggung Probo Hadikusuma mewartakan, bahwa sebentar lagi umat Islam akan menjalani ibadah Ramadan. Karenanya, segala perbuatan tidak baik harus ditinggalkan agar menjadi manusia yang lebih baik. 

Usai menyampaikan pengumuman tersebut Raden Mas Tumenggung Probo Hadikusuma memukul bedug. Bunyi bedug yang bertalu-talu langsung disambut suara keras petasan dan tepuk tangan masyarakat yang berbahagia menyambut bulan Ramadan. 

"Tujuan bulan Ramadan kan mungkin kita semua tahu agar menjadi hamba yang bertaqwa. Mudah-mudahan dengan ketaqwaan yang nanti dicapai, tentu saja Allah SWT akan meridai Jawa Tengah, sehingga Jawa Tengah menjadi lebih sejahtera, masyarakatnya lebih makmur, dihindarkan dari bencana dan mudah-mudahan Ramadan ini kondisi Covid 19 sudah berakhir," jelas Sekda usai prosesi Dugderan. 

Terkait ibadah sholat tarawih, Sekda mengatakan, meskipun pemerintah sudah mengizinkan, namun ia meminta agar umat muslim tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Para takmir masjid juga diwajibkan untuk menyediakan sarana prasarana protokol kesehatan. 

"Kami juga berpesan kepada takmir masjid untuk bagaimana tetap menjaga ini, supaya tetap berjalan dengan baik, sehingga ibadahnya lancar dan masyarakat juga aman," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu