Follow Us :              

Ribuan Warga Jateng Perantauan Manfaatkan Program Balik Rantau Gratis

  07 May 2022  |   09:00:00  |   dibaca : 232 
Kategori :
Bagikan :


Ribuan Warga Jateng Perantauan Manfaatkan Program Balik Rantau Gratis

07 May 2022 | 09:00:00 | dibaca : 232
Kategori :
Bagikan :

Foto : Rinto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Rinto (Humas Jateng)

BOYOLALI -  Setelah menggelar Program Mudik Gratis jelang lebaran, pasca lebaran ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah juga menggelar Program Balik Rantau gratis. Program ini adalah hasil kerja sama Pemprov dengan Baznas, BUMD Jawa Tengah, Sido Muncul, NCM, Batubara Mandiri, dan Jasa Raharja. 

Program Balik Rantau Gratis ini memberangkatkan ribuan perantau asal Jawa Tengah, dengan tujuan kembali ke Jabotabek. Terdapat beberapa titik pemberangkatan dengan puluhan bus, salah satunya di Asrama Haji Donohudan. Sebanyak 32 bus pariwisata disiapkan untuk mengangkut 1.495 penumpang, yang merupakan warga Soloraya. Setiap bus berisi antara 44 sampai 50 penumpang. 

Saat memberikan laporan secara virtual kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, Sabtu (07/05/2022), Asisten Pemerintahan Yulianto Prabowo mengatakan bahwa semua penumpang maupun kru bus sudah melalui skrining kesehatan. 

"Semua (kesehatan) sudah (dikontrol) Pak. Jadi para kru bus juga sudah semua kita periksa. Semuanya sehat. Dan para penumpang semua sudah divaksin booster," kata Yuli kepada Sekda Sumarno yang sedang berada di Terminal Mangkang. 

Selain penumpang dan kru bus, moda transportasi yang digunakan pun sudah dicek. Yuli memastikan, 32 bus yang digunakan, laik dioperasionalkan. 
"Kendaraan 32 bus yang ada disini, sudah dicek semuanya. Semuanya layak jalan," ujarnya. 

Kehadiran Program Balik Rantau Gratis ini disambut gembira warga perantau. Pada kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih akibat pandemi, bantuan transpotasi gratis seperti ini sangat berarti, terutama bagi masyarakat kurang mampu, seperti diakui Rochim. 

Rochim adalah tukang bangunan asal Boyolali yang harus balik ke Jakarta bersama dua anaknya. Ia mengaku dengan penghasilannya, sangat berat jika harus membayar transportasi sendiri senilai Rp800.000 perorang untuk pulang-pergi mudik Jakarta-Boyolali. 

"Terima kasih banyak saya sampaikan kepada Pemprov Jateng, kepada Pak Ganjar (Gubernur) yang sudah mengadakan program balik (gratis) ini. Saya sangat terbantu," ujar Rochim. 

Bukan hanya penumpang, pihak armada bus juga merasa senang dengan adanya program ini. Seperti yang diungkapkan oleh supir bus PO. Barito, Widarto. Dia mengaku sudah dua tahun ini harus alih profesi sebagai petani lantaran tidak mendapat carteran. 

"Selama pandemi kita nganggur, busnya ndak jalan. Selama 2 tahun ini saya bertani. Alhamdulillah ini dikit dikit sudah mulai jalan. Tujuan saya nanti ke Jakarta," kata Widarto.

Selain di Donohudan, Terminal Bulupitu Purwokerto, Kabupaten Banyumas juga menjadi titik pemberangkatan program Balik Rantau Gratis. Sekitar 1056 warga Jawa Tengah berangkat dari terminal yang baru saja selesai direvitalisasi. 

"Balik Gratis ini khusus di Terminal Bulupitu ada 21 unit bus. Tiga unit menuju Bandung, dan 18 unit menuju Jabodetabek. Jumlah penumpang ada sekitar 1.056. Pesertanya ada dari Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Purwokerto dan sekitarnya," jelas Imam Maskur, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jawa Tengah, di sela sela pelepasan para peserta. 

Sebelum berangkat, setelah peserta dan crew armada Balik Rantau Gratis mengikuti proses pemeriksaan kesehatan, Imam menyampaikan arahan Gubernur Ganjar Pranowo bagi para peserta. 

"Harapan kami masyarakat yang ikut balik gratis tidak membawa keluarga, teman. Jakarta sudah penuh. Yang kemarin mudik 4 orang, balik lagi 4 orang. Jangan nambah lagi, kasian di Jakarta sudah sangat padat," tanya.


Bagikan :

BOYOLALI -  Setelah menggelar Program Mudik Gratis jelang lebaran, pasca lebaran ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah juga menggelar Program Balik Rantau gratis. Program ini adalah hasil kerja sama Pemprov dengan Baznas, BUMD Jawa Tengah, Sido Muncul, NCM, Batubara Mandiri, dan Jasa Raharja. 

Program Balik Rantau Gratis ini memberangkatkan ribuan perantau asal Jawa Tengah, dengan tujuan kembali ke Jabotabek. Terdapat beberapa titik pemberangkatan dengan puluhan bus, salah satunya di Asrama Haji Donohudan. Sebanyak 32 bus pariwisata disiapkan untuk mengangkut 1.495 penumpang, yang merupakan warga Soloraya. Setiap bus berisi antara 44 sampai 50 penumpang. 

Saat memberikan laporan secara virtual kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, Sabtu (07/05/2022), Asisten Pemerintahan Yulianto Prabowo mengatakan bahwa semua penumpang maupun kru bus sudah melalui skrining kesehatan. 

"Semua (kesehatan) sudah (dikontrol) Pak. Jadi para kru bus juga sudah semua kita periksa. Semuanya sehat. Dan para penumpang semua sudah divaksin booster," kata Yuli kepada Sekda Sumarno yang sedang berada di Terminal Mangkang. 

Selain penumpang dan kru bus, moda transportasi yang digunakan pun sudah dicek. Yuli memastikan, 32 bus yang digunakan, laik dioperasionalkan. 
"Kendaraan 32 bus yang ada disini, sudah dicek semuanya. Semuanya layak jalan," ujarnya. 

Kehadiran Program Balik Rantau Gratis ini disambut gembira warga perantau. Pada kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih akibat pandemi, bantuan transpotasi gratis seperti ini sangat berarti, terutama bagi masyarakat kurang mampu, seperti diakui Rochim. 

Rochim adalah tukang bangunan asal Boyolali yang harus balik ke Jakarta bersama dua anaknya. Ia mengaku dengan penghasilannya, sangat berat jika harus membayar transportasi sendiri senilai Rp800.000 perorang untuk pulang-pergi mudik Jakarta-Boyolali. 

"Terima kasih banyak saya sampaikan kepada Pemprov Jateng, kepada Pak Ganjar (Gubernur) yang sudah mengadakan program balik (gratis) ini. Saya sangat terbantu," ujar Rochim. 

Bukan hanya penumpang, pihak armada bus juga merasa senang dengan adanya program ini. Seperti yang diungkapkan oleh supir bus PO. Barito, Widarto. Dia mengaku sudah dua tahun ini harus alih profesi sebagai petani lantaran tidak mendapat carteran. 

"Selama pandemi kita nganggur, busnya ndak jalan. Selama 2 tahun ini saya bertani. Alhamdulillah ini dikit dikit sudah mulai jalan. Tujuan saya nanti ke Jakarta," kata Widarto.

Selain di Donohudan, Terminal Bulupitu Purwokerto, Kabupaten Banyumas juga menjadi titik pemberangkatan program Balik Rantau Gratis. Sekitar 1056 warga Jawa Tengah berangkat dari terminal yang baru saja selesai direvitalisasi. 

"Balik Gratis ini khusus di Terminal Bulupitu ada 21 unit bus. Tiga unit menuju Bandung, dan 18 unit menuju Jabodetabek. Jumlah penumpang ada sekitar 1.056. Pesertanya ada dari Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Purwokerto dan sekitarnya," jelas Imam Maskur, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jawa Tengah, di sela sela pelepasan para peserta. 

Sebelum berangkat, setelah peserta dan crew armada Balik Rantau Gratis mengikuti proses pemeriksaan kesehatan, Imam menyampaikan arahan Gubernur Ganjar Pranowo bagi para peserta. 

"Harapan kami masyarakat yang ikut balik gratis tidak membawa keluarga, teman. Jakarta sudah penuh. Yang kemarin mudik 4 orang, balik lagi 4 orang. Jangan nambah lagi, kasian di Jakarta sudah sangat padat," tanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu