Follow Us :              

Dorong Kerukunan Beragama dan Pengembangan Ekonomi, Ganjar Resmikan Islamic Center Jepara

  12 May 2022  |   13:00:00  |   dibaca : 232 
Kategori :
Bagikan :


Dorong Kerukunan Beragama dan Pengembangan Ekonomi, Ganjar Resmikan Islamic Center Jepara

12 May 2022 | 13:00:00 | dibaca : 232
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

JEPARA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan gedung Islamic Center Kabupaten Jepara dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik. Selain sebagai ruang kerukunan beragama, juga berfungsi sebagai tempat pengembangan ekonomi. 

Di sisi pengembangan ekonomi, Ganjar meminta agar Pemerintah Kabupaten Jepara dan MUI Jepara menjalin kerja sama dengan pihak-pihak atau lembaga lain. "Rencananya juga akan dipakai jualan juga. Jadi bisa bermitra dengan lembaga lain, umpama Baznas, sehingga penyebaran agama jalan, pelatihan ekonomi juga bisa dilakukan," jelas Ganjar usai meresmikan Gedung Islamic Center dan Kantor MUI Kabupaten Jepara, Kamis (12/5/2022). 

Perihal kerukunan, Ganjar sangat mengapresiasi keberhasilan Kabupaten Jepara dalam menyelesaikan permasalahan pembangunan gereja di Dermolo. Berkat keberhasilan itu, Jepara telah dicanangkan sebagai kota toleransi. 

"Saya sangat mengapresiasi waktu kemarin menyelesaikan (permasalahan) pembangunan gereja di Dermolo. Itu hebat. Ini juga bisa dijadikan contoh bagi daerah-daerah lain terkait persoalan yang sama," tambah Ganjar. 

Ganjar berharap citra Jepara sebagai kabupaten toleransi semakin kuat dengan keberadaan Islamic center ini. 

"Kalau kita menyebarkan agama dengan nilai kebaikan, ini bisa jadi pusatnya.  (Tempat ini) bisa menjadi zona netral dalam menyelesaikan masalah. Jadi yang tadi dicanangkan sebagai kabupaten kerukunan benar-benar bisa terwujud. Kalau terjadi luar biasa," ungkapnya. 

Bupati Jepara, Dian Kristiandi, mengatakan gedung Islamic Center tersebut merupakan penantian selama 10 tahun lebih. Pembangunan menghabiskan dana Rp 2,9 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Jepara tahun 2021 dan 2022.  

"Kami berharap dengan dibangunnya gedung ini dapat merangkul semua dengan memberikan ruang kepada seluruh elemen masyarakat. Dan ini menjadi embrio dalam mengajak masyarakat menjaga keberagaman. Apalagi kita sudah mencanangkan sebagai kabupaten kerukunan," kata Dian dalam sambutannya.


Bagikan :

JEPARA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan gedung Islamic Center Kabupaten Jepara dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik. Selain sebagai ruang kerukunan beragama, juga berfungsi sebagai tempat pengembangan ekonomi. 

Di sisi pengembangan ekonomi, Ganjar meminta agar Pemerintah Kabupaten Jepara dan MUI Jepara menjalin kerja sama dengan pihak-pihak atau lembaga lain. "Rencananya juga akan dipakai jualan juga. Jadi bisa bermitra dengan lembaga lain, umpama Baznas, sehingga penyebaran agama jalan, pelatihan ekonomi juga bisa dilakukan," jelas Ganjar usai meresmikan Gedung Islamic Center dan Kantor MUI Kabupaten Jepara, Kamis (12/5/2022). 

Perihal kerukunan, Ganjar sangat mengapresiasi keberhasilan Kabupaten Jepara dalam menyelesaikan permasalahan pembangunan gereja di Dermolo. Berkat keberhasilan itu, Jepara telah dicanangkan sebagai kota toleransi. 

"Saya sangat mengapresiasi waktu kemarin menyelesaikan (permasalahan) pembangunan gereja di Dermolo. Itu hebat. Ini juga bisa dijadikan contoh bagi daerah-daerah lain terkait persoalan yang sama," tambah Ganjar. 

Ganjar berharap citra Jepara sebagai kabupaten toleransi semakin kuat dengan keberadaan Islamic center ini. 

"Kalau kita menyebarkan agama dengan nilai kebaikan, ini bisa jadi pusatnya.  (Tempat ini) bisa menjadi zona netral dalam menyelesaikan masalah. Jadi yang tadi dicanangkan sebagai kabupaten kerukunan benar-benar bisa terwujud. Kalau terjadi luar biasa," ungkapnya. 

Bupati Jepara, Dian Kristiandi, mengatakan gedung Islamic Center tersebut merupakan penantian selama 10 tahun lebih. Pembangunan menghabiskan dana Rp 2,9 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Jepara tahun 2021 dan 2022.  

"Kami berharap dengan dibangunnya gedung ini dapat merangkul semua dengan memberikan ruang kepada seluruh elemen masyarakat. Dan ini menjadi embrio dalam mengajak masyarakat menjaga keberagaman. Apalagi kita sudah mencanangkan sebagai kabupaten kerukunan," kata Dian dalam sambutannya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu