Follow Us :              

Jaga NKRI, Ganjar Imbau Ajarkan Nilai Pancasila Sejak Dini

  11 June 2022  |   11:00:00  |   dibaca : 293 
Kategori :
Bagikan :


Jaga NKRI, Ganjar Imbau Ajarkan Nilai Pancasila Sejak Dini

11 June 2022 | 11:00:00 | dibaca : 293
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengapresiasi gerak cepat Polisi Republik Indonesia (Polri) dalam melakukan penangkapan para petinggi Khilafatul Muslimin di berbagai daerah. Ketegasan para aparat hukum ini sangat diperlukan dalam upaya menjaga kondusifitas di Indonesia. 

"Saya menyampaikan terimakasih kepada APH yang bergerak cukup cepat, karena begitu kejadian saya komunikasi sama kepolisian dan direspon dengan cepat," kata Ganjar usai menghadiri pertemuan akbar Asosiasi Pemimpin Perguruan Tinggi Hukum Indonesia (APPTHI).
di Hotel Patra Semarang, Sabtu (11/6). 

Terlepas dari itu, Ganjar mengingatkan sisi lain kewajiban pemerintah untuk melakukan pembinaan pada oknum-oknum yang terlibat. Mereka harus dibimbing dan dibina dengan komunikasi yang baik agar kembali ke pangkuan ibu pertiwi. "Mereka kita ajak kembali pada pangkuan ibu pertiwi dan ini tugas, yang menurut saya, dalam konteks komunikasi (pendekatan) mesti lebih soft, (persuatif)," ujarnya. 

Ganjar menyayangkan kemunculan Khilafatul Muslimin. Menurutnya, saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi tantangan global. "Bukankah pendiri bangsa sudah sepakat soal itu (NKRI), nah ini mesti kita sampaikan," tuturnya. 

Agar paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila bisa dicegah, Ganjar berpendapat, pendidikan nilai Pancasila harus diberikan lebih awal. Bahkan pada tingkat Pendidikan Anak Usia Dini. 

"Saya sepakat pendidikan tentang nilai-nilai Pancasila mesti kita masukkan lagi. Bahkan sejak Paud," katanya. 

Tentang Khilafatul Muslimin, polisi telah menangkap sejumlah oknum terkait organisasi ini. Penangkapan terjadi di Surakarta dan Klaten. Hasil penyelidikan kepolisian menemukan, mereka telah berkegiatan sejak 2009 dan anggotanya di Jawa Tengah mencapai 500 orang. 

Guna mencegah paham ini lebih berkembang lagi, Ganjar meminta keterlibatan masyarakat dari seluruh komponen, lebih diperkuat lagi. Kesadaran untuk menjaga negara secara bersama-sama sangat penting dalam menghadapi kelompok-kelompok yang berupaya mengubah ideologi bangsa. 

"Seluruh kekuatan masyarakat yang ada mesti terlibat. Tokoh agama, tokoh masyarakat, kita libatkan. Saya kira berbuat baik, berperilaku baik berkata baik, itu pasti harapan banyak orang. Jangan sampai kemudian mereka (anti NKRI justru bertindak) asal-asalan," tegasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengapresiasi gerak cepat Polisi Republik Indonesia (Polri) dalam melakukan penangkapan para petinggi Khilafatul Muslimin di berbagai daerah. Ketegasan para aparat hukum ini sangat diperlukan dalam upaya menjaga kondusifitas di Indonesia. 

"Saya menyampaikan terimakasih kepada APH yang bergerak cukup cepat, karena begitu kejadian saya komunikasi sama kepolisian dan direspon dengan cepat," kata Ganjar usai menghadiri pertemuan akbar Asosiasi Pemimpin Perguruan Tinggi Hukum Indonesia (APPTHI).
di Hotel Patra Semarang, Sabtu (11/6). 

Terlepas dari itu, Ganjar mengingatkan sisi lain kewajiban pemerintah untuk melakukan pembinaan pada oknum-oknum yang terlibat. Mereka harus dibimbing dan dibina dengan komunikasi yang baik agar kembali ke pangkuan ibu pertiwi. "Mereka kita ajak kembali pada pangkuan ibu pertiwi dan ini tugas, yang menurut saya, dalam konteks komunikasi (pendekatan) mesti lebih soft, (persuatif)," ujarnya. 

Ganjar menyayangkan kemunculan Khilafatul Muslimin. Menurutnya, saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi tantangan global. "Bukankah pendiri bangsa sudah sepakat soal itu (NKRI), nah ini mesti kita sampaikan," tuturnya. 

Agar paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila bisa dicegah, Ganjar berpendapat, pendidikan nilai Pancasila harus diberikan lebih awal. Bahkan pada tingkat Pendidikan Anak Usia Dini. 

"Saya sepakat pendidikan tentang nilai-nilai Pancasila mesti kita masukkan lagi. Bahkan sejak Paud," katanya. 

Tentang Khilafatul Muslimin, polisi telah menangkap sejumlah oknum terkait organisasi ini. Penangkapan terjadi di Surakarta dan Klaten. Hasil penyelidikan kepolisian menemukan, mereka telah berkegiatan sejak 2009 dan anggotanya di Jawa Tengah mencapai 500 orang. 

Guna mencegah paham ini lebih berkembang lagi, Ganjar meminta keterlibatan masyarakat dari seluruh komponen, lebih diperkuat lagi. Kesadaran untuk menjaga negara secara bersama-sama sangat penting dalam menghadapi kelompok-kelompok yang berupaya mengubah ideologi bangsa. 

"Seluruh kekuatan masyarakat yang ada mesti terlibat. Tokoh agama, tokoh masyarakat, kita libatkan. Saya kira berbuat baik, berperilaku baik berkata baik, itu pasti harapan banyak orang. Jangan sampai kemudian mereka (anti NKRI justru bertindak) asal-asalan," tegasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu