Follow Us :              

Australia Menilai Program Jogo Tonggo Sukses Atasi Covid-19 di Jateng

  16 June 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 447 
Kategori :
Bagikan :


Australia Menilai Program Jogo Tonggo Sukses Atasi Covid-19 di Jateng

16 June 2022 | 10:00:00 | dibaca : 447
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG - Program Jogo Tonggo yang dibentuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) untuk mengatasi pandemi Covid-19, kini menjadi contoh bagi dunia internasional. Beberapa waktu lalu pemerintah Denmark memberikan apresiasinya pada program yang berbasis kearifan lokal tersebut. Kini, giliran pemerintah Australia mengakui kesuksesan Jogo Tonggo. 

“Kami sangat mengapresiasi Pemprov Jawa Tengah yang telah berinisiatif melakukan program Gerakan Jogo Tonggo, yang berbasis pada potensi masyarakat dalam menangani pandemi. Gerakan Jogo Tonggo telah terbukti sukses dan menjadi gambaran dalam penanganan pada sektor kesehatan,” kata Sekretaris Pertama Bidang Kesehatan Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, Prudence Borthwick pada acara Diskusi Terbatas dengan tema “Kekuatan Masyarakat Hadapi Krisis Kesehatan dan Pentingnya Dialog dalam Komunikasi Risiko Pemerintah” di Gradhika Bhakti Praja, Kamis (16/06/2022). 

Gerakan Jogo Tonggo membangun komunikasi antarmasyarakat maupun masyarakat dengan pemerintah di semua tingkatan. Komunikasi ini, menjadi kunci sukses dalam menangani pandemi. Namun, pihaknya juga mengingatkan, pemerintah saat ini masih perlu menyiapkan langkah untuk memasuki masa endemi covid 19.  

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang telah diberikan Pemerintah Australia terhadap kinerja Pemprov Jateng dalam mengatasi pandemi covid - 19. Program Jogo tonggo ada karena Pemprov Jateng menilai, penyebaran Covid-19 harus dilawan secara bersama-sama, sistematis, terstruktur, dan menyeluruh. 

Upaya pengendalian penyebaran virus  harus tetap memperhatikan kesehatan warga, kondusivitas lingkungan, kondisi perekonomian warga, serta kepastian pemenuhan kebutuhan pangan dan kebutuhan bahan pokok. Hal itu dilakukan dengan mempertimbangkan kekuatan kearifan lokal dan potensi geografis di masing-masing wilayah, maka dibentuklah Satgas Jogo Tonggo pada tahun 2020. 

“Saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah Australia yang mengapresiasi kinerja kami untuk penanggulangan Covid-19. Dan,  (program) ini juga kita kembangkan komunikasi-komunikasi yang lain dan tentu penyakit PMK (Penyakit Mulut Kuku) ini,” tuturnya 

Program Jogo tonggo ini, kata Wagub, dalam perkembangannya dapat diterapkan untuk menangani persoalan krisis yang lain. Seperti kasus penyakit Mulut Kuku pada hewan ternak yang kini merebak.


Bagikan :

SEMARANG - Program Jogo Tonggo yang dibentuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) untuk mengatasi pandemi Covid-19, kini menjadi contoh bagi dunia internasional. Beberapa waktu lalu pemerintah Denmark memberikan apresiasinya pada program yang berbasis kearifan lokal tersebut. Kini, giliran pemerintah Australia mengakui kesuksesan Jogo Tonggo. 

“Kami sangat mengapresiasi Pemprov Jawa Tengah yang telah berinisiatif melakukan program Gerakan Jogo Tonggo, yang berbasis pada potensi masyarakat dalam menangani pandemi. Gerakan Jogo Tonggo telah terbukti sukses dan menjadi gambaran dalam penanganan pada sektor kesehatan,” kata Sekretaris Pertama Bidang Kesehatan Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, Prudence Borthwick pada acara Diskusi Terbatas dengan tema “Kekuatan Masyarakat Hadapi Krisis Kesehatan dan Pentingnya Dialog dalam Komunikasi Risiko Pemerintah” di Gradhika Bhakti Praja, Kamis (16/06/2022). 

Gerakan Jogo Tonggo membangun komunikasi antarmasyarakat maupun masyarakat dengan pemerintah di semua tingkatan. Komunikasi ini, menjadi kunci sukses dalam menangani pandemi. Namun, pihaknya juga mengingatkan, pemerintah saat ini masih perlu menyiapkan langkah untuk memasuki masa endemi covid 19.  

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang telah diberikan Pemerintah Australia terhadap kinerja Pemprov Jateng dalam mengatasi pandemi covid - 19. Program Jogo tonggo ada karena Pemprov Jateng menilai, penyebaran Covid-19 harus dilawan secara bersama-sama, sistematis, terstruktur, dan menyeluruh. 

Upaya pengendalian penyebaran virus  harus tetap memperhatikan kesehatan warga, kondusivitas lingkungan, kondisi perekonomian warga, serta kepastian pemenuhan kebutuhan pangan dan kebutuhan bahan pokok. Hal itu dilakukan dengan mempertimbangkan kekuatan kearifan lokal dan potensi geografis di masing-masing wilayah, maka dibentuklah Satgas Jogo Tonggo pada tahun 2020. 

“Saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah Australia yang mengapresiasi kinerja kami untuk penanggulangan Covid-19. Dan,  (program) ini juga kita kembangkan komunikasi-komunikasi yang lain dan tentu penyakit PMK (Penyakit Mulut Kuku) ini,” tuturnya 

Program Jogo tonggo ini, kata Wagub, dalam perkembangannya dapat diterapkan untuk menangani persoalan krisis yang lain. Seperti kasus penyakit Mulut Kuku pada hewan ternak yang kini merebak.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu