Follow Us :              

Berkat Program SMK Gratis, Anak Seorang Buruh Tani Pekalongan Bisa Jadi Polwan

  31 March 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 528 
Kategori :
Bagikan :


Berkat Program SMK Gratis, Anak Seorang Buruh Tani Pekalongan Bisa Jadi Polwan

31 March 2022 | 10:00:00 | dibaca : 528
Kategori :
Bagikan :

Foto : istimewa (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : istimewa (Humas Jateng)

PEKALONGAN – Program sekolah gratis di SMK Negeri Jawa Tengah yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sangat dirasakan manfaatnya. Salah satu yang merasakan manfaat itu adalah Kliwon. Berkat program sekolah gratis, anak perempuannya bisa menjadi Polwan. 

Tidak mampu menahan air mata haru, Kliwon menceritakan keberhasilan Rumaniyah, anaknya yang diterima menjadi Polwan dan bertugas di Mabes Polri Jakarta. Ia tidak menyangka jika putri ke limanya itu “menjadi orang” dan mampu mengangkat kesejahteraan keluarga. 

“Saya nggak pernah menyangka Rumaniyah bisa berhasil. Anak saya enam, lainnya buruh jahit, hanya Rumaniyah yang berhasil sekolah, dan saya bangga,” ujar Kliwon saat ditemui di rumahnya Desa Tangkil Kulon RT 11 RW 4 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Kamis (31/3/2022). 

Rumaniyah merupakan lulusan angkatan pertama SMK Negeri Jawa Tengah tahun 2017 lalu. Saat ini, Rumaniyah bekerja di Satker Divisi TIK Mabes Polri, sambil menempuh pendidikan di Universitas Nusa Mandiri semester 8. 

Kliwon mengaku hidup di bawah garis kemiskinan. Sehari-hari, ia bekerja sebagai buruh tani di desanya. Sehingga, dengan masuknya Rumaniyah di SMK Negeri Jawa Tengah ia sangat bersyukur. 

“Saya tidak punya apa-apa untuk menyekolahkan. Rumaniyah itu sekolahnya gratis di SMK Negeri Jawa Tengah Semarang,” lanjutnya. 

Tanpa mengeluarkan biaya apapun saat menempuh pendidikan di SMK Negeri Jawa Tengah, setelah menjadi Polwan Rumaniyah bahkan mampu membelikan sebidang sawah untuk ayahnya seharga Rp 140 juta.

“Awalnya mau rehab rumah, tapi saya minta belikan sawah saja harganya Rp140 juta atau seluas sekitar 1.000 meter lebih. Jadi, sekarang sudah jarang menjadi buruh tani, tapi garap sawah sendiri. Kalau panen bisa dapat delapan kuintal padi,” imbuhnya. 

Selain itu, Rumaniyah kini juga secara rutin mengirim uang bulanan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.  

Pada Rumiyah, Kliwon selalu berpesan agar sebagai abdi negara Rumiyah selalu menjaga kejujuran dan bermurah hati pada yang membutuhkan pertolongan. 

“Pesannya jangan korupsi dan yang penting jujur, itu saja. Kalau bisa membantu orang yang tidak mampu, karena saya sendiri mengalami,” tandasnya.


Bagikan :

PEKALONGAN – Program sekolah gratis di SMK Negeri Jawa Tengah yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sangat dirasakan manfaatnya. Salah satu yang merasakan manfaat itu adalah Kliwon. Berkat program sekolah gratis, anak perempuannya bisa menjadi Polwan. 

Tidak mampu menahan air mata haru, Kliwon menceritakan keberhasilan Rumaniyah, anaknya yang diterima menjadi Polwan dan bertugas di Mabes Polri Jakarta. Ia tidak menyangka jika putri ke limanya itu “menjadi orang” dan mampu mengangkat kesejahteraan keluarga. 

“Saya nggak pernah menyangka Rumaniyah bisa berhasil. Anak saya enam, lainnya buruh jahit, hanya Rumaniyah yang berhasil sekolah, dan saya bangga,” ujar Kliwon saat ditemui di rumahnya Desa Tangkil Kulon RT 11 RW 4 Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Kamis (31/3/2022). 

Rumaniyah merupakan lulusan angkatan pertama SMK Negeri Jawa Tengah tahun 2017 lalu. Saat ini, Rumaniyah bekerja di Satker Divisi TIK Mabes Polri, sambil menempuh pendidikan di Universitas Nusa Mandiri semester 8. 

Kliwon mengaku hidup di bawah garis kemiskinan. Sehari-hari, ia bekerja sebagai buruh tani di desanya. Sehingga, dengan masuknya Rumaniyah di SMK Negeri Jawa Tengah ia sangat bersyukur. 

“Saya tidak punya apa-apa untuk menyekolahkan. Rumaniyah itu sekolahnya gratis di SMK Negeri Jawa Tengah Semarang,” lanjutnya. 

Tanpa mengeluarkan biaya apapun saat menempuh pendidikan di SMK Negeri Jawa Tengah, setelah menjadi Polwan Rumaniyah bahkan mampu membelikan sebidang sawah untuk ayahnya seharga Rp 140 juta.

“Awalnya mau rehab rumah, tapi saya minta belikan sawah saja harganya Rp140 juta atau seluas sekitar 1.000 meter lebih. Jadi, sekarang sudah jarang menjadi buruh tani, tapi garap sawah sendiri. Kalau panen bisa dapat delapan kuintal padi,” imbuhnya. 

Selain itu, Rumaniyah kini juga secara rutin mengirim uang bulanan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.  

Pada Rumiyah, Kliwon selalu berpesan agar sebagai abdi negara Rumiyah selalu menjaga kejujuran dan bermurah hati pada yang membutuhkan pertolongan. 

“Pesannya jangan korupsi dan yang penting jujur, itu saja. Kalau bisa membantu orang yang tidak mampu, karena saya sendiri mengalami,” tandasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu