Follow Us :              

Gelontorkan Rp335 Milyar untuk 233 Lahan, Kepala BBWS Pastikan Tidak Ada Pemotongan Serupiahpun

  27 April 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 186 
Kategori :
Bagikan :


Gelontorkan Rp335 Milyar untuk 233 Lahan, Kepala BBWS Pastikan Tidak Ada Pemotongan Serupiahpun

27 April 2022 | 10:00:00 | dibaca : 186
Kategori :
Bagikan :

Foto : istimewa (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : istimewa (Humas Jateng)

PURWOREJO - Pemerintah menggelontorkan Rp335 miliar untuk warga terdampak tambang andesit di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo. Pembagian uang ganti untung  diberikan kepada 233 warga pada Rabu (27/4) dan Kamis (28/4). 

Kepala BBWS Serayu-Opak Dwi Purwantoro mengatakan, hari ini pembayaran yang dilakukan totalnya 296 bidang. "Total nilainya kurang lebih Rp335 miliar. Total luasan yang hari ini kita bayarkan di Desa Wadas 46,6 hektare," kata Dwi Purwantoro dalam sambutannya pada kegiatan Pemberian Uang Ganti Kerugian dan Pelepasan Hak Atas Tanah untuk Kepentingan Umum, bagi Pembangunan Bendungan Bener Desa Wadas Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo di Balai Desa Cacaban Kidul, Rabu (27/4/2022). 

Nilai uang ganti itu berdasarkan kesepakatan dengan warga, setelah sebelumnya dilakukan proses musyawarah. Dengan demikian, warga telah mengetahui nilai yang akan mereka terima. "Jadi tidak ada yang istilahnya tanahnya diambil, terus tidak dibayar, itu tidak ada," kata dia. 

Selain itu ia juga memastikan penerima ganti untung, akan menerima sesuai dengan nilai yang tertulis di daftar nominatif. "Dari kami, pemerintah tidak melakukan pemotongan atau pengurangan satu rupiah pun," tegasnya. 

Sugiyarto adalah salah satu warga Desa Wadas yang menerima uang pengganti sekitar Rp7 miliar, mengaku sangat senang. Ia yakin jumlah ini jauh lebih tinggi dari harga wajar untuk lahannya seluas 3.449 m2. 

"Senanglah. Kalau tanah dijual (pada pihak lain) paling berapa. Ini tiba-tiba sampai untung sekian. Melebihi (harga wajar). Ini untung, enggak rugilah," ungkap Sugiyarto. "Rencana saya mau beli tanah sawit di Kalimantan. Mau beli mobil juga buat usaha, dan sedekah," sambungnya. 

Kebahagiaan yang sama juga terlihat pada Rodhiyah dan Miswa, penerima penggantian lahan lainnya. Mereka sudah memiliki berbagai rencana dengan uang yang mereka dapatkan. "Rencana mau buat beli sawah. Sudah ada yang menawarkan. Cuma saya belum karena belum ada uang, kan (sebelum menerima uang ganti)," kata  Rodhiyah yang baru saja menerima uang pengganti Rp2 milyar. 

Miswan, pemilik lahan 5000 m2 itu, mendapat uang pengganti lahan Rp8 miliar lebih. "Dapat Rp8 miliar. Senang bisa buat beli tanah," kata Miswan yang datang ke lokasi pembagian uang pengganti lahan didampingi seorang anaknya, Kutsiyah. Kutsiyah nenjelaskan, tanah yang akan mereka beli adalah lahan sawit atau kebun karet untuk menambah usaha produktif keluarga. 

Kepala BPN Purworejo, Andri Kristanto, selaku bank yang dipilih untuk transaksi pembayaran ini, menjelaskan membayaran dilakukan dua gelombang, hari ini dan besok. "Hari ini dibagikan ke 162 bidang tanah. Dengan jumlah orang 129 orang. Keesokan harinya akan dilakukan hal serupa untuk 134 bidang, 104 warga," jelasnya. 

Pada warga penerima uang pengganti lahan, ia mengimbau agar uang tersebut mempergunakan dengan sebaik-baiknya. "Kalau untuk modal usaha, memperlebar usaha, monggo. Mungkin mau mencari tanah pengganti, silakan. Ya jangan dihambur-hamburkan," ujarnya.


Bagikan :

PURWOREJO - Pemerintah menggelontorkan Rp335 miliar untuk warga terdampak tambang andesit di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo. Pembagian uang ganti untung  diberikan kepada 233 warga pada Rabu (27/4) dan Kamis (28/4). 

Kepala BBWS Serayu-Opak Dwi Purwantoro mengatakan, hari ini pembayaran yang dilakukan totalnya 296 bidang. "Total nilainya kurang lebih Rp335 miliar. Total luasan yang hari ini kita bayarkan di Desa Wadas 46,6 hektare," kata Dwi Purwantoro dalam sambutannya pada kegiatan Pemberian Uang Ganti Kerugian dan Pelepasan Hak Atas Tanah untuk Kepentingan Umum, bagi Pembangunan Bendungan Bener Desa Wadas Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo di Balai Desa Cacaban Kidul, Rabu (27/4/2022). 

Nilai uang ganti itu berdasarkan kesepakatan dengan warga, setelah sebelumnya dilakukan proses musyawarah. Dengan demikian, warga telah mengetahui nilai yang akan mereka terima. "Jadi tidak ada yang istilahnya tanahnya diambil, terus tidak dibayar, itu tidak ada," kata dia. 

Selain itu ia juga memastikan penerima ganti untung, akan menerima sesuai dengan nilai yang tertulis di daftar nominatif. "Dari kami, pemerintah tidak melakukan pemotongan atau pengurangan satu rupiah pun," tegasnya. 

Sugiyarto adalah salah satu warga Desa Wadas yang menerima uang pengganti sekitar Rp7 miliar, mengaku sangat senang. Ia yakin jumlah ini jauh lebih tinggi dari harga wajar untuk lahannya seluas 3.449 m2. 

"Senanglah. Kalau tanah dijual (pada pihak lain) paling berapa. Ini tiba-tiba sampai untung sekian. Melebihi (harga wajar). Ini untung, enggak rugilah," ungkap Sugiyarto. "Rencana saya mau beli tanah sawit di Kalimantan. Mau beli mobil juga buat usaha, dan sedekah," sambungnya. 

Kebahagiaan yang sama juga terlihat pada Rodhiyah dan Miswa, penerima penggantian lahan lainnya. Mereka sudah memiliki berbagai rencana dengan uang yang mereka dapatkan. "Rencana mau buat beli sawah. Sudah ada yang menawarkan. Cuma saya belum karena belum ada uang, kan (sebelum menerima uang ganti)," kata  Rodhiyah yang baru saja menerima uang pengganti Rp2 milyar. 

Miswan, pemilik lahan 5000 m2 itu, mendapat uang pengganti lahan Rp8 miliar lebih. "Dapat Rp8 miliar. Senang bisa buat beli tanah," kata Miswan yang datang ke lokasi pembagian uang pengganti lahan didampingi seorang anaknya, Kutsiyah. Kutsiyah nenjelaskan, tanah yang akan mereka beli adalah lahan sawit atau kebun karet untuk menambah usaha produktif keluarga. 

Kepala BPN Purworejo, Andri Kristanto, selaku bank yang dipilih untuk transaksi pembayaran ini, menjelaskan membayaran dilakukan dua gelombang, hari ini dan besok. "Hari ini dibagikan ke 162 bidang tanah. Dengan jumlah orang 129 orang. Keesokan harinya akan dilakukan hal serupa untuk 134 bidang, 104 warga," jelasnya. 

Pada warga penerima uang pengganti lahan, ia mengimbau agar uang tersebut mempergunakan dengan sebaik-baiknya. "Kalau untuk modal usaha, memperlebar usaha, monggo. Mungkin mau mencari tanah pengganti, silakan. Ya jangan dihambur-hamburkan," ujarnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu