Follow Us :              

Dua Minggu Kebut Penguatan Tanggul, Ganjar Antisipasi Gelombang Tinggi Dalam Waktu Dekat

  02 June 2022  |   10:30:00  |   dibaca : 214 
Kategori :
Bagikan :


Dua Minggu Kebut Penguatan Tanggul, Ganjar Antisipasi Gelombang Tinggi Dalam Waktu Dekat

02 June 2022 | 10:30:00 | dibaca : 214
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo bersama Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PPUPR serta sejumlah kepala daerah yang wilayahnya terdampak rob, menggelar rapat bersama. Mereka mengevaluasi sekaligus membahas potensi rob yang diprediksi akan kembali terjadi. 

"Dalam dua minggu ini kita coba selesaikan pekerjaan sipil. Paparan (Dirjen SDA) sangat bagus di area pelabuhan akan kita bereskan termasuk Pelindo," kata Ganjar ditemui usai rapat di Gedung A Kantor Pemprov Jateng, Kamis (2/6). 

Ganjar mengatakan, pada rapat tersebut disepakati, segala pembenahan dalam rangka antisipasi potensi rob, dilakukan dalam waktu dua minggu. Hal ini mengingat Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika telah merilis potensi terjadinya gelombang tinggi yang akan terjadi dalam waktu dekat. 

"Dari BMKG di tengah bulan ini ada potensi terjadinya gelombang tinggi juga," ujarnya. Ia menambahkan, BMKG bahkan memprediksi akan adanya siklon dari Australia yang akan menambah tingginya kenaikan permukaan air. 

Untuk itu, Ganjar sengaja mengundang kepala daerah atau perwakilan di wilayah Pantura yang terdampak rob. Yakni Kota Semarang, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang dan Demak. Mereka diminta menyampaikan beragam kebutuhan yang diperlukan terkait antisipasi kondisi ini. 

"Semua ada di sini. Tadi coba kami inventarisasi satu per satu persoalan yang ada dan kita sharing untuk bisa menyelesaikan," tegasnya. 

Dirjen SDA Ir Jarot Widyoko dalam kesempatan itu melaporkan, evaluasi dari penanganan sementara kejadian rob minggu lalu. Hasil pengecekan menemukan, pompa milik PT Pelindo hanya empat yang aktif. 

"Beberapa lain harus dibongkar kemarin. Maka bagaimana caranya kita musti mencari alternatif substitusi penggantinya agar cepat diselesaikan," ungkap Jarot. 

Sambil mendata berbagai temuan, dan kendala, Ganjar meminta seluruh pihak menyisir area yang berpotensi jebol jika terjadi rob lagi. Inventarisasi tersebut harus segera dilakukan agar titik-titik itu bisa segera diperkuat. 

Ganjar mengapresiasi Ditjen SDA KemenPUPR yang cepat bergerak dan memaksimalkan teknologi yang ada. Ia berharap, ke depan penanganan lebih cepat dan profesional. 

Tanggul jebol yang sementara ditambal dengan bambu dan sandbag, dalam dua pekan ini dikebut pengerjaannya. Penanganan diganti dengan materia geobox yang disebut lebih kuat. 

"Nah pekerjaan-pekerjaan inilah yang dalam beberapa hari ini akan menjadi perhatian kita. Sambil semua disiplin pada bidang masing-masing agar dalam dua minggu ini pekerjaan bisa selesai," ujarnya. 

Secara keseluruhan, Ganjar mengatakan bencana rob yang terjadi pada minggu lalu disebabkan faktor cuaca. Ketinggian air laut yang naik hingga 1,5 sampai 2 meter menyebabkan tanggul jebol. Berkaca dari pengalaman tersebut, Ganjar meminta seluruh pihak bekerja cepat dan segera melaporkan setiap kejadian dan perkembangannya kepada pihaknya. 

"Saya minta besok sudah ada laporan pompa-pompa mana yang mati. Laporkan kepada kami, agar kami bisa segera menghidupkan lagi atau barangkali mencari pengganti agar kalau terjadi seperti itu kita bisa menyedot air ke laut jauh lebih cepat," tandasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo bersama Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PPUPR serta sejumlah kepala daerah yang wilayahnya terdampak rob, menggelar rapat bersama. Mereka mengevaluasi sekaligus membahas potensi rob yang diprediksi akan kembali terjadi. 

"Dalam dua minggu ini kita coba selesaikan pekerjaan sipil. Paparan (Dirjen SDA) sangat bagus di area pelabuhan akan kita bereskan termasuk Pelindo," kata Ganjar ditemui usai rapat di Gedung A Kantor Pemprov Jateng, Kamis (2/6). 

Ganjar mengatakan, pada rapat tersebut disepakati, segala pembenahan dalam rangka antisipasi potensi rob, dilakukan dalam waktu dua minggu. Hal ini mengingat Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika telah merilis potensi terjadinya gelombang tinggi yang akan terjadi dalam waktu dekat. 

"Dari BMKG di tengah bulan ini ada potensi terjadinya gelombang tinggi juga," ujarnya. Ia menambahkan, BMKG bahkan memprediksi akan adanya siklon dari Australia yang akan menambah tingginya kenaikan permukaan air. 

Untuk itu, Ganjar sengaja mengundang kepala daerah atau perwakilan di wilayah Pantura yang terdampak rob. Yakni Kota Semarang, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang dan Demak. Mereka diminta menyampaikan beragam kebutuhan yang diperlukan terkait antisipasi kondisi ini. 

"Semua ada di sini. Tadi coba kami inventarisasi satu per satu persoalan yang ada dan kita sharing untuk bisa menyelesaikan," tegasnya. 

Dirjen SDA Ir Jarot Widyoko dalam kesempatan itu melaporkan, evaluasi dari penanganan sementara kejadian rob minggu lalu. Hasil pengecekan menemukan, pompa milik PT Pelindo hanya empat yang aktif. 

"Beberapa lain harus dibongkar kemarin. Maka bagaimana caranya kita musti mencari alternatif substitusi penggantinya agar cepat diselesaikan," ungkap Jarot. 

Sambil mendata berbagai temuan, dan kendala, Ganjar meminta seluruh pihak menyisir area yang berpotensi jebol jika terjadi rob lagi. Inventarisasi tersebut harus segera dilakukan agar titik-titik itu bisa segera diperkuat. 

Ganjar mengapresiasi Ditjen SDA KemenPUPR yang cepat bergerak dan memaksimalkan teknologi yang ada. Ia berharap, ke depan penanganan lebih cepat dan profesional. 

Tanggul jebol yang sementara ditambal dengan bambu dan sandbag, dalam dua pekan ini dikebut pengerjaannya. Penanganan diganti dengan materia geobox yang disebut lebih kuat. 

"Nah pekerjaan-pekerjaan inilah yang dalam beberapa hari ini akan menjadi perhatian kita. Sambil semua disiplin pada bidang masing-masing agar dalam dua minggu ini pekerjaan bisa selesai," ujarnya. 

Secara keseluruhan, Ganjar mengatakan bencana rob yang terjadi pada minggu lalu disebabkan faktor cuaca. Ketinggian air laut yang naik hingga 1,5 sampai 2 meter menyebabkan tanggul jebol. Berkaca dari pengalaman tersebut, Ganjar meminta seluruh pihak bekerja cepat dan segera melaporkan setiap kejadian dan perkembangannya kepada pihaknya. 

"Saya minta besok sudah ada laporan pompa-pompa mana yang mati. Laporkan kepada kami, agar kami bisa segera menghidupkan lagi atau barangkali mencari pengganti agar kalau terjadi seperti itu kita bisa menyedot air ke laut jauh lebih cepat," tandasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu