Follow Us :              

Mbah Dim meninggal, Ganjar: Petuah Beliau Selalu Bikin Adem

  10 June 2022  |   08:00:00  |   dibaca : 497 
Kategori :
Bagikan :


Mbah Dim meninggal, Ganjar: Petuah Beliau Selalu Bikin Adem

10 June 2022 | 08:00:00 | dibaca : 497
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

KENDAL -  Kabar duka meninggalnya KH Dimyati Rois mengundang duka orang-orang yang kehilangan sosoknya bijak dan tenang, termasuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Menurut Ganjar, Mbah Dim atau Abah Dim, sapaan akrab Dimyati Rois merupakan sosok ulama panutan yang mengayomi semua orang. 

"Pasti banyak kehilangan. Anda lihat, sedemikian banyak orang kumpul, tumplek blek, dan ini bukan dari Jawa Tengah saja, tapi se-Indonesia ada di sini," kata Ganjar saat ditemui di rumah duka, kompleks Pondok Pesantren Al Fadhlu wal Fadhilah, Jagalan, Kaliwungu, Kendal. 

Seperti disampaikan pihak keluarga, Mbah Dim  meninggal dunia di rumah sakit Telogorejo Semarang, Jumat (10/6/2022) sekira pukul 01.13. Ganjar memiliki banyak kenangan dengan almarhum Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut. Keduanya seringkali bertemu untuk silaturahmi atau berdiskusi tentang berbagai persoalan. "Terlalu banyak yang diingat (kenangan), tapi yang jelas beliau selalu memberikan nasihat-nasihat dan petuah-petuah yang bikin sejuk," kata Ganjar. 

Salah satu momen yang diingat Ganjar adalah saat ia bersilaturahmi ke rumah Mbah Dim. Saat itu Mbah Dim berbicara banyak hal tanpa ada jarak meskipun dalam beberapa pandangan politik, keduanya tidak selalu sama. 

 "Saya pernah sowan (kunjung) ke sini waktu itu, ngobrol banyak, beliau berikan petuah-petuah kepada saya dan yang menarik karena beberapa event politik yang kita tidak selalu sama. Tapi dari sisi hati, saya merasa sebagai anak. Tidak ada sedikitpun jarak dan berbeda-beda posisi. Selalu memberikan kesejukan kepada semuanya. Petuah-petuah beliau itu selalu membuat adem, menyenangkan," kenang Ganjar. 

Mbah Dim adalah Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadlu wal Fadhilah Jagalan, Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. Beliau lahir di Bulakamba, Brebes, 5 Juni 1945. Beliau menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur dan Pondok Pesantren APIK Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. 

Sebelum dimakamkan, Ganjar beserta para tokoh seperti Gus Yusuf, Muhaimin Iskandar, dan sejumlah ulama dari berbagai daerah ikut menyalatkan jenazah Dimyati Rois di Masjid Al Muttaqin, Kaliwungu. Salat jenazah diselenggarakan usai salat Jumat dan diikuti oleh seluruh santri dan masyarakat di sekitar.


Bagikan :

KENDAL -  Kabar duka meninggalnya KH Dimyati Rois mengundang duka orang-orang yang kehilangan sosoknya bijak dan tenang, termasuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Menurut Ganjar, Mbah Dim atau Abah Dim, sapaan akrab Dimyati Rois merupakan sosok ulama panutan yang mengayomi semua orang. 

"Pasti banyak kehilangan. Anda lihat, sedemikian banyak orang kumpul, tumplek blek, dan ini bukan dari Jawa Tengah saja, tapi se-Indonesia ada di sini," kata Ganjar saat ditemui di rumah duka, kompleks Pondok Pesantren Al Fadhlu wal Fadhilah, Jagalan, Kaliwungu, Kendal. 

Seperti disampaikan pihak keluarga, Mbah Dim  meninggal dunia di rumah sakit Telogorejo Semarang, Jumat (10/6/2022) sekira pukul 01.13. Ganjar memiliki banyak kenangan dengan almarhum Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut. Keduanya seringkali bertemu untuk silaturahmi atau berdiskusi tentang berbagai persoalan. "Terlalu banyak yang diingat (kenangan), tapi yang jelas beliau selalu memberikan nasihat-nasihat dan petuah-petuah yang bikin sejuk," kata Ganjar. 

Salah satu momen yang diingat Ganjar adalah saat ia bersilaturahmi ke rumah Mbah Dim. Saat itu Mbah Dim berbicara banyak hal tanpa ada jarak meskipun dalam beberapa pandangan politik, keduanya tidak selalu sama. 

 "Saya pernah sowan (kunjung) ke sini waktu itu, ngobrol banyak, beliau berikan petuah-petuah kepada saya dan yang menarik karena beberapa event politik yang kita tidak selalu sama. Tapi dari sisi hati, saya merasa sebagai anak. Tidak ada sedikitpun jarak dan berbeda-beda posisi. Selalu memberikan kesejukan kepada semuanya. Petuah-petuah beliau itu selalu membuat adem, menyenangkan," kenang Ganjar. 

Mbah Dim adalah Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadlu wal Fadhilah Jagalan, Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. Beliau lahir di Bulakamba, Brebes, 5 Juni 1945. Beliau menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur dan Pondok Pesantren APIK Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. 

Sebelum dimakamkan, Ganjar beserta para tokoh seperti Gus Yusuf, Muhaimin Iskandar, dan sejumlah ulama dari berbagai daerah ikut menyalatkan jenazah Dimyati Rois di Masjid Al Muttaqin, Kaliwungu. Salat jenazah diselenggarakan usai salat Jumat dan diikuti oleh seluruh santri dan masyarakat di sekitar.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu